Jumat, 31 Mei 2019

Quest harian no. #46

Quest harian no. #46

Quest harian no. #46
?? @Unknown : Berapkah berat badan ideal seseorang itu sih? Dengan tinggi sekitar 160an, Apakah berat badan saya yang termasuk normal??? mohon dijwb plis?




  Mohon maaf untuk sementara ini admin @bang-isman belum bisa menjawab pertanyaan saudara/i


Rumus Perhitungan BMI:
BMI = Mass (berat) : Height (tinggi)


Standar BMI Orang Asia-Pasifik (termasuk Indonesia) : 
Kurus = < 18,5
Normal  = 18,5 - 22,9
Overweight =  23 - 24,9
Obesitas  = >25

*source : BANG-ISMAN.com
Quest harian no. #45

Quest harian no. #45

Quest harian no. #45
?? @Unknown : Berapkah berat badan ideal seseorang itu sih? Dengan tinggi sekitar 160an, Apakah berat badan saya yang termasuk normal??? mohon dijwb plis?




  Mohon maaf untuk sementara ini admin @bang-isman belum bisa menjawab pertanyaan saudara/i


Rumus Perhitungan BMI:
BMI = Mass (berat) : Height (tinggi)


Standar BMI Orang Asia-Pasifik (termasuk Indonesia) : 
Kurus = < 18,5
Normal  = 18,5 - 22,9
Overweight =  23 - 24,9
Obesitas  = >25

*source : BANG-ISMAN.com
Quest harian no. #42

Quest harian no. #42

Quest harian no. #42
?? @Unknown : Berapkah berat badan ideal seseorang itu sih? Dengan tinggi sekitar 160an, Apakah berat badan saya yang termasuk normal??? mohon dijwb plis?




  Mohon maaf untuk sementara ini admin @bang-isman belum bisa menjawab pertanyaan saudara/i


Rumus Perhitungan BMI:
BMI = Mass (berat) : Height (tinggi)


Standar BMI Orang Asia-Pasifik (termasuk Indonesia) : 
Kurus = < 18,5
Normal  = 18,5 - 22,9
Overweight =  23 - 24,9
Obesitas  = >25

*source : BANG-ISMAN.com
Quest harian no. #44

Quest harian no. #44

Quest harian no. #2
?? @Unknown : Berapkah berat badan ideal seseorang itu sih? Dengan tinggi sekitar 160an, Apakah berat badan saya yang termasuk normal??? mohon dijwb plis?




  Mohon maaf untuk sementara ini admin @bang-isman belum bisa menjawab pertanyaan saudara/i


Rumus Perhitungan BMI:
BMI = Mass (berat) : Height (tinggi)


Standar BMI Orang Asia-Pasifik (termasuk Indonesia) : 
Kurus = < 18,5
Normal  = 18,5 - 22,9
Overweight =  23 - 24,9
Obesitas  = >25

*source : BANG-ISMAN.com
Quest harian no. #43

Quest harian no. #43

Quest harian no. #2
?? @Unknown : Berapkah berat badan ideal seseorang itu sih? Dengan tinggi sekitar 160an, Apakah berat badan saya yang termasuk normal??? mohon dijwb plis?




  Mohon maaf untuk sementara ini admin @bang-isman belum bisa menjawab pertanyaan saudara/i


Rumus Perhitungan BMI:
BMI = Mass (berat) : Height (tinggi)


Standar BMI Orang Asia-Pasifik (termasuk Indonesia) : 
Kurus = < 18,5
Normal  = 18,5 - 22,9
Overweight =  23 - 24,9
Obesitas  = >25

*source : BANG-ISMAN.com
Quest harian no. #41

Quest harian no. #41

Quest harian no. #41
?? @Unknown : Berapkah berat badan ideal seseorang itu sih? Dengan tinggi sekitar 160an, Apakah berat badan saya yang termasuk normal??? mohon dijwb plis?




  Mohon maaf untuk sementara ini admin @bang-isman belum bisa menjawab pertanyaan saudara/i


Rumus Perhitungan BMI:
BMI = Mass (berat) : Height (tinggi)


Standar BMI Orang Asia-Pasifik (termasuk Indonesia) : 
Kurus = < 18,5
Normal  = 18,5 - 22,9
Overweight =  23 - 24,9
Obesitas  = >25

*source : BANG-ISMAN.com
Quest harian no. #40

Quest harian no. #40

Quest harian no. #40
?? @Unknown : Berapkah berat badan ideal seseorang itu sih? Dengan tinggi sekitar 160an, Apakah berat badan saya yang termasuk normal??? mohon dijwb plis?




  Mohon maaf untuk sementara ini admin @bang-isman belum bisa menjawab pertanyaan saudara/i


Rumus Perhitungan BMI:
BMI = Mass (berat) : Height (tinggi)


Standar BMI Orang Asia-Pasifik (termasuk Indonesia) : 
Kurus = < 18,5
Normal  = 18,5 - 22,9
Overweight =  23 - 24,9
Obesitas  = >25

*source : BANG-ISMAN.com
Quest harian no. #39

Quest harian no. #39

Quest harian no. #39
?? @Unknown : Berapkah berat badan ideal seseorang itu sih? Dengan tinggi sekitar 160an, Apakah berat badan saya yang termasuk normal??? mohon dijwb plis?




  Mohon maaf untuk sementara ini admin @bang-isman belum bisa menjawab pertanyaan saudara/i


Rumus Perhitungan BMI:
BMI = Mass (berat) : Height (tinggi)


Standar BMI Orang Asia-Pasifik (termasuk Indonesia) : 
Kurus = < 18,5
Normal  = 18,5 - 22,9
Overweight =  23 - 24,9
Obesitas  = >25

*source : BANG-ISMAN.com

Kalori BENG BENG (per/110 gr) menurut pakar Nutrisionist

Dalam sebuah hasil riset dari AHA (America Heart Association) tahun 2012, dinyatakan bahwa, beng beng merupakan salah satu jenis sumber makanan olahan yang memiliki kalori dalam jumlah cukup tinggi per saji-nya/110 gr di antara dengan jenis minuman maupun makanan-makanan olahan lain pada umumnya. Namun bagi para penyuka atau pengonsumsi beng beng tidak perlu khawatir selama jumlah pengonsumsiannya tidak melebihi 110 gr per hari-nya. Karena memang selain kalori, di dalam beng beng juga mengandung segudang Protein dan Karbohidrat yang sangat berguna dalam menopang kebutuhan energi-tenaga bagi tubuh. Bahkan kombinasi Protein, Karbohidrat dan Kalori beng beng dapat terhitung sebagai yang cukup tinggi oleh karenanya sangat perlu untuk dibatasi pengonsumsiannya supaya tidak malah menyebabkan atau menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya.


Pada hakikatnya, beng beng sendiri memiliki rasa berciri khas tersendiri dan memiliki tekstur yang mulus di bagian luaran mentah-nya. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada beng beng antara lain : Protein, Karbohidrat, Serat, Omega-3, Omega-6,Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Vitamin B12, Thiamin, Riboflavin, Niasin, Zat besi, Kalsium, Potasium, Magnesium dan Sodium. Walaupun begitu bagi para beberapa pemeluk agama, kuliner dari bahan makanan yang satu ini memang perlu dipertimbangkan hukum-hukum mengonsumsinya supaya tidak malah menjadi perbuatan tercela (dosa).

Beberapa pakar peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi bahan-bahan nabati dari pembuatan beng beng sendiri pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan. Karena memang kalori dari beng beng-lah yang berperan besar dalam memaksimalkan pengelolaan dari senyawa-senyawa aktif positif yang terasupi oleh tubuh.

Sedangkan menurut hasil riset yang dilansir dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 telah dinyatakan bahwa, kalori beng beng yang mana mengandung beberapa nutrisi dapat secara aktif membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi) sekaligus mengoptimalkan fungsi imun tubuh. Selain itu, kalori beng beng juga dapat menyediakan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan dalam kadar jumlah yang cukup tinggi. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada beng beng inilah yang dapat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya kanker.

Yang mana juga hal tersebut telah disepakati oleh para pakar nutrisionist mereka bahwasanya khasiat dan kalori beng beng terbukti sangat baik bagi kesehatan saraf otak, hati, jantung, jaringan sel-sel darah, mata dan organ tubuh lainnya. Ini dikarenakan tersedianya beberapa gizi dan nutrisi yang terdapat dalam beng beng. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang dimaksudkan terdapat pada beng beng tersebut antara lain : Protein, Karbohidrat, dan juga Lemak.

Pada tahun 1986, Cancer Research Instituite of Chinese Academy of Medical Sciences mengemukakan penemuan bahwa ekstrak beng beng memiliki tiga zat Anti-Karsinogen, yaitu : Afliatoksin B1, 4-nitroquinoline-N-oksida, Phenylpropionate(a)pyrene. Ketiganya dipercaya memiliki kemampuan khusus yang dapat berfungsi menghambat kanker secara signifikan.

Tidak hanya itu saja, beng beng telah terbukti memiliki kandungan Kalori dalam jumlah yang cukup tinggi. Perlu dipahami bahwa Kalori yangh terdiri dari Protein dan Karbohidrat juga terbukti secara ilmiah memiliki khasiat luar biasa dalam mencegah kanker. Berdasarkan penelitian para ilmuwan Jepang juga telah mengakuinya. Mereka telah melakukan penelitian terhadap sisi aspek dari segi kalori beng beng, yang mana hasilnya mereka menemukan bahwa zat kandungan pada beng beng memiliki efek Anti-Kanker.

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan para ilmuwan dari Institute of Psychology Austrian, Austria menemukan bahwa, kalori beng beng memiliki kemampuan khusus dalam menstabilkan tekanan darah pada tubuh setara dengan seperti coklat dan keripik kentang. Selain itu, dari 5.000 relawan yang mengalami tekanan darah tinggi, para ilmuwan menemukan bahwa kalori beng beng dapat secara aktif mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh sebanyak 80% sehingga hal tersebut akan berdampak terhadap kestabilan tingkat tekanan darah supaya tetap dalam tingkatan konstan.

Sedangkan laporan dari para pakar nutrisionist di Michigan State University (MSU), Michigan, Amerika Serikat menemukan bahwa, Pada seseorang yang sedang berada diusia produktif 25-30 tahun ada baiknya banyak-banyak mengonsumsi sumber makanan daging-dagingan, salah satunya seperti beng beng ini. Karena dalam temuannya disebutkan bahwa kalori beng beng dapat mengatasi berbagai macam penyakit-penyakit kronis seperti Kanker, Penyakit jantung, Diabetes dan Obesitas jika takarannya disesuaikan dengan pola diet yang benar. Dimana memang seperti yang dikethaui dampaknya dari penyakit-penyakit tersebut lebih banyak dijangkiti pada seseorang yang sedang dalam masa produktif.

Seorang profesor dan pakar di bidang gizi-nutrisi Dr. Maurice Bennink, mengemukakan bahwa, Seseorang yang mengonsumsi rutin daging-dagingan seperti beng beng setidaknya empat kali seminggu memiliki resiko terkena penyakit jantung 22% lebih rendah daripada dari mereka yang tidak rutin atau tidak pernah sama sekali mengonsumsinya. Hasil penelitian ini didapatkan dari temuannya di 41 negara, yang dimana para warganya rutin mengonsumsi daging-dagingan seperti beng beng ini. Dimana dalam temuannya juga didapati bahwa mengonsumsi beng beng dapat memberikan kalori bagi kesehatan tubuh dalam kemampuan mencegah sekaligus mengatasi masalah penyakit jantung, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.

Dalam studi ilmiah yang telah dilansir dalam Journal of Microbiology Research disebutkan bahwa, kalori beng beng bagi kesehatan gigi dan tulang sama seperti segelas halnya makan-makanan olahan berbahan dasar nabati lainnya. Dimana kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada beng beng dapat memberikan rangsangan aktifitas bagi Growth Hormone dalam memperbaiki, meregenerasi serta meningkatkan fungsi kognitif sel-sel tulang secara keseluruhan.

Menurut peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, New Zealand Dr. Peter C Molan MBE, mengemukakan bahwa, kalori beng beng telah terbukti mengandung zat-zat Antibiotik alami yang sangat aktif melawan serangan-serangan radikal bebas dari berbagai jenis virus-bakteri berbahaya, salah satunya Patogen. Dimana Patogen ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit-penyakit dan masalah-masalah kesehatan kronis berbahaya.

Berikut beberapa khasiat dan kalori beng beng menurut penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

14 Kegunaan (Positif) Kalori BENG BENG per-porsi 110/gr menurut pakar Nutrisionist

1.  Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan-kandungan seperti Kalori yang terdiri dari Protein, Karbohidrat dan Lemak pada beng beng adalah komponen penting dalam sel yang berfungsi membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, tingginya kandungan Potasium pada beng beng juga dapat berguna melindungi sel-sel saraf jantung di Arteri dan Vena agar terhindar dari masalah stroke dan penyakit jantung koroner. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

2.  Meningkatkan Kecerdasan Otak
Para peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi bahan-bahan nabati dari pembuatan beng beng sendiri pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan. Karena memang kalori dari beng beng-lah yang berperan besar dalam memaksimalkan pengelolaan dari senyawa-senyawa aktif positif yang terasupi oleh tubuh. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

3.  Mencegah dan Melawan Kanker
Dalam beberapa hasil riset ilmiah dari seorang spesialis saraf dan kanker melansir temuan ilmiah mereka yang bertajuk International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 menyatakan bahwa, makanan-makanan berbahan dasar nabati seperti beng beng ini terbilang sangat kaya akan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan di dalamnya. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada beng beng ini dipercaya berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan jaringan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya sel-sel kanker. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

4.  Memperkuat dan Menutrisi Tulang
Dalam setiap 100 gr, beng beng mampu menyediakan kandungan Kalsium 35 mg, Fosfor 55 mg dan Magnesium 0,25 gr. Dimana jumlah tersebut setara dengan Bayam (setiap 100 gr) dan Susu (setiap 450 ml). Tingginya kandungan Kalsium, Fosfor dan Magnesium pada beng beng tersebut tentu sangat berguna dalam menguatkan dan memperkokoh struktur tulang, sehingga tulang akan terhindar dari masalah-masalah pengeroposan tulang seperti Osteoporosis. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

5.  Pelengkap kebutuhan Gizi Tubuh
Berdasarkan studi ilmiah yang diterbitkan dalam International Journal Food Science Nutrition tahun 2003 disebutkan bahwa, Kandungan gizi dan nutrisi pada beng beng terbilang sangat komplit dan komplek. Adapun beberapa kandungan gizi dan nutrisi dalam beng beng yaitu Kalori, Kalsium, Magnesium, Boron, Kobalt, Tembaga, Fluorin, Zat besi, Zat Mangan, Fosfor, Sodium, Selenium, dan Zink. Selain itu, Protein dari beng beng juga mengandung 23 tipe lemak dan asam amino, antara lain seperti : Omega-3, Omega-6, Asam Palmitoleat, Oleat, Linoleat, dan Linolenat. beng beng pun dilengkapi dengan berbagai vitamin, seperti Vitamin A, Vitamin B komplek, Vitamin B2, Vitamin E, dan masih banyak lagi. beng beng juga memiliki kandungan senyawa-senyawa Anti-Oksidan seperti Tannin, Beta karoten, Lutein, serta Zea-xanthin. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

6.  Memperkuat Sistem Imunitas Tubuh
Salah satu keunggulan dari kalori beng beng adalah karena tersedianya kandungan Kalori, Vitamin C, Protein, Niasin Riboflavin dan Isoflavin yang kadar jumlahnya terbilang cukup tinggi. Dimana kandungan-kandungan tersebut dipercaya sangat ampuh dalam memperkuat dan menjaga imunitas tubuh (sistem kekebalan tubuh). Selain itu, beberapa kandungan senyawa Anti-Inflamasi pada beng beng juga memiliki kegunaan dalam menjaga kesehatan lambung, usus, dan juga hati. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

7.  Menyehatkan dan Mengoptimalkan Fungsi Mata
Dalam beberapa hasil riset dinyatakan bahwa, Kandungan Kalori, Omega-3, Omega-6, Vitamin E dan Vitamin A pada beng beng memiliki kegunaan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan mata dan mengoptimalkan fungsi penglihatan mata. Selain itu, dengan kombinasi kandungan Vitamin A, Vitaman E, Potasium dan Fosfor pada beng beng, maka mata akan tercegah dan terlindungi dari berbagai serangan virus-virus dan bakteri-bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan masalah kerusakan mata seperti : Katarak, Biopi, Miopi, dan sejenisnya. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

8.  Memperlancar Sistem Metabolisme
Kandungan Kalori, Serat, Protein dan Zat besi pada beng beng dipercaya memiliki kegunaan dalam memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Serat, Protein dan Zat besi tersebut bekerja secara aktif dalam merangsang produktivitas sel-sel saraf dan darah sehingga tubuh dapat menyerap zat-zat berguna dan membuang zat-zat yang tidak berguna melalui saluran pembuangan. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

9.  Memberi Pasokan Energi dan Tenaga
Dalam setiap 110 gr beng beng, setidaknya terkandung Karbohidrat 75,4 gram, Protein 2,42 gram, dan Kalori 280 Kcal. Dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat cukup dalam memenuhi AKG (angka kebutuhan gizi) bagi seseorang usia dewasa-remaja.

Selain itu, beng beng juga kaya akan kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang dapat meningkatkan energi secara signifikan. Bahkan kandungan Asam amino (Omega-3 dan Omega-6) pada beng beng juga berfungsi dalam membantu memperlancar proses pemecahan zat-zat yang terdapat pada lambung. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

10.  Mempertajam Daya Ingat (Memory Ability)
Hasil penelitian dari pakar fisioterapist mendapati bahwa, Kalori beng beng yang mana memiliki beberapa kandungan gizi, nutrisi, dan senyawa-senyawa aktif dapat secara aktif merangsang kemampuan memory ability (fungsi daya ingat otak). Beberapa zat-zat pada beng beng yang memiliki kemampuan dalam mempertajam daya ingat otak adalah Zat besi, Protein, Fosfor, Kalsium, Potasium, dan Zink. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

11.  Menjaga Kesehatan Lambung
Senyawa-senyawa Anti-Oksidan dan Anti-Inflmasi pada beng beng juga memiliki kemampuan sangat baik dalam mensterilkan lambung, usus besar, dan usu kecil secara keseluruhan. Belum lagi tingginya kandungan Kalori, Vitamin E dan Serat di dalam beng beng juga sangat berguna dalam menangkal berbagai virus, bakter dan mikroba jahat lainnya yang bisa menimbulkan masalah peradangan pada usus dan lambung. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

12.  Memperlancar Peredaran Darah
Kandungan Kalori, Omega-6, Vitamin A, Zat Besi, Fosfor dan Magnesium pada beng beng juga sangat berguna dalam memperlancar sistem sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Kandungan-kandungan tersebut bekerja aktif dalam mengaliri oksigen pada otot, saraf dan darah yang akan berpengaruh terhadap optimalisasi sistem kerja organ-organ tubuh yang lainnya. Dengan mengalirnya Oksigen secara efektif, tentunya hal tersebut akan langsung bereaksi terhadap kelancaran sirkulasi atau peredaran darah ke organ-organ seluruh tubuh. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

13.  Menjaga kesehatan Gigi dan Gusi
Dengan kombinasi Kalsium dan Fosfor pada beng beng, kandungan dari keduanya sangat berguna dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Kombinasi keduanya dipercaya dapat meningkatkan pemadatan gigi dan merawat ketebalan enamel gigi. Belum lagi kalori beng beng yang kaya akan kandungan Vitamin E, yang dimana hal tersebut juga dapat membantu aktif mensterilkan rongga-rongga mulut sekitar gigi dan gusi. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

14.  Menjaga Kesehatan Saluran Kemih
Salah satu kalori beng beng yang paling menonjol adalah karena tersedianya kandungan senyawa-senyawa Anti-Oksidan, Anti-Inflamasi dan Anti-Bacterial beserta Kalori di dalamnya. Dimana tentunya hal tersebut sangat baik dalam menjaga, mengobati serta menghilangkan rasa nyeri akibat infeksi pada kantung kemih dan saluran kemih. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

(+ Lainnya...)

15.  Meningkatkan Mood
Beberapa pakar fisioterapist dan nutrisionist dari PAHO (Pan American Health Organization) mendapati bahwa, Tingginya kandungan Protein dan Vitamin B12 pada beng beng juga bisa mengatasi stress, depresi, sekaligus memperbaiki mood. Selain itu, beng beng juga menyediakan Zat besi, Kalium, Magnesium, dan Fosfor yang dimana berperan sangat aktif dalam membantu mengontrol tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit ginjal dan stroke. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

16.  Mengobati Penyakit Diabetes Melitus
Salah seorang profesor spesialis kesehatan gizi dan pangan dari University of Zagreb, Rusia Prof. Dr. Nada Orsolic Ph.d menemukan dalam penelitiannya bahwa, Zat-zat dan senyawa-senyawa aktif yang terdapat pada beng beng memiliki kemampuan istimewa dalam mengatasi penyakit Diabetes secara efektif. Kandungan seperti Zat besi, Niasin, Serat dan Vitamin E pada beng beng merupakan kombinasi yang sangat pas dalam menurunkan kadar Trigliserida dalam tubuh, sehingga masalah Diabetes akan bisa dengan mudah terobati. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

17.  Mengatasi Nyeri Sendi (Arthritis)
beng beng mengandung nutrisi Kalori, Kalsium, Magnesium, dan Fosfor yang terbukti secara ilmiah dapat mengatasi nyeri pada persendian. Sakit pada persendian maupun tulang kerap dialami orang yang sudah menginjak usia 30 tahun ke atas, dimana memang penyebab utamanya dikarenakan oleh otot atau sendi yang tidak ternutrisi dengan baik. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

18.  Mencegah Resiko Kemandulan
Beberapa temuan ilmiah gizi dan nutrisi mengemukakan fakta bahwa, Kekurangan asupan Vitamin E pada pria dapat menghambat dan memperlambat dalam memperoleh keturunan. Perbaikan untuk hal ini memerlukan waktu satu bulan dengan meningkatkan konsumsi Vitamin E sebanyak 500 miligram. Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi Vitamin E. Kalori beng beng dipercaya mampu menyediakan kadar jumlah yang dibutuhkan tubuh dalam mengatasi masalah-masalah kemandulan atau kesuburan seperti ini. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

19.  Mengatasi Sembelit
Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa, Sebagian besar kandungan komposisi dari beng beng adalah Kalori dan Protein, yang dimana bisa mencapai 80-100 gr dalam setiap 110 gr. Bahkan beng beng juga memiliki kandungan Kalori dan Serat yang terbilang salah satu cukup tinggi di antara daging-dagingan lainnya. Kandungan Serat alami pada beng beng ini bekerja aktif dalam melancarkan, mencegah, dan mengatasi masalah sembelit secara bersamaan. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

20.  Meredakan Sariawan
Dalam beberapa uji laboratorium dibuktikan bahwa, Tingginya kandungan Kalori dan Vitamin E pada beng beng dipercaya sangat bagus dalam mengatasi sariawan dan panas dalam. Sariawan yang timbul karena terjadinya reaksi kelainan ada selaput lendir mulut dengan ditandai rasa sakit, nyeri dan berluka berupa warna putih kekuningan akan dapat terobati dengan mengonsumsi beng beng secara rutin. Bahkan para pakar medis menyebutkan kalori beng beng dalam mengatasi sariawan ini adalah cara yang cukup efektif dan efisien tanpa perlu mengkhawatirkan akibat ataupun dampak efek sampingnya. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

21.  Meleburkan Lemak Jahat Dalam Tubuh
Pada dasarnya, kalori beng beng pada kemampuannya menurunkan berat badan juga telah dibuktikan dalam suatu hasil studi ilmiah yang menyebutkan bahwasanya, Kemampuan lain dari kandungan Zat Xanthone yang terdapat di dalam beng beng adalah memecah dan menetralisir sel-sel membran yang dimana memang memiliki tugas dalam menahan dan menyimpan kelebihan sisa-sisa metabolisme tubuh.

Selain itu, salah satu kalori beng beng yang cukup unik adalah karena terkandung senyawa bernama Fucoxanthin. Dimana senyawa ini adalah salah satu karetonoid (pembentuk pigmen warna) yang berperan meningkatkan proses pemecahan dan pembakaran lemak lewat mekanisme Termogenin, sehingga dengan demikian hal tersebut dapat memperkecil resiko terjadinya Obesitas atau kelebihan berat badan. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

22.  Menutrisi Sel-sel Kulit
beng beng memiliki beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang berguna bagi kesehatan kulit seperti :  Kalori, Omega-3, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin K, dan Vitamin E. Selain itu, para pakar nutrisionist dan dermatologist juga menyebutkan bahwa, kalori beng beng yang mana mengandung senyawa-senyawa Anti-Oksidan Anti-Inflamasi di dalamnya dipercaya dapat berguna untuk mencegah serta mengatasi berbagai masalah-masalah infeksi, iritasi, dan peradangan pada kulit. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

23.  Menetralisir Racun Dalam Tubuh
Seorang pakar pengobatan herbal Indonesia, Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma berpendapat bahwa, beng beng sangat bagus untuk membersihkan darah dan racun dalam tubuh karena di dalamnya terkandung beberapa kalori, zat asam dan enzim yang bekerja sangat masif mentralisir Toxin-Poison-Dirt (TPD) atau racun dalam tubuh. Toxin atau racun dalam tubuh tersebut kemudian di buang melalui urine yang disertai dengan bau tak sedap, namun perlu dipahami bahwa bau busuk tak sedap tersebutlah yang menandakan bahwa racun dalam tubuh tergiring keluar. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

24.  Menurunkan Kadar Kolesterol
Dalam sebuah riset ilmiah yang berjudul ‘Seaweed and human health’ yang juga telah dipublikasikan dalam Nutrition Reviews tahun 2014 disebutkan bahwa, Kandungan Kalori serta Sulfated Polysacharides (SPS) pada beng beng dipercaya sangat berguna dalam mengatasi dan menurunkan kadar kolesterol (LDL) dalam darah, serta mampu membantu menurunkan tekanan darah tinggi bagi para penderita Hipertensi. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

25.  Mengurangi Resiko Anemia (Kurang Darah)
Bagi para penderita Anemia atau kurang darah, beng beng bisa dijadikan sebagai salah satu terapi asupan makanan rumahan. Dengan kelebihan positif dari beng beng yang kaya akan kandungan Kalori dan Zat besi di dalamnya, hal tersebut dapat memicu meningkatnya kadar Hemoglobin darah, sehingga proses produksi darah menjadi lebih lancar tanpa adanya masalah hambatan. Meskipun begitu memang pengonsumsian beng beng ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.



ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat menurut pakar Medis
-> 10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist
-> 11 Cara Menghilangkan BEKAS CUPANG Menghitam
-> 10 Cara Alami Menebalkan dan Mempercantik ALIS MATA

Kalori CAKWE (per/110 gr) menurut pakar Nutrisionist

Dalam sebuah hasil riset dari AHA (America Heart Association) tahun 2012, dinyatakan bahwa, cakwe merupakan salah satu jenis sumber makanan olahan yang memiliki kalori dalam jumlah cukup tinggi per saji-nya/110 gr di antara dengan jenis minuman maupun makanan-makanan olahan lain pada umumnya. Namun bagi para penyuka atau pengonsumsi cakwe tidak perlu khawatir selama jumlah pengonsumsiannya tidak melebihi 110 gr per hari-nya. Karena memang selain kalori, di dalam cakwe juga mengandung segudang Protein dan Karbohidrat yang sangat berguna dalam menopang kebutuhan energi-tenaga bagi tubuh. Bahkan kombinasi Protein, Karbohidrat dan Kalori cakwe dapat terhitung sebagai yang cukup tinggi oleh karenanya sangat perlu untuk dibatasi pengonsumsiannya supaya tidak malah menyebabkan atau menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya.


Pada hakikatnya, cakwe sendiri memiliki rasa berciri khas tersendiri dan memiliki tekstur yang mulus di bagian luaran mentah-nya. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada cakwe antara lain : Protein, Karbohidrat, Serat, Omega-3, Omega-6,Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Vitamin B12, Thiamin, Riboflavin, Niasin, Zat besi, Kalsium, Potasium, Magnesium dan Sodium. Walaupun begitu bagi para beberapa pemeluk agama, kuliner dari bahan makanan yang satu ini memang perlu dipertimbangkan hukum-hukum mengonsumsinya supaya tidak malah menjadi perbuatan tercela (dosa).

Beberapa pakar peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi bahan-bahan nabati dari pembuatan cakwe sendiri pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan. Karena memang kalori dari cakwe-lah yang berperan besar dalam memaksimalkan pengelolaan dari senyawa-senyawa aktif positif yang terasupi oleh tubuh.

Sedangkan menurut hasil riset yang dilansir dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 telah dinyatakan bahwa, kalori cakwe yang mana mengandung beberapa nutrisi dapat secara aktif membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi) sekaligus mengoptimalkan fungsi imun tubuh. Selain itu, kalori cakwe juga dapat menyediakan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan dalam kadar jumlah yang cukup tinggi. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada cakwe inilah yang dapat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya kanker.

Yang mana juga hal tersebut telah disepakati oleh para pakar nutrisionist mereka bahwasanya khasiat dan kalori cakwe terbukti sangat baik bagi kesehatan saraf otak, hati, jantung, jaringan sel-sel darah, mata dan organ tubuh lainnya. Ini dikarenakan tersedianya beberapa gizi dan nutrisi yang terdapat dalam cakwe. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang dimaksudkan terdapat pada cakwe tersebut antara lain : Protein, Karbohidrat, dan juga Lemak.

Pada tahun 1986, Cancer Research Instituite of Chinese Academy of Medical Sciences mengemukakan penemuan bahwa ekstrak cakwe memiliki tiga zat Anti-Karsinogen, yaitu : Afliatoksin B1, 4-nitroquinoline-N-oksida, Phenylpropionate(a)pyrene. Ketiganya dipercaya memiliki kemampuan khusus yang dapat berfungsi menghambat kanker secara signifikan.

Tidak hanya itu saja, cakwe telah terbukti memiliki kandungan Kalori dalam jumlah yang cukup tinggi. Perlu dipahami bahwa Kalori yangh terdiri dari Protein dan Karbohidrat juga terbukti secara ilmiah memiliki khasiat luar biasa dalam mencegah kanker. Berdasarkan penelitian para ilmuwan Jepang juga telah mengakuinya. Mereka telah melakukan penelitian terhadap sisi aspek dari segi kalori cakwe, yang mana hasilnya mereka menemukan bahwa zat kandungan pada cakwe memiliki efek Anti-Kanker.

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan para ilmuwan dari Institute of Psychology Austrian, Austria menemukan bahwa, kalori cakwe memiliki kemampuan khusus dalam menstabilkan tekanan darah pada tubuh setara dengan seperti coklat dan keripik kentang. Selain itu, dari 5.000 relawan yang mengalami tekanan darah tinggi, para ilmuwan menemukan bahwa kalori cakwe dapat secara aktif mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh sebanyak 80% sehingga hal tersebut akan berdampak terhadap kestabilan tingkat tekanan darah supaya tetap dalam tingkatan konstan.

Sedangkan laporan dari para pakar nutrisionist di Michigan State University (MSU), Michigan, Amerika Serikat menemukan bahwa, Pada seseorang yang sedang berada diusia produktif 25-30 tahun ada baiknya banyak-banyak mengonsumsi sumber makanan daging-dagingan, salah satunya seperti cakwe ini. Karena dalam temuannya disebutkan bahwa kalori cakwe dapat mengatasi berbagai macam penyakit-penyakit kronis seperti Kanker, Penyakit jantung, Diabetes dan Obesitas jika takarannya disesuaikan dengan pola diet yang benar. Dimana memang seperti yang dikethaui dampaknya dari penyakit-penyakit tersebut lebih banyak dijangkiti pada seseorang yang sedang dalam masa produktif.

Seorang profesor dan pakar di bidang gizi-nutrisi Dr. Maurice Bennink, mengemukakan bahwa, Seseorang yang mengonsumsi rutin daging-dagingan seperti cakwe setidaknya empat kali seminggu memiliki resiko terkena penyakit jantung 22% lebih rendah daripada dari mereka yang tidak rutin atau tidak pernah sama sekali mengonsumsinya. Hasil penelitian ini didapatkan dari temuannya di 41 negara, yang dimana para warganya rutin mengonsumsi daging-dagingan seperti cakwe ini. Dimana dalam temuannya juga didapati bahwa mengonsumsi cakwe dapat memberikan kalori bagi kesehatan tubuh dalam kemampuan mencegah sekaligus mengatasi masalah penyakit jantung, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.

Dalam studi ilmiah yang telah dilansir dalam Journal of Microbiology Research disebutkan bahwa, kalori cakwe bagi kesehatan gigi dan tulang sama seperti segelas halnya makan-makanan olahan berbahan dasar nabati lainnya. Dimana kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada cakwe dapat memberikan rangsangan aktifitas bagi Growth Hormone dalam memperbaiki, meregenerasi serta meningkatkan fungsi kognitif sel-sel tulang secara keseluruhan.

Menurut peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, New Zealand Dr. Peter C Molan MBE, mengemukakan bahwa, kalori cakwe telah terbukti mengandung zat-zat Antibiotik alami yang sangat aktif melawan serangan-serangan radikal bebas dari berbagai jenis virus-bakteri berbahaya, salah satunya Patogen. Dimana Patogen ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit-penyakit dan masalah-masalah kesehatan kronis berbahaya.

Berikut beberapa khasiat dan kalori cakwe menurut penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

14 Kegunaan (Positif) Kalori CAKWE per-porsi 110/gr menurut pakar Nutrisionist

1.  Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan-kandungan seperti Kalori yang terdiri dari Protein, Karbohidrat dan Lemak pada cakwe adalah komponen penting dalam sel yang berfungsi membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, tingginya kandungan Potasium pada cakwe juga dapat berguna melindungi sel-sel saraf jantung di Arteri dan Vena agar terhindar dari masalah stroke dan penyakit jantung koroner. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

2.  Meningkatkan Kecerdasan Otak
Para peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi bahan-bahan nabati dari pembuatan cakwe sendiri pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan. Karena memang kalori dari cakwe-lah yang berperan besar dalam memaksimalkan pengelolaan dari senyawa-senyawa aktif positif yang terasupi oleh tubuh. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

3.  Mencegah dan Melawan Kanker
Dalam beberapa hasil riset ilmiah dari seorang spesialis saraf dan kanker melansir temuan ilmiah mereka yang bertajuk International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 menyatakan bahwa, makanan-makanan berbahan dasar nabati seperti cakwe ini terbilang sangat kaya akan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan di dalamnya. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada cakwe ini dipercaya berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan jaringan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya sel-sel kanker. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

4.  Memperkuat dan Menutrisi Tulang
Dalam setiap 100 gr, cakwe mampu menyediakan kandungan Kalsium 35 mg, Fosfor 55 mg dan Magnesium 0,25 gr. Dimana jumlah tersebut setara dengan Bayam (setiap 100 gr) dan Susu (setiap 450 ml). Tingginya kandungan Kalsium, Fosfor dan Magnesium pada cakwe tersebut tentu sangat berguna dalam menguatkan dan memperkokoh struktur tulang, sehingga tulang akan terhindar dari masalah-masalah pengeroposan tulang seperti Osteoporosis. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

5.  Pelengkap kebutuhan Gizi Tubuh
Berdasarkan studi ilmiah yang diterbitkan dalam International Journal Food Science Nutrition tahun 2003 disebutkan bahwa, Kandungan gizi dan nutrisi pada cakwe terbilang sangat komplit dan komplek. Adapun beberapa kandungan gizi dan nutrisi dalam cakwe yaitu Kalori, Kalsium, Magnesium, Boron, Kobalt, Tembaga, Fluorin, Zat besi, Zat Mangan, Fosfor, Sodium, Selenium, dan Zink. Selain itu, Protein dari cakwe juga mengandung 23 tipe lemak dan asam amino, antara lain seperti : Omega-3, Omega-6, Asam Palmitoleat, Oleat, Linoleat, dan Linolenat. cakwe pun dilengkapi dengan berbagai vitamin, seperti Vitamin A, Vitamin B komplek, Vitamin B2, Vitamin E, dan masih banyak lagi. cakwe juga memiliki kandungan senyawa-senyawa Anti-Oksidan seperti Tannin, Beta karoten, Lutein, serta Zea-xanthin. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

6.  Memperkuat Sistem Imunitas Tubuh
Salah satu keunggulan dari kalori cakwe adalah karena tersedianya kandungan Kalori, Vitamin C, Protein, Niasin Riboflavin dan Isoflavin yang kadar jumlahnya terbilang cukup tinggi. Dimana kandungan-kandungan tersebut dipercaya sangat ampuh dalam memperkuat dan menjaga imunitas tubuh (sistem kekebalan tubuh). Selain itu, beberapa kandungan senyawa Anti-Inflamasi pada cakwe juga memiliki kegunaan dalam menjaga kesehatan lambung, usus, dan juga hati. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

7.  Menyehatkan dan Mengoptimalkan Fungsi Mata
Dalam beberapa hasil riset dinyatakan bahwa, Kandungan Kalori, Omega-3, Omega-6, Vitamin E dan Vitamin A pada cakwe memiliki kegunaan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan mata dan mengoptimalkan fungsi penglihatan mata. Selain itu, dengan kombinasi kandungan Vitamin A, Vitaman E, Potasium dan Fosfor pada cakwe, maka mata akan tercegah dan terlindungi dari berbagai serangan virus-virus dan bakteri-bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan masalah kerusakan mata seperti : Katarak, Biopi, Miopi, dan sejenisnya. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

8.  Memperlancar Sistem Metabolisme
Kandungan Kalori, Serat, Protein dan Zat besi pada cakwe dipercaya memiliki kegunaan dalam memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Serat, Protein dan Zat besi tersebut bekerja secara aktif dalam merangsang produktivitas sel-sel saraf dan darah sehingga tubuh dapat menyerap zat-zat berguna dan membuang zat-zat yang tidak berguna melalui saluran pembuangan. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

9.  Memberi Pasokan Energi dan Tenaga
Dalam setiap 110 gr cakwe, setidaknya terkandung Karbohidrat 75,4 gram, Protein 2,42 gram, dan Kalori 280 Kcal. Dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat cukup dalam memenuhi AKG (angka kebutuhan gizi) bagi seseorang usia dewasa-remaja.

Selain itu, cakwe juga kaya akan kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang dapat meningkatkan energi secara signifikan. Bahkan kandungan Asam amino (Omega-3 dan Omega-6) pada cakwe juga berfungsi dalam membantu memperlancar proses pemecahan zat-zat yang terdapat pada lambung. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

10.  Mempertajam Daya Ingat (Memory Ability)
Hasil penelitian dari pakar fisioterapist mendapati bahwa, Kalori cakwe yang mana memiliki beberapa kandungan gizi, nutrisi, dan senyawa-senyawa aktif dapat secara aktif merangsang kemampuan memory ability (fungsi daya ingat otak). Beberapa zat-zat pada cakwe yang memiliki kemampuan dalam mempertajam daya ingat otak adalah Zat besi, Protein, Fosfor, Kalsium, Potasium, dan Zink. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

11.  Menjaga Kesehatan Lambung
Senyawa-senyawa Anti-Oksidan dan Anti-Inflmasi pada cakwe juga memiliki kemampuan sangat baik dalam mensterilkan lambung, usus besar, dan usu kecil secara keseluruhan. Belum lagi tingginya kandungan Kalori, Vitamin E dan Serat di dalam cakwe juga sangat berguna dalam menangkal berbagai virus, bakter dan mikroba jahat lainnya yang bisa menimbulkan masalah peradangan pada usus dan lambung. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

12.  Memperlancar Peredaran Darah
Kandungan Kalori, Omega-6, Vitamin A, Zat Besi, Fosfor dan Magnesium pada cakwe juga sangat berguna dalam memperlancar sistem sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Kandungan-kandungan tersebut bekerja aktif dalam mengaliri oksigen pada otot, saraf dan darah yang akan berpengaruh terhadap optimalisasi sistem kerja organ-organ tubuh yang lainnya. Dengan mengalirnya Oksigen secara efektif, tentunya hal tersebut akan langsung bereaksi terhadap kelancaran sirkulasi atau peredaran darah ke organ-organ seluruh tubuh. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

13.  Menjaga kesehatan Gigi dan Gusi
Dengan kombinasi Kalsium dan Fosfor pada cakwe, kandungan dari keduanya sangat berguna dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Kombinasi keduanya dipercaya dapat meningkatkan pemadatan gigi dan merawat ketebalan enamel gigi. Belum lagi kalori cakwe yang kaya akan kandungan Vitamin E, yang dimana hal tersebut juga dapat membantu aktif mensterilkan rongga-rongga mulut sekitar gigi dan gusi. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

14.  Menjaga Kesehatan Saluran Kemih
Salah satu kalori cakwe yang paling menonjol adalah karena tersedianya kandungan senyawa-senyawa Anti-Oksidan, Anti-Inflamasi dan Anti-Bacterial beserta Kalori di dalamnya. Dimana tentunya hal tersebut sangat baik dalam menjaga, mengobati serta menghilangkan rasa nyeri akibat infeksi pada kantung kemih dan saluran kemih. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

(+ Lainnya...)

15.  Meningkatkan Mood
Beberapa pakar fisioterapist dan nutrisionist dari PAHO (Pan American Health Organization) mendapati bahwa, Tingginya kandungan Protein dan Vitamin B12 pada cakwe juga bisa mengatasi stress, depresi, sekaligus memperbaiki mood. Selain itu, cakwe juga menyediakan Zat besi, Kalium, Magnesium, dan Fosfor yang dimana berperan sangat aktif dalam membantu mengontrol tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit ginjal dan stroke. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

16.  Mengobati Penyakit Diabetes Melitus
Salah seorang profesor spesialis kesehatan gizi dan pangan dari University of Zagreb, Rusia Prof. Dr. Nada Orsolic Ph.d menemukan dalam penelitiannya bahwa, Zat-zat dan senyawa-senyawa aktif yang terdapat pada cakwe memiliki kemampuan istimewa dalam mengatasi penyakit Diabetes secara efektif. Kandungan seperti Zat besi, Niasin, Serat dan Vitamin E pada cakwe merupakan kombinasi yang sangat pas dalam menurunkan kadar Trigliserida dalam tubuh, sehingga masalah Diabetes akan bisa dengan mudah terobati. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

17.  Mengatasi Nyeri Sendi (Arthritis)
cakwe mengandung nutrisi Kalori, Kalsium, Magnesium, dan Fosfor yang terbukti secara ilmiah dapat mengatasi nyeri pada persendian. Sakit pada persendian maupun tulang kerap dialami orang yang sudah menginjak usia 30 tahun ke atas, dimana memang penyebab utamanya dikarenakan oleh otot atau sendi yang tidak ternutrisi dengan baik. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

18.  Mencegah Resiko Kemandulan
Beberapa temuan ilmiah gizi dan nutrisi mengemukakan fakta bahwa, Kekurangan asupan Vitamin E pada pria dapat menghambat dan memperlambat dalam memperoleh keturunan. Perbaikan untuk hal ini memerlukan waktu satu bulan dengan meningkatkan konsumsi Vitamin E sebanyak 500 miligram. Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi Vitamin E. Kalori cakwe dipercaya mampu menyediakan kadar jumlah yang dibutuhkan tubuh dalam mengatasi masalah-masalah kemandulan atau kesuburan seperti ini. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

19.  Mengatasi Sembelit
Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa, Sebagian besar kandungan komposisi dari cakwe adalah Kalori dan Protein, yang dimana bisa mencapai 80-100 gr dalam setiap 110 gr. Bahkan cakwe juga memiliki kandungan Kalori dan Serat yang terbilang salah satu cukup tinggi di antara daging-dagingan lainnya. Kandungan Serat alami pada cakwe ini bekerja aktif dalam melancarkan, mencegah, dan mengatasi masalah sembelit secara bersamaan. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

20.  Meredakan Sariawan
Dalam beberapa uji laboratorium dibuktikan bahwa, Tingginya kandungan Kalori dan Vitamin E pada cakwe dipercaya sangat bagus dalam mengatasi sariawan dan panas dalam. Sariawan yang timbul karena terjadinya reaksi kelainan ada selaput lendir mulut dengan ditandai rasa sakit, nyeri dan berluka berupa warna putih kekuningan akan dapat terobati dengan mengonsumsi cakwe secara rutin. Bahkan para pakar medis menyebutkan kalori cakwe dalam mengatasi sariawan ini adalah cara yang cukup efektif dan efisien tanpa perlu mengkhawatirkan akibat ataupun dampak efek sampingnya. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

21.  Meleburkan Lemak Jahat Dalam Tubuh
Pada dasarnya, kalori cakwe pada kemampuannya menurunkan berat badan juga telah dibuktikan dalam suatu hasil studi ilmiah yang menyebutkan bahwasanya, Kemampuan lain dari kandungan Zat Xanthone yang terdapat di dalam cakwe adalah memecah dan menetralisir sel-sel membran yang dimana memang memiliki tugas dalam menahan dan menyimpan kelebihan sisa-sisa metabolisme tubuh.

Selain itu, salah satu kalori cakwe yang cukup unik adalah karena terkandung senyawa bernama Fucoxanthin. Dimana senyawa ini adalah salah satu karetonoid (pembentuk pigmen warna) yang berperan meningkatkan proses pemecahan dan pembakaran lemak lewat mekanisme Termogenin, sehingga dengan demikian hal tersebut dapat memperkecil resiko terjadinya Obesitas atau kelebihan berat badan. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

22.  Menutrisi Sel-sel Kulit
cakwe memiliki beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang berguna bagi kesehatan kulit seperti :  Kalori, Omega-3, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin K, dan Vitamin E. Selain itu, para pakar nutrisionist dan dermatologist juga menyebutkan bahwa, kalori cakwe yang mana mengandung senyawa-senyawa Anti-Oksidan Anti-Inflamasi di dalamnya dipercaya dapat berguna untuk mencegah serta mengatasi berbagai masalah-masalah infeksi, iritasi, dan peradangan pada kulit. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

23.  Menetralisir Racun Dalam Tubuh
Seorang pakar pengobatan herbal Indonesia, Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma berpendapat bahwa, cakwe sangat bagus untuk membersihkan darah dan racun dalam tubuh karena di dalamnya terkandung beberapa kalori, zat asam dan enzim yang bekerja sangat masif mentralisir Toxin-Poison-Dirt (TPD) atau racun dalam tubuh. Toxin atau racun dalam tubuh tersebut kemudian di buang melalui urine yang disertai dengan bau tak sedap, namun perlu dipahami bahwa bau busuk tak sedap tersebutlah yang menandakan bahwa racun dalam tubuh tergiring keluar. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

24.  Menurunkan Kadar Kolesterol
Dalam sebuah riset ilmiah yang berjudul ‘Seaweed and human health’ yang juga telah dipublikasikan dalam Nutrition Reviews tahun 2014 disebutkan bahwa, Kandungan Kalori serta Sulfated Polysacharides (SPS) pada cakwe dipercaya sangat berguna dalam mengatasi dan menurunkan kadar kolesterol (LDL) dalam darah, serta mampu membantu menurunkan tekanan darah tinggi bagi para penderita Hipertensi. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

25.  Mengurangi Resiko Anemia (Kurang Darah)
Bagi para penderita Anemia atau kurang darah, cakwe bisa dijadikan sebagai salah satu terapi asupan makanan rumahan. Dengan kelebihan positif dari cakwe yang kaya akan kandungan Kalori dan Zat besi di dalamnya, hal tersebut dapat memicu meningkatnya kadar Hemoglobin darah, sehingga proses produksi darah menjadi lebih lancar tanpa adanya masalah hambatan. Meskipun begitu memang pengonsumsian cakwe ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.



ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat menurut pakar Medis
-> 10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist
-> 11 Cara Menghilangkan BEKAS CUPANG Menghitam
-> 10 Cara Alami Menebalkan dan Mempercantik ALIS MATA

Kalori CHATIME (per/110 gr) menurut pakar Nutrisionist

Dalam sebuah hasil riset dari AHA (America Heart Association) tahun 2012, dinyatakan bahwa, chatime merupakan salah satu jenis sumber makanan olahan yang memiliki kalori dalam jumlah cukup tinggi per saji-nya/110 gr di antara dengan jenis minuman maupun makanan-makanan olahan lain pada umumnya. Namun bagi para penyuka atau pengonsumsi chatime tidak perlu khawatir selama jumlah pengonsumsiannya tidak melebihi 110 gr per hari-nya. Karena memang selain kalori, di dalam chatime juga mengandung segudang Protein dan Karbohidrat yang sangat berguna dalam menopang kebutuhan energi-tenaga bagi tubuh. Bahkan kombinasi Protein, Karbohidrat dan Kalori chatime dapat terhitung sebagai yang cukup tinggi oleh karenanya sangat perlu untuk dibatasi pengonsumsiannya supaya tidak malah menyebabkan atau menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya.


Pada hakikatnya, chatime sendiri memiliki rasa berciri khas tersendiri dan memiliki tekstur yang mulus di bagian luaran mentah-nya. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada chatime antara lain : Protein, Karbohidrat, Serat, Omega-3, Omega-6,Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Vitamin B12, Thiamin, Riboflavin, Niasin, Zat besi, Kalsium, Potasium, Magnesium dan Sodium. Walaupun begitu bagi para beberapa pemeluk agama, kuliner dari bahan makanan yang satu ini memang perlu dipertimbangkan hukum-hukum mengonsumsinya supaya tidak malah menjadi perbuatan tercela (dosa).

Beberapa pakar peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi bahan-bahan nabati dari pembuatan chatime sendiri pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan. Karena memang kalori dari chatime-lah yang berperan besar dalam memaksimalkan pengelolaan dari senyawa-senyawa aktif positif yang terasupi oleh tubuh.

Sedangkan menurut hasil riset yang dilansir dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 telah dinyatakan bahwa, kalori chatime yang mana mengandung beberapa nutrisi dapat secara aktif membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi) sekaligus mengoptimalkan fungsi imun tubuh. Selain itu, kalori chatime juga dapat menyediakan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan dalam kadar jumlah yang cukup tinggi. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada chatime inilah yang dapat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya kanker.

Yang mana juga hal tersebut telah disepakati oleh para pakar nutrisionist mereka bahwasanya khasiat dan kalori chatime terbukti sangat baik bagi kesehatan saraf otak, hati, jantung, jaringan sel-sel darah, mata dan organ tubuh lainnya. Ini dikarenakan tersedianya beberapa gizi dan nutrisi yang terdapat dalam chatime. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang dimaksudkan terdapat pada chatime tersebut antara lain : Protein, Karbohidrat, dan juga Lemak.

Pada tahun 1986, Cancer Research Instituite of Chinese Academy of Medical Sciences mengemukakan penemuan bahwa ekstrak chatime memiliki tiga zat Anti-Karsinogen, yaitu : Afliatoksin B1, 4-nitroquinoline-N-oksida, Phenylpropionate(a)pyrene. Ketiganya dipercaya memiliki kemampuan khusus yang dapat berfungsi menghambat kanker secara signifikan.

Tidak hanya itu saja, chatime telah terbukti memiliki kandungan Kalori dalam jumlah yang cukup tinggi. Perlu dipahami bahwa Kalori yangh terdiri dari Protein dan Karbohidrat juga terbukti secara ilmiah memiliki khasiat luar biasa dalam mencegah kanker. Berdasarkan penelitian para ilmuwan Jepang juga telah mengakuinya. Mereka telah melakukan penelitian terhadap sisi aspek dari segi kalori chatime, yang mana hasilnya mereka menemukan bahwa zat kandungan pada chatime memiliki efek Anti-Kanker.

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan para ilmuwan dari Institute of Psychology Austrian, Austria menemukan bahwa, kalori chatime memiliki kemampuan khusus dalam menstabilkan tekanan darah pada tubuh setara dengan seperti coklat dan keripik kentang. Selain itu, dari 5.000 relawan yang mengalami tekanan darah tinggi, para ilmuwan menemukan bahwa kalori chatime dapat secara aktif mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh sebanyak 80% sehingga hal tersebut akan berdampak terhadap kestabilan tingkat tekanan darah supaya tetap dalam tingkatan konstan.

Sedangkan laporan dari para pakar nutrisionist di Michigan State University (MSU), Michigan, Amerika Serikat menemukan bahwa, Pada seseorang yang sedang berada diusia produktif 25-30 tahun ada baiknya banyak-banyak mengonsumsi sumber makanan daging-dagingan, salah satunya seperti chatime ini. Karena dalam temuannya disebutkan bahwa kalori chatime dapat mengatasi berbagai macam penyakit-penyakit kronis seperti Kanker, Penyakit jantung, Diabetes dan Obesitas jika takarannya disesuaikan dengan pola diet yang benar. Dimana memang seperti yang dikethaui dampaknya dari penyakit-penyakit tersebut lebih banyak dijangkiti pada seseorang yang sedang dalam masa produktif.

Seorang profesor dan pakar di bidang gizi-nutrisi Dr. Maurice Bennink, mengemukakan bahwa, Seseorang yang mengonsumsi rutin daging-dagingan seperti chatime setidaknya empat kali seminggu memiliki resiko terkena penyakit jantung 22% lebih rendah daripada dari mereka yang tidak rutin atau tidak pernah sama sekali mengonsumsinya. Hasil penelitian ini didapatkan dari temuannya di 41 negara, yang dimana para warganya rutin mengonsumsi daging-dagingan seperti chatime ini. Dimana dalam temuannya juga didapati bahwa mengonsumsi chatime dapat memberikan kalori bagi kesehatan tubuh dalam kemampuan mencegah sekaligus mengatasi masalah penyakit jantung, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.

Dalam studi ilmiah yang telah dilansir dalam Journal of Microbiology Research disebutkan bahwa, kalori chatime bagi kesehatan gigi dan tulang sama seperti segelas halnya makan-makanan olahan berbahan dasar nabati lainnya. Dimana kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada chatime dapat memberikan rangsangan aktifitas bagi Growth Hormone dalam memperbaiki, meregenerasi serta meningkatkan fungsi kognitif sel-sel tulang secara keseluruhan.

Menurut peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, New Zealand Dr. Peter C Molan MBE, mengemukakan bahwa, kalori chatime telah terbukti mengandung zat-zat Antibiotik alami yang sangat aktif melawan serangan-serangan radikal bebas dari berbagai jenis virus-bakteri berbahaya, salah satunya Patogen. Dimana Patogen ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit-penyakit dan masalah-masalah kesehatan kronis berbahaya.

Berikut beberapa khasiat dan kalori chatime menurut penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

14 Kegunaan (Positif) Kalori CHATIME per-porsi 110/gr menurut pakar Nutrisionist

1.  Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan-kandungan seperti Kalori yang terdiri dari Protein, Karbohidrat dan Lemak pada chatime adalah komponen penting dalam sel yang berfungsi membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, tingginya kandungan Potasium pada chatime juga dapat berguna melindungi sel-sel saraf jantung di Arteri dan Vena agar terhindar dari masalah stroke dan penyakit jantung koroner. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

2.  Meningkatkan Kecerdasan Otak
Para peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi bahan-bahan nabati dari pembuatan chatime sendiri pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan. Karena memang kalori dari chatime-lah yang berperan besar dalam memaksimalkan pengelolaan dari senyawa-senyawa aktif positif yang terasupi oleh tubuh. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

3.  Mencegah dan Melawan Kanker
Dalam beberapa hasil riset ilmiah dari seorang spesialis saraf dan kanker melansir temuan ilmiah mereka yang bertajuk International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 menyatakan bahwa, makanan-makanan berbahan dasar nabati seperti chatime ini terbilang sangat kaya akan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan di dalamnya. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada chatime ini dipercaya berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan jaringan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya sel-sel kanker. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

4.  Memperkuat dan Menutrisi Tulang
Dalam setiap 100 gr, chatime mampu menyediakan kandungan Kalsium 35 mg, Fosfor 55 mg dan Magnesium 0,25 gr. Dimana jumlah tersebut setara dengan Bayam (setiap 100 gr) dan Susu (setiap 450 ml). Tingginya kandungan Kalsium, Fosfor dan Magnesium pada chatime tersebut tentu sangat berguna dalam menguatkan dan memperkokoh struktur tulang, sehingga tulang akan terhindar dari masalah-masalah pengeroposan tulang seperti Osteoporosis. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

5.  Pelengkap kebutuhan Gizi Tubuh
Berdasarkan studi ilmiah yang diterbitkan dalam International Journal Food Science Nutrition tahun 2003 disebutkan bahwa, Kandungan gizi dan nutrisi pada chatime terbilang sangat komplit dan komplek. Adapun beberapa kandungan gizi dan nutrisi dalam chatime yaitu Kalori, Kalsium, Magnesium, Boron, Kobalt, Tembaga, Fluorin, Zat besi, Zat Mangan, Fosfor, Sodium, Selenium, dan Zink. Selain itu, Protein dari chatime juga mengandung 23 tipe lemak dan asam amino, antara lain seperti : Omega-3, Omega-6, Asam Palmitoleat, Oleat, Linoleat, dan Linolenat. chatime pun dilengkapi dengan berbagai vitamin, seperti Vitamin A, Vitamin B komplek, Vitamin B2, Vitamin E, dan masih banyak lagi. chatime juga memiliki kandungan senyawa-senyawa Anti-Oksidan seperti Tannin, Beta karoten, Lutein, serta Zea-xanthin. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

6.  Memperkuat Sistem Imunitas Tubuh
Salah satu keunggulan dari kalori chatime adalah karena tersedianya kandungan Kalori, Vitamin C, Protein, Niasin Riboflavin dan Isoflavin yang kadar jumlahnya terbilang cukup tinggi. Dimana kandungan-kandungan tersebut dipercaya sangat ampuh dalam memperkuat dan menjaga imunitas tubuh (sistem kekebalan tubuh). Selain itu, beberapa kandungan senyawa Anti-Inflamasi pada chatime juga memiliki kegunaan dalam menjaga kesehatan lambung, usus, dan juga hati. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

7.  Menyehatkan dan Mengoptimalkan Fungsi Mata
Dalam beberapa hasil riset dinyatakan bahwa, Kandungan Kalori, Omega-3, Omega-6, Vitamin E dan Vitamin A pada chatime memiliki kegunaan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan mata dan mengoptimalkan fungsi penglihatan mata. Selain itu, dengan kombinasi kandungan Vitamin A, Vitaman E, Potasium dan Fosfor pada chatime, maka mata akan tercegah dan terlindungi dari berbagai serangan virus-virus dan bakteri-bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan masalah kerusakan mata seperti : Katarak, Biopi, Miopi, dan sejenisnya. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

8.  Memperlancar Sistem Metabolisme
Kandungan Kalori, Serat, Protein dan Zat besi pada chatime dipercaya memiliki kegunaan dalam memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Serat, Protein dan Zat besi tersebut bekerja secara aktif dalam merangsang produktivitas sel-sel saraf dan darah sehingga tubuh dapat menyerap zat-zat berguna dan membuang zat-zat yang tidak berguna melalui saluran pembuangan. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

9.  Memberi Pasokan Energi dan Tenaga
Dalam setiap 110 gr chatime, setidaknya terkandung Karbohidrat 75,4 gram, Protein 2,42 gram, dan Kalori 280 Kcal. Dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat cukup dalam memenuhi AKG (angka kebutuhan gizi) bagi seseorang usia dewasa-remaja.

Selain itu, chatime juga kaya akan kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang dapat meningkatkan energi secara signifikan. Bahkan kandungan Asam amino (Omega-3 dan Omega-6) pada chatime juga berfungsi dalam membantu memperlancar proses pemecahan zat-zat yang terdapat pada lambung. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

10.  Mempertajam Daya Ingat (Memory Ability)
Hasil penelitian dari pakar fisioterapist mendapati bahwa, Kalori chatime yang mana memiliki beberapa kandungan gizi, nutrisi, dan senyawa-senyawa aktif dapat secara aktif merangsang kemampuan memory ability (fungsi daya ingat otak). Beberapa zat-zat pada chatime yang memiliki kemampuan dalam mempertajam daya ingat otak adalah Zat besi, Protein, Fosfor, Kalsium, Potasium, dan Zink. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

11.  Menjaga Kesehatan Lambung
Senyawa-senyawa Anti-Oksidan dan Anti-Inflmasi pada chatime juga memiliki kemampuan sangat baik dalam mensterilkan lambung, usus besar, dan usu kecil secara keseluruhan. Belum lagi tingginya kandungan Kalori, Vitamin E dan Serat di dalam chatime juga sangat berguna dalam menangkal berbagai virus, bakter dan mikroba jahat lainnya yang bisa menimbulkan masalah peradangan pada usus dan lambung. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

12.  Memperlancar Peredaran Darah
Kandungan Kalori, Omega-6, Vitamin A, Zat Besi, Fosfor dan Magnesium pada chatime juga sangat berguna dalam memperlancar sistem sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Kandungan-kandungan tersebut bekerja aktif dalam mengaliri oksigen pada otot, saraf dan darah yang akan berpengaruh terhadap optimalisasi sistem kerja organ-organ tubuh yang lainnya. Dengan mengalirnya Oksigen secara efektif, tentunya hal tersebut akan langsung bereaksi terhadap kelancaran sirkulasi atau peredaran darah ke organ-organ seluruh tubuh. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

13.  Menjaga kesehatan Gigi dan Gusi
Dengan kombinasi Kalsium dan Fosfor pada chatime, kandungan dari keduanya sangat berguna dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Kombinasi keduanya dipercaya dapat meningkatkan pemadatan gigi dan merawat ketebalan enamel gigi. Belum lagi kalori chatime yang kaya akan kandungan Vitamin E, yang dimana hal tersebut juga dapat membantu aktif mensterilkan rongga-rongga mulut sekitar gigi dan gusi. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

14.  Menjaga Kesehatan Saluran Kemih
Salah satu kalori chatime yang paling menonjol adalah karena tersedianya kandungan senyawa-senyawa Anti-Oksidan, Anti-Inflamasi dan Anti-Bacterial beserta Kalori di dalamnya. Dimana tentunya hal tersebut sangat baik dalam menjaga, mengobati serta menghilangkan rasa nyeri akibat infeksi pada kantung kemih dan saluran kemih. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

(+ Lainnya...)

15.  Meningkatkan Mood
Beberapa pakar fisioterapist dan nutrisionist dari PAHO (Pan American Health Organization) mendapati bahwa, Tingginya kandungan Protein dan Vitamin B12 pada chatime juga bisa mengatasi stress, depresi, sekaligus memperbaiki mood. Selain itu, chatime juga menyediakan Zat besi, Kalium, Magnesium, dan Fosfor yang dimana berperan sangat aktif dalam membantu mengontrol tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit ginjal dan stroke. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

16.  Mengobati Penyakit Diabetes Melitus
Salah seorang profesor spesialis kesehatan gizi dan pangan dari University of Zagreb, Rusia Prof. Dr. Nada Orsolic Ph.d menemukan dalam penelitiannya bahwa, Zat-zat dan senyawa-senyawa aktif yang terdapat pada chatime memiliki kemampuan istimewa dalam mengatasi penyakit Diabetes secara efektif. Kandungan seperti Zat besi, Niasin, Serat dan Vitamin E pada chatime merupakan kombinasi yang sangat pas dalam menurunkan kadar Trigliserida dalam tubuh, sehingga masalah Diabetes akan bisa dengan mudah terobati. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

17.  Mengatasi Nyeri Sendi (Arthritis)
chatime mengandung nutrisi Kalori, Kalsium, Magnesium, dan Fosfor yang terbukti secara ilmiah dapat mengatasi nyeri pada persendian. Sakit pada persendian maupun tulang kerap dialami orang yang sudah menginjak usia 30 tahun ke atas, dimana memang penyebab utamanya dikarenakan oleh otot atau sendi yang tidak ternutrisi dengan baik. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

18.  Mencegah Resiko Kemandulan
Beberapa temuan ilmiah gizi dan nutrisi mengemukakan fakta bahwa, Kekurangan asupan Vitamin E pada pria dapat menghambat dan memperlambat dalam memperoleh keturunan. Perbaikan untuk hal ini memerlukan waktu satu bulan dengan meningkatkan konsumsi Vitamin E sebanyak 500 miligram. Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi Vitamin E. Kalori chatime dipercaya mampu menyediakan kadar jumlah yang dibutuhkan tubuh dalam mengatasi masalah-masalah kemandulan atau kesuburan seperti ini. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

19.  Mengatasi Sembelit
Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa, Sebagian besar kandungan komposisi dari chatime adalah Kalori dan Protein, yang dimana bisa mencapai 80-100 gr dalam setiap 110 gr. Bahkan chatime juga memiliki kandungan Kalori dan Serat yang terbilang salah satu cukup tinggi di antara daging-dagingan lainnya. Kandungan Serat alami pada chatime ini bekerja aktif dalam melancarkan, mencegah, dan mengatasi masalah sembelit secara bersamaan. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

20.  Meredakan Sariawan
Dalam beberapa uji laboratorium dibuktikan bahwa, Tingginya kandungan Kalori dan Vitamin E pada chatime dipercaya sangat bagus dalam mengatasi sariawan dan panas dalam. Sariawan yang timbul karena terjadinya reaksi kelainan ada selaput lendir mulut dengan ditandai rasa sakit, nyeri dan berluka berupa warna putih kekuningan akan dapat terobati dengan mengonsumsi chatime secara rutin. Bahkan para pakar medis menyebutkan kalori chatime dalam mengatasi sariawan ini adalah cara yang cukup efektif dan efisien tanpa perlu mengkhawatirkan akibat ataupun dampak efek sampingnya. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

21.  Meleburkan Lemak Jahat Dalam Tubuh
Pada dasarnya, kalori chatime pada kemampuannya menurunkan berat badan juga telah dibuktikan dalam suatu hasil studi ilmiah yang menyebutkan bahwasanya, Kemampuan lain dari kandungan Zat Xanthone yang terdapat di dalam chatime adalah memecah dan menetralisir sel-sel membran yang dimana memang memiliki tugas dalam menahan dan menyimpan kelebihan sisa-sisa metabolisme tubuh.

Selain itu, salah satu kalori chatime yang cukup unik adalah karena terkandung senyawa bernama Fucoxanthin. Dimana senyawa ini adalah salah satu karetonoid (pembentuk pigmen warna) yang berperan meningkatkan proses pemecahan dan pembakaran lemak lewat mekanisme Termogenin, sehingga dengan demikian hal tersebut dapat memperkecil resiko terjadinya Obesitas atau kelebihan berat badan. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

22.  Menutrisi Sel-sel Kulit
chatime memiliki beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang berguna bagi kesehatan kulit seperti :  Kalori, Omega-3, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin K, dan Vitamin E. Selain itu, para pakar nutrisionist dan dermatologist juga menyebutkan bahwa, kalori chatime yang mana mengandung senyawa-senyawa Anti-Oksidan Anti-Inflamasi di dalamnya dipercaya dapat berguna untuk mencegah serta mengatasi berbagai masalah-masalah infeksi, iritasi, dan peradangan pada kulit. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

23.  Menetralisir Racun Dalam Tubuh
Seorang pakar pengobatan herbal Indonesia, Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma berpendapat bahwa, chatime sangat bagus untuk membersihkan darah dan racun dalam tubuh karena di dalamnya terkandung beberapa kalori, zat asam dan enzim yang bekerja sangat masif mentralisir Toxin-Poison-Dirt (TPD) atau racun dalam tubuh. Toxin atau racun dalam tubuh tersebut kemudian di buang melalui urine yang disertai dengan bau tak sedap, namun perlu dipahami bahwa bau busuk tak sedap tersebutlah yang menandakan bahwa racun dalam tubuh tergiring keluar. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

24.  Menurunkan Kadar Kolesterol
Dalam sebuah riset ilmiah yang berjudul ‘Seaweed and human health’ yang juga telah dipublikasikan dalam Nutrition Reviews tahun 2014 disebutkan bahwa, Kandungan Kalori serta Sulfated Polysacharides (SPS) pada chatime dipercaya sangat berguna dalam mengatasi dan menurunkan kadar kolesterol (LDL) dalam darah, serta mampu membantu menurunkan tekanan darah tinggi bagi para penderita Hipertensi. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

25.  Mengurangi Resiko Anemia (Kurang Darah)
Bagi para penderita Anemia atau kurang darah, chatime bisa dijadikan sebagai salah satu terapi asupan makanan rumahan. Dengan kelebihan positif dari chatime yang kaya akan kandungan Kalori dan Zat besi di dalamnya, hal tersebut dapat memicu meningkatnya kadar Hemoglobin darah, sehingga proses produksi darah menjadi lebih lancar tanpa adanya masalah hambatan. Meskipun begitu memang pengonsumsian chatime ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.



ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat menurut pakar Medis
-> 10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist
-> 11 Cara Menghilangkan BEKAS CUPANG Menghitam
-> 10 Cara Alami Menebalkan dan Mempercantik ALIS MATA

Kalori LONTONG (per/110 gr) menurut pakar Nutrisionist

Dalam sebuah hasil riset dari AHA (America Heart Association) tahun 2012, dinyatakan bahwa, lontong merupakan salah satu jenis sumber makanan olahan yang memiliki kalori dalam jumlah cukup tinggi per saji-nya/110 gr di antara dengan jenis minuman maupun makanan-makanan olahan lain pada umumnya. Namun bagi para penyuka atau pengonsumsi lontong tidak perlu khawatir selama jumlah pengonsumsiannya tidak melebihi 110 gr per hari-nya. Karena memang selain kalori, di dalam lontong juga mengandung segudang Protein dan Karbohidrat yang sangat berguna dalam menopang kebutuhan energi-tenaga bagi tubuh. Bahkan kombinasi Protein, Karbohidrat dan Kalori lontong dapat terhitung sebagai yang cukup tinggi oleh karenanya sangat perlu untuk dibatasi pengonsumsiannya supaya tidak malah menyebabkan atau menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya.


Pada hakikatnya, lontong sendiri memiliki rasa berciri khas tersendiri dan memiliki tekstur yang mulus di bagian luaran mentah-nya. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada lontong antara lain : Protein, Karbohidrat, Serat, Omega-3, Omega-6,Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Vitamin B12, Thiamin, Riboflavin, Niasin, Zat besi, Kalsium, Potasium, Magnesium dan Sodium. Walaupun begitu bagi para beberapa pemeluk agama, kuliner dari bahan makanan yang satu ini memang perlu dipertimbangkan hukum-hukum mengonsumsinya supaya tidak malah menjadi perbuatan tercela (dosa).

Beberapa pakar peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi bahan-bahan nabati dari pembuatan lontong sendiri pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan. Karena memang kalori dari lontong-lah yang berperan besar dalam memaksimalkan pengelolaan dari senyawa-senyawa aktif positif yang terasupi oleh tubuh.

Sedangkan menurut hasil riset yang dilansir dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 telah dinyatakan bahwa, kalori lontong yang mana mengandung beberapa nutrisi dapat secara aktif membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi) sekaligus mengoptimalkan fungsi imun tubuh. Selain itu, kalori lontong juga dapat menyediakan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan dalam kadar jumlah yang cukup tinggi. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada lontong inilah yang dapat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya kanker.

Yang mana juga hal tersebut telah disepakati oleh para pakar nutrisionist mereka bahwasanya khasiat dan kalori lontong terbukti sangat baik bagi kesehatan saraf otak, hati, jantung, jaringan sel-sel darah, mata dan organ tubuh lainnya. Ini dikarenakan tersedianya beberapa gizi dan nutrisi yang terdapat dalam lontong. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang dimaksudkan terdapat pada lontong tersebut antara lain : Protein, Karbohidrat, dan juga Lemak.

Pada tahun 1986, Cancer Research Instituite of Chinese Academy of Medical Sciences mengemukakan penemuan bahwa ekstrak lontong memiliki tiga zat Anti-Karsinogen, yaitu : Afliatoksin B1, 4-nitroquinoline-N-oksida, Phenylpropionate(a)pyrene. Ketiganya dipercaya memiliki kemampuan khusus yang dapat berfungsi menghambat kanker secara signifikan.

Tidak hanya itu saja, lontong telah terbukti memiliki kandungan Kalori dalam jumlah yang cukup tinggi. Perlu dipahami bahwa Kalori yangh terdiri dari Protein dan Karbohidrat juga terbukti secara ilmiah memiliki khasiat luar biasa dalam mencegah kanker. Berdasarkan penelitian para ilmuwan Jepang juga telah mengakuinya. Mereka telah melakukan penelitian terhadap sisi aspek dari segi kalori lontong, yang mana hasilnya mereka menemukan bahwa zat kandungan pada lontong memiliki efek Anti-Kanker.

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan para ilmuwan dari Institute of Psychology Austrian, Austria menemukan bahwa, kalori lontong memiliki kemampuan khusus dalam menstabilkan tekanan darah pada tubuh setara dengan seperti coklat dan keripik kentang. Selain itu, dari 5.000 relawan yang mengalami tekanan darah tinggi, para ilmuwan menemukan bahwa kalori lontong dapat secara aktif mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh sebanyak 80% sehingga hal tersebut akan berdampak terhadap kestabilan tingkat tekanan darah supaya tetap dalam tingkatan konstan.

Sedangkan laporan dari para pakar nutrisionist di Michigan State University (MSU), Michigan, Amerika Serikat menemukan bahwa, Pada seseorang yang sedang berada diusia produktif 25-30 tahun ada baiknya banyak-banyak mengonsumsi sumber makanan daging-dagingan, salah satunya seperti lontong ini. Karena dalam temuannya disebutkan bahwa kalori lontong dapat mengatasi berbagai macam penyakit-penyakit kronis seperti Kanker, Penyakit jantung, Diabetes dan Obesitas jika takarannya disesuaikan dengan pola diet yang benar. Dimana memang seperti yang dikethaui dampaknya dari penyakit-penyakit tersebut lebih banyak dijangkiti pada seseorang yang sedang dalam masa produktif.

Seorang profesor dan pakar di bidang gizi-nutrisi Dr. Maurice Bennink, mengemukakan bahwa, Seseorang yang mengonsumsi rutin daging-dagingan seperti lontong setidaknya empat kali seminggu memiliki resiko terkena penyakit jantung 22% lebih rendah daripada dari mereka yang tidak rutin atau tidak pernah sama sekali mengonsumsinya. Hasil penelitian ini didapatkan dari temuannya di 41 negara, yang dimana para warganya rutin mengonsumsi daging-dagingan seperti lontong ini. Dimana dalam temuannya juga didapati bahwa mengonsumsi lontong dapat memberikan kalori bagi kesehatan tubuh dalam kemampuan mencegah sekaligus mengatasi masalah penyakit jantung, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.

Dalam studi ilmiah yang telah dilansir dalam Journal of Microbiology Research disebutkan bahwa, kalori lontong bagi kesehatan gigi dan tulang sama seperti segelas halnya makan-makanan olahan berbahan dasar nabati lainnya. Dimana kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada lontong dapat memberikan rangsangan aktifitas bagi Growth Hormone dalam memperbaiki, meregenerasi serta meningkatkan fungsi kognitif sel-sel tulang secara keseluruhan.

Menurut peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, New Zealand Dr. Peter C Molan MBE, mengemukakan bahwa, kalori lontong telah terbukti mengandung zat-zat Antibiotik alami yang sangat aktif melawan serangan-serangan radikal bebas dari berbagai jenis virus-bakteri berbahaya, salah satunya Patogen. Dimana Patogen ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit-penyakit dan masalah-masalah kesehatan kronis berbahaya.

Berikut beberapa khasiat dan kalori lontong menurut penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

14 Kegunaan (Positif) Kalori LONTONG per-porsi 110/gr menurut pakar Nutrisionist

1.  Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan-kandungan seperti Kalori yang terdiri dari Protein, Karbohidrat dan Lemak pada lontong adalah komponen penting dalam sel yang berfungsi membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, tingginya kandungan Potasium pada lontong juga dapat berguna melindungi sel-sel saraf jantung di Arteri dan Vena agar terhindar dari masalah stroke dan penyakit jantung koroner. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

2.  Meningkatkan Kecerdasan Otak
Para peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi bahan-bahan nabati dari pembuatan lontong sendiri pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan. Karena memang kalori dari lontong-lah yang berperan besar dalam memaksimalkan pengelolaan dari senyawa-senyawa aktif positif yang terasupi oleh tubuh. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

3.  Mencegah dan Melawan Kanker
Dalam beberapa hasil riset ilmiah dari seorang spesialis saraf dan kanker melansir temuan ilmiah mereka yang bertajuk International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 menyatakan bahwa, makanan-makanan berbahan dasar nabati seperti lontong ini terbilang sangat kaya akan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan di dalamnya. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada lontong ini dipercaya berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan jaringan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya sel-sel kanker. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

4.  Memperkuat dan Menutrisi Tulang
Dalam setiap 100 gr, lontong mampu menyediakan kandungan Kalsium 35 mg, Fosfor 55 mg dan Magnesium 0,25 gr. Dimana jumlah tersebut setara dengan Bayam (setiap 100 gr) dan Susu (setiap 450 ml). Tingginya kandungan Kalsium, Fosfor dan Magnesium pada lontong tersebut tentu sangat berguna dalam menguatkan dan memperkokoh struktur tulang, sehingga tulang akan terhindar dari masalah-masalah pengeroposan tulang seperti Osteoporosis. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

5.  Pelengkap kebutuhan Gizi Tubuh
Berdasarkan studi ilmiah yang diterbitkan dalam International Journal Food Science Nutrition tahun 2003 disebutkan bahwa, Kandungan gizi dan nutrisi pada lontong terbilang sangat komplit dan komplek. Adapun beberapa kandungan gizi dan nutrisi dalam lontong yaitu Kalori, Kalsium, Magnesium, Boron, Kobalt, Tembaga, Fluorin, Zat besi, Zat Mangan, Fosfor, Sodium, Selenium, dan Zink. Selain itu, Protein dari lontong juga mengandung 23 tipe lemak dan asam amino, antara lain seperti : Omega-3, Omega-6, Asam Palmitoleat, Oleat, Linoleat, dan Linolenat. lontong pun dilengkapi dengan berbagai vitamin, seperti Vitamin A, Vitamin B komplek, Vitamin B2, Vitamin E, dan masih banyak lagi. lontong juga memiliki kandungan senyawa-senyawa Anti-Oksidan seperti Tannin, Beta karoten, Lutein, serta Zea-xanthin. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

6.  Memperkuat Sistem Imunitas Tubuh
Salah satu keunggulan dari kalori lontong adalah karena tersedianya kandungan Kalori, Vitamin C, Protein, Niasin Riboflavin dan Isoflavin yang kadar jumlahnya terbilang cukup tinggi. Dimana kandungan-kandungan tersebut dipercaya sangat ampuh dalam memperkuat dan menjaga imunitas tubuh (sistem kekebalan tubuh). Selain itu, beberapa kandungan senyawa Anti-Inflamasi pada lontong juga memiliki kegunaan dalam menjaga kesehatan lambung, usus, dan juga hati. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

7.  Menyehatkan dan Mengoptimalkan Fungsi Mata
Dalam beberapa hasil riset dinyatakan bahwa, Kandungan Kalori, Omega-3, Omega-6, Vitamin E dan Vitamin A pada lontong memiliki kegunaan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan mata dan mengoptimalkan fungsi penglihatan mata. Selain itu, dengan kombinasi kandungan Vitamin A, Vitaman E, Potasium dan Fosfor pada lontong, maka mata akan tercegah dan terlindungi dari berbagai serangan virus-virus dan bakteri-bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan masalah kerusakan mata seperti : Katarak, Biopi, Miopi, dan sejenisnya. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

8.  Memperlancar Sistem Metabolisme
Kandungan Kalori, Serat, Protein dan Zat besi pada lontong dipercaya memiliki kegunaan dalam memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Serat, Protein dan Zat besi tersebut bekerja secara aktif dalam merangsang produktivitas sel-sel saraf dan darah sehingga tubuh dapat menyerap zat-zat berguna dan membuang zat-zat yang tidak berguna melalui saluran pembuangan. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

9.  Memberi Pasokan Energi dan Tenaga
Dalam setiap 110 gr lontong, setidaknya terkandung Karbohidrat 75,4 gram, Protein 2,42 gram, dan Kalori 280 Kcal. Dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat cukup dalam memenuhi AKG (angka kebutuhan gizi) bagi seseorang usia dewasa-remaja.

Selain itu, lontong juga kaya akan kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang dapat meningkatkan energi secara signifikan. Bahkan kandungan Asam amino (Omega-3 dan Omega-6) pada lontong juga berfungsi dalam membantu memperlancar proses pemecahan zat-zat yang terdapat pada lambung. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

10.  Mempertajam Daya Ingat (Memory Ability)
Hasil penelitian dari pakar fisioterapist mendapati bahwa, Kalori lontong yang mana memiliki beberapa kandungan gizi, nutrisi, dan senyawa-senyawa aktif dapat secara aktif merangsang kemampuan memory ability (fungsi daya ingat otak). Beberapa zat-zat pada lontong yang memiliki kemampuan dalam mempertajam daya ingat otak adalah Zat besi, Protein, Fosfor, Kalsium, Potasium, dan Zink. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

11.  Menjaga Kesehatan Lambung
Senyawa-senyawa Anti-Oksidan dan Anti-Inflmasi pada lontong juga memiliki kemampuan sangat baik dalam mensterilkan lambung, usus besar, dan usu kecil secara keseluruhan. Belum lagi tingginya kandungan Kalori, Vitamin E dan Serat di dalam lontong juga sangat berguna dalam menangkal berbagai virus, bakter dan mikroba jahat lainnya yang bisa menimbulkan masalah peradangan pada usus dan lambung. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

12.  Memperlancar Peredaran Darah
Kandungan Kalori, Omega-6, Vitamin A, Zat Besi, Fosfor dan Magnesium pada lontong juga sangat berguna dalam memperlancar sistem sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Kandungan-kandungan tersebut bekerja aktif dalam mengaliri oksigen pada otot, saraf dan darah yang akan berpengaruh terhadap optimalisasi sistem kerja organ-organ tubuh yang lainnya. Dengan mengalirnya Oksigen secara efektif, tentunya hal tersebut akan langsung bereaksi terhadap kelancaran sirkulasi atau peredaran darah ke organ-organ seluruh tubuh. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

13.  Menjaga kesehatan Gigi dan Gusi
Dengan kombinasi Kalsium dan Fosfor pada lontong, kandungan dari keduanya sangat berguna dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Kombinasi keduanya dipercaya dapat meningkatkan pemadatan gigi dan merawat ketebalan enamel gigi. Belum lagi kalori lontong yang kaya akan kandungan Vitamin E, yang dimana hal tersebut juga dapat membantu aktif mensterilkan rongga-rongga mulut sekitar gigi dan gusi. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

14.  Menjaga Kesehatan Saluran Kemih
Salah satu kalori lontong yang paling menonjol adalah karena tersedianya kandungan senyawa-senyawa Anti-Oksidan, Anti-Inflamasi dan Anti-Bacterial beserta Kalori di dalamnya. Dimana tentunya hal tersebut sangat baik dalam menjaga, mengobati serta menghilangkan rasa nyeri akibat infeksi pada kantung kemih dan saluran kemih. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

(+ Lainnya...)

15.  Meningkatkan Mood
Beberapa pakar fisioterapist dan nutrisionist dari PAHO (Pan American Health Organization) mendapati bahwa, Tingginya kandungan Protein dan Vitamin B12 pada lontong juga bisa mengatasi stress, depresi, sekaligus memperbaiki mood. Selain itu, lontong juga menyediakan Zat besi, Kalium, Magnesium, dan Fosfor yang dimana berperan sangat aktif dalam membantu mengontrol tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit ginjal dan stroke. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

16.  Mengobati Penyakit Diabetes Melitus
Salah seorang profesor spesialis kesehatan gizi dan pangan dari University of Zagreb, Rusia Prof. Dr. Nada Orsolic Ph.d menemukan dalam penelitiannya bahwa, Zat-zat dan senyawa-senyawa aktif yang terdapat pada lontong memiliki kemampuan istimewa dalam mengatasi penyakit Diabetes secara efektif. Kandungan seperti Zat besi, Niasin, Serat dan Vitamin E pada lontong merupakan kombinasi yang sangat pas dalam menurunkan kadar Trigliserida dalam tubuh, sehingga masalah Diabetes akan bisa dengan mudah terobati. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

17.  Mengatasi Nyeri Sendi (Arthritis)
lontong mengandung nutrisi Kalori, Kalsium, Magnesium, dan Fosfor yang terbukti secara ilmiah dapat mengatasi nyeri pada persendian. Sakit pada persendian maupun tulang kerap dialami orang yang sudah menginjak usia 30 tahun ke atas, dimana memang penyebab utamanya dikarenakan oleh otot atau sendi yang tidak ternutrisi dengan baik. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

18.  Mencegah Resiko Kemandulan
Beberapa temuan ilmiah gizi dan nutrisi mengemukakan fakta bahwa, Kekurangan asupan Vitamin E pada pria dapat menghambat dan memperlambat dalam memperoleh keturunan. Perbaikan untuk hal ini memerlukan waktu satu bulan dengan meningkatkan konsumsi Vitamin E sebanyak 500 miligram. Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi Vitamin E. Kalori lontong dipercaya mampu menyediakan kadar jumlah yang dibutuhkan tubuh dalam mengatasi masalah-masalah kemandulan atau kesuburan seperti ini. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

19.  Mengatasi Sembelit
Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa, Sebagian besar kandungan komposisi dari lontong adalah Kalori dan Protein, yang dimana bisa mencapai 80-100 gr dalam setiap 110 gr. Bahkan lontong juga memiliki kandungan Kalori dan Serat yang terbilang salah satu cukup tinggi di antara daging-dagingan lainnya. Kandungan Serat alami pada lontong ini bekerja aktif dalam melancarkan, mencegah, dan mengatasi masalah sembelit secara bersamaan. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

20.  Meredakan Sariawan
Dalam beberapa uji laboratorium dibuktikan bahwa, Tingginya kandungan Kalori dan Vitamin E pada lontong dipercaya sangat bagus dalam mengatasi sariawan dan panas dalam. Sariawan yang timbul karena terjadinya reaksi kelainan ada selaput lendir mulut dengan ditandai rasa sakit, nyeri dan berluka berupa warna putih kekuningan akan dapat terobati dengan mengonsumsi lontong secara rutin. Bahkan para pakar medis menyebutkan kalori lontong dalam mengatasi sariawan ini adalah cara yang cukup efektif dan efisien tanpa perlu mengkhawatirkan akibat ataupun dampak efek sampingnya. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

21.  Meleburkan Lemak Jahat Dalam Tubuh
Pada dasarnya, kalori lontong pada kemampuannya menurunkan berat badan juga telah dibuktikan dalam suatu hasil studi ilmiah yang menyebutkan bahwasanya, Kemampuan lain dari kandungan Zat Xanthone yang terdapat di dalam lontong adalah memecah dan menetralisir sel-sel membran yang dimana memang memiliki tugas dalam menahan dan menyimpan kelebihan sisa-sisa metabolisme tubuh.

Selain itu, salah satu kalori lontong yang cukup unik adalah karena terkandung senyawa bernama Fucoxanthin. Dimana senyawa ini adalah salah satu karetonoid (pembentuk pigmen warna) yang berperan meningkatkan proses pemecahan dan pembakaran lemak lewat mekanisme Termogenin, sehingga dengan demikian hal tersebut dapat memperkecil resiko terjadinya Obesitas atau kelebihan berat badan. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

22.  Menutrisi Sel-sel Kulit
lontong memiliki beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang berguna bagi kesehatan kulit seperti :  Kalori, Omega-3, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin K, dan Vitamin E. Selain itu, para pakar nutrisionist dan dermatologist juga menyebutkan bahwa, kalori lontong yang mana mengandung senyawa-senyawa Anti-Oksidan Anti-Inflamasi di dalamnya dipercaya dapat berguna untuk mencegah serta mengatasi berbagai masalah-masalah infeksi, iritasi, dan peradangan pada kulit. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

23.  Menetralisir Racun Dalam Tubuh
Seorang pakar pengobatan herbal Indonesia, Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma berpendapat bahwa, lontong sangat bagus untuk membersihkan darah dan racun dalam tubuh karena di dalamnya terkandung beberapa kalori, zat asam dan enzim yang bekerja sangat masif mentralisir Toxin-Poison-Dirt (TPD) atau racun dalam tubuh. Toxin atau racun dalam tubuh tersebut kemudian di buang melalui urine yang disertai dengan bau tak sedap, namun perlu dipahami bahwa bau busuk tak sedap tersebutlah yang menandakan bahwa racun dalam tubuh tergiring keluar. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

24.  Menurunkan Kadar Kolesterol
Dalam sebuah riset ilmiah yang berjudul ‘Seaweed and human health’ yang juga telah dipublikasikan dalam Nutrition Reviews tahun 2014 disebutkan bahwa, Kandungan Kalori serta Sulfated Polysacharides (SPS) pada lontong dipercaya sangat berguna dalam mengatasi dan menurunkan kadar kolesterol (LDL) dalam darah, serta mampu membantu menurunkan tekanan darah tinggi bagi para penderita Hipertensi. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.

25.  Mengurangi Resiko Anemia (Kurang Darah)
Bagi para penderita Anemia atau kurang darah, lontong bisa dijadikan sebagai salah satu terapi asupan makanan rumahan. Dengan kelebihan positif dari lontong yang kaya akan kandungan Kalori dan Zat besi di dalamnya, hal tersebut dapat memicu meningkatnya kadar Hemoglobin darah, sehingga proses produksi darah menjadi lebih lancar tanpa adanya masalah hambatan. Meskipun begitu memang pengonsumsian lontong ini perlu dibatasi supaya kalori yang terasupi tubuh tidak malah menimbulkan dampak penyakit-penyakit kronis yang membahayakan.



ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat menurut pakar Medis
-> 10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist
-> 11 Cara Menghilangkan BEKAS CUPANG Menghitam
-> 10 Cara Alami Menebalkan dan Mempercantik ALIS MATA