Minggu, 31 Maret 2019

15 Cara Mengobati MATA TIMBILAN menurut pakar Ophtalmology

Pada sebuah hasil riset ilmiah yang dipublish di Journal Investigative Ophthalmology & Visual Science di tahun 2010, telah dinyatakan bahwa, bagi para penderita mata timbilan sangat ditekankan untuk meningggalkan kebiasaan begadang karena memang pada dasarnya solusi cara mengobati mata timbilan adalah dengan memberikan waktu yang cukup intensif bagi mata. Mata yang tidak mendapatkan pola istirahat yang cukup secara langsung dapat memicu penurunan produktifitas sel-sel saraf mata secara keseluruhan. Jika sudah demikian maka bakteri stafilokus akan dengan mudah berkembang di area-area sekitaran kelopak mata, sehingga munculah masalah mata timbilan.


Kondisi mata timbilan sendiri dirasa sangat menganggu fungsi penglihatan mata yang dimana merupakan satu-satunya alat visual dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan. Walaupun masalah timbilan ini bukan merupakan penyakit yang terlalu membahayakan mata namun para pakar ophthalmology menyarankan untuk waspada terhadap masalah mata timbilan ini, salah satu caranya dengan memahami identifikasi pemicu-pemicu dan mata timbilan yang beresiko menjangkiti sewaktu-waktu. Karena jika tidak diwaspadai maka masalah kesehatan mata timbilan ini bisa merusak sel-sel saraf mata secara langsung.

Sedangkan menurut seorang pakar ophthalmology dari Centre for Eye Research Australia (CERA), Melbourne Prof. Dr. Jonathan Crowston Ph.d, MND, mengemukakan bahwa, Salah satu solusi cara mengobati mata timbilan adalah dengan menggunakan kompres mentimun. Perlu dipahami bahwa minimnya nutrisi yang terserap di sel-sel saraf sekitaran mata ikut andil dalam memicu efek penurunan tingkat aktifitas dan produktifitas sel-sel saraf mata secara keseluruhan. Dari situlah stafilokokus berkembang, yang kemudian timbulah masalah-masalah kesehatan mata di area-area sekitran kelopak mata, salah satunya masalah mata timbilan. Ia berujar :

“Perlu dipahami bahwa minimnya pencahayaan di dalam suatu ruangan dapat memicu penurunan produktifitas sel-sel saraf mata. Solusi cara mengobati mata timbilan adalah dengan menggunakan kompres mentimun. Dimulai dari situlah bakteri stafilokokus ini berkembang, yang kemudian timbulah masalah-masalah kesehatan mata di area-area sekitaran mata, salah satunya masalah mata timbilan ini,” ujarnya.

Adapun berikut beberapa solusi dan cara mengobati mata timbilan menurut hasil penelitian dari para pakar ophtalmology.

15 Cara Mengobati MATA TIMBILAN menurut pakar Ophtalmology

1.   Gunakan Mentimun
Mentimun memiliki kandungan Asam Askorbat, Vitamin C, dan Caffeic Acids. Dimana Zat-zat ini terkenal ampuh dalam hal mencegah retensi air di dalam tubuh dan juga dapat meredakan kulit yang meradang, iritasi dan bengkak. Maka itu, tidak heran jika kemudian mentimun dikenal secagai salah satu cara mengobati mata timbilan yang sangat bisa kamu andalkan. Selain itu juga mentimun dapat memberikan efek relaksasi kepada otot dan saraf di sekitaran mata.

Cara Menggunakannya :
> Siapkan 1 buah mentimun dengan panjang sekitar 4-5 cm.
> Kemudian haluskan mentimun dengan menggunakan blender atau dengan cara ditumbuk hingga menyerupai krim.
> Oleskan krim mentimun tersebut ke kulit wajah bagian sekitaran mata.
> Biarkan selama 20-40 menit hingga krim mentimun mengering.
> Kemudian bilaslah menggunakan air bersih.
> Terapkan metode cara mengobati mata timbilan dengan menggunakan mentimun ini cukup 2x sehari untuk mendapatkan hasil yang permanen.

2.   Gunakan Kompres Air Dingin
Suhu dingin yang dihasilkan oleh Air Dingin atau kompresan Es batu akan secara nyata mengurangi pembengkakan pada permukaan kulit sekitar mata. Meskipun terbilang sangat efektif namun perlu dipahami bahwa penggunaan es batu ini hanya pada kasus mata timbilan yang disebabkan oleh edema periorbital karena sifatnya yang hanya sementara, namun apabila mata timbilan ternyata disebabkan oleh senjanya usia seseorang, maka penggunaan es batu ini tidak akan banyak membantu.

Cara Menggunakannya :
> Siapkan es batu secukupnya sekitar 2-3 balok kecil
> Kemudian masukkan es batu tersebut ke dalam kantong plastik dan dengan dilapisi handuk atau kain.
> Setelah itu kompreskan ke area kulti sekitaran mata tersebut.
> Diamkan selama sekitar 10-15 menit.
> Ulangilah secara berulang-ulang kali 4-5 kali.
> Terapkan metode cara mengobati mata timbilan dengan menggunakan kompres air dingin ini cukup 2x sehari untuk mendapatkan hasil yang permanen.

3.   Gunakan Bengkoang
Bengkoang memiliki kandungan Vitamin B1, Vitamin A, Vitamin E, dan Vitamin C yang sangat tinggi. Dimana kedua nutrisi tersebut sangat handal dalam manjaga kesehatan dan kelembaban kulit, termasuk juga mengobati serta memulihkan kembali mata timbilan.

Cara Menggunakannya :
> Siapkan ½ atau sekitar 50 gr buah bengkoang.
> Kemudian kupas bagian kulit luarnya terlebih dahulu.
> Kemudian haluskan bengkoang dengan menggunakan blender atau dengan cara ditumbuk hingga halus menyerupai krim.
> Oleskan krim bengkoang tersebut ke wajah bagian sekitaran mata.
> Biarkan selama 30-45 menit hingga krim bengkoang mengering.
> Kemudian bilaslah menggunakan air bersih.
> Terapkan metode cara mengobati mata timbilan dengan menggunakan bengkoang ini cukup 2x sehari untuk mendapatkan hasil yang permanen.

4.   Gunakan Ampas Teh Bekas
Jangan buang ampas teh kamu, kenapa...? karena ampas teh kaya akan kandungan Zat Tannin dan Vitamin C di dalamnya. Yang dimana kedua zat pada ampas teh tersebut telah terbukti sangat efektif mengatasi mata timbilan.

Cara Menggunakannya :
> Siapkan 1 kantung atau 1 sdm teh bekas.
> Kemudian tempelkan ke kulit wajah secara merata.
> Biarkan selama 30-40 menit hingga ampas daun teh bekas tersebut mengering.
> Kemudian bilaslah wajah menggunakan air bersih.
> Terapkan metode cara mengobati mata timbilan dengan menggunakan ampas teh ini cukup 2x sehari untuk mendapatkan hasil yang permanen.

Halaman berikutnya...

10 Penyebab GIGI RETAK menurut pakar Dentist

Pada hakikatnya, indikasi dari penyebab gigi retak menandakan bahwa lapisan dentin telah bekerja dan bereaksi melindungi gigi secara aktif. Namun terdapat beberapa temuan ilmiah lain yang disebutkan bahwa gigi yang sedang berubah atau mengalami masalah-masalah seperti demikian bisa menandakan bahwa adanya kebiasaan-kebiasaan tidak sehat yang sering dilakukan. Para ahli medis dan dentist telah menemukan beberapa penyebab gigi retak menurut beberapa hasil riset yang telah di uji secara ilmiah.


Di samping itu, penyebab gigi retak tentunya sangat menurunkan tingkat penampilan dan kecantikan seseorang, terlebih lagi pada saat kita sedang tersenyum atau berhadapan dengan lawan bicara atau teman ngobrol. Walaupun memang, Gigi yang berwarna kekuning-kuningan tidak serta merta menandakan bahwa seseorang tersebut sedang tidak sehat atau sedang tidak steril (tidak bersih).

Salah seorang spesialis kesehatan gigi Profesor di UCLA (University of California Los Angeles) School of Dentistry, Prof. Edmond R. Hewlett, DDS berpendapat bahwa, Terkadang gigi yang mengalami retak itu justru menunjukan lapisan dentin yang bagus karena telah bereaksi secara alami dengan cukup sigap- aktif. Kalaupun terjadi demikian, retak tersebut biasanya berasal dari kebiasaan-kebiasaan buruk atau gaya hidup tidak sehat. Namun memang gejala penyebab dari timbulnya efek gigi retak tersebut sangat subjektif dan perlu dianalisa oleh seorang dokter atau ahli kesehatan gigi berdasarkan kondisi keadaannya masing-masing.

Salah seorang pakar dentist dari Newport Beach Dentist, California, Amerika Serikat Dr. Marshall B. Young DDS, juga mengemukakan bahwa, Penyebab gigi retak lebih banyak disebabkan karena hal-hal yang mulanya sepele namun efeknya dalam jangka panjang tidak disadari oleh masyarakat luas. Dimana sebagian besarnya berasal dari kandungan-kandungan atau bahan-bahan asupan makanan yang menempel di dalam mulut saat seseorang sedang mengonsumsi sesuatu, jika hal tersebut di diamkan dan tidak segera dibersihkan maka secara bertahap akan merusak dan menimbulkan efek gigi retak yang tentunya sangat menjengkelkan.


Selanjutnya Prof. Edmond R. Hewlett, DDS juga sekaligus mengemukakan bahwa, Penyebab gigi retak ini sejatinya sangat mudah dicegah jika seseorang rajin menjaga kebersihan dengan cara menggosok gigi rutin 2x setiap hari. Menggosok gigi merupakan cara terampuh dan terpraktis dalam merawat kesehatan serta kekuatan dan keindahan struktur gigi. Plak, karang gigi dan juga noda-noda pada gigi tidak akan bisa berkembang jika kita selalu menjaga kebersihannya, dimana di samping itu dapat juga mencegah efek penyebab dari gigi retak. Para pakar dentist sendiri menyarankan untuk setidaknya melakukan kegiatan sikat gigi minimal 2x namun bisa ditambahkan sesuai kebutuhan supaya kesehatan dan kecantikan gigi terawat. 

Sedangkan laporan dari American Dental Association & Crest menyebutkan bahwa, Jika terus-menerus mengonsumsi makanan-minuman seperti teh dan kopi secara berlebihan, maka hal itu dapat merusak enamel permukaan gigi dan mengikis lapisan dentin. Inilah yang menyebabkan efek gigi retak, sehingga akhirnya membuat kekuatan, keindahan serta kenyamanan struktur gigi menjadi terganggu.

Adapun berikut beberapa kebiasaan penyebab gigi retak menurut para ahli kesehatan gigi (dentist) yang sering dilakukan dan disepelekan banyak orang.

10 Penyebab GIGI RETAK menurut pakar Dentist 

1.  Malas Sikat Gigi
Salah seorang profesor spesialis kesehatan dentist di UCLA (University of California Los Angeles) School of Dentistry, Prof Dr. Edmond R. Hewlett, DDS mengemukakan bahwa, Penyebab utama dari berubahnya gigi retak adalah malasnya seseorang untuk menggosok gigi. Kebiasaan malas menyikat gigi hanya akan memberikan keleluasaan bagi Bakteri dan Virus untuk berkembang biak di mulut dan gigi. Oleh karena itu, para dokter spesialis gigi sangat menekankan setidaknya menyikat gigi 2x sehari, di pagi hari dan di malam hari sebelum tidur.

2.  Kurangnya Minum Air Putih
Pada suatu jurnal ilmiah disebutkan bahwa, Seseorang yang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh (minum air putih) lebih beresiko menimbulkan gangguan perubahan struktur gigi kemudian berefek pada gigi retak dikemudian saatnya. Hal tersebut dikarenakan tidak lancarnya sistem hidrasi dalam tubuh yang mengakibatkan Saliva (air liur) tidak bisa terproduksi secara lancar yang disertai perkembang biakan bakteri-virus di rongga mulut, gusi dan gigi.

3.  Terlalu Sering Makan Makanan Manis Ber-gula
Makanan yang mengandung manisan gula (glukosa) dan makanan bertepung seperti kue, roti manis, permen dan lain sejenisnya dapat membahayakan kesehatan rongga mulut, gigi dan gusi jika pengonsumsiannya terlalu berlebihan. Ketika sisa-sisa makanan ber-gula tersebut tetap menempel di lapisan dentin gigi dalam waktu lama, hal tersebut dapat memicu terjadinya kerusakan pada struktur jaringan gigi yang kemudian mengarah pada pembentukan karang, kerak, dan plak pada gigi. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu hal tersebut juga dapat menimbulkan dampak penyebab gigi retak secara langsung.

4.  Kebiasaan Merokok
Seorang pakar dentist dari Department of Oral Surgery & School of Dentistry Prof. Thomas Dietrich MPH, FDSRCS, mengemukakan bahwa, rokok merupakan sumber paling berpengaruh terhadap berbagi permasalahan kesehatan gigi, tidak terkecuali masalah gigi retak, plak, noda kuning dan karang pada lapisan dentin. Ia berujar :

"Kebanyakan penyebab gigi retak oleh karies atau periodontitis kronis. Merokok merupakan faktor yang sangat kuat dari terjadinya masalah gigi retak, periodontitis atau peradangan gigi-gusi," jelasnya.

Halaman berikutnya...

15 Manfaat BUAH PEPAYA menurut pakar Nutrisionist

Dalam sebuah hasil riset dari AHA (America Heart Association) tahun 2012, dinyatakan bahwa, buah pepaya merupakan salah satu buah yang memiliki gizi cukup lengkap dan cukup tinggi di antara dengan buah-buahan tropis maupun sub-tropis pada umumnya. Karena di dalamnya mengandung segudang macam Vitamin serta Mineral antara lain Vitamin C, Vitamin B Komplek, Vitamin B6, Seorotonin aktif, Magnesium, dan masih banyak lagi. Di samping itu, buah pepaya juga kaya akan mineral seperti Kalium, Magnesium, Fosfor, Zat Besi, dan juga Kalsium.


Daging dari buah pepaya sendiri memiliki rasa manis-legit-asam dan memiliki tekstur yang mulus di bagian luaran-nya. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada buah pepaya antara lain : Protein, Karbohidrat, Serat, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Vitamin B12, Thiamin, Riboflavin, Niasin, Zat besi, Kalsium, Potasium, Magnesium dan Sodium.

Beberapa pakar peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi pengonsumsian susu dan buah pepaya di setiap sarapan pagi hari memiliki manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan kecerdasan otak seseorang yang sedang dalam masa pertumbuhan, khususnya anak-anak yang sedang dalam usia remaja. Pengonsumsian ini bahkan telah diterapkan masyarakat di berbagai negara-negara maju dan diikuti oleh masyarakat negara-negara berkembang yang memang pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan.

Sedangkan menurut hasil riset yang dilansir dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 telah dinyatakan bahwa, Manfaat buah pepaya yang mana mengandung beberapa nutrisi dapat secara aktif membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi) sekaligus mengoptimalkan fungsi imun tubuh. Selain itu, manfaat buah pepaya juga dapat menyediakan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan dalam kadar jumlah yang cukup tinggi. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada buah pepaya inilah yang dapat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya kanker.

Yang mana juga hal tersebut telah disepakati oleh para pakar nutrisionist mereka bahwasanya khasiat dan manfaat buah pepaya terbukti sangat baik bagi kesehatan saraf otak, hati, jantung, jaringan sel-sel darah, mata dan organ tubuh lainnya. Ini dikarenakan tersedianya beberapa gizi dan nutrisi yang terdapat dalam buah pepaya. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang dimaksudkan terdapat pada buah pepaya tersebut antara lain : Protein, Karbohidrat, Kalium, Kalsium, Magnesium, Potasium, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 1986, Cancer Research Instituite of Chinese Academy of Medical Sciences mengemukakan penemuan bahwa ekstrak buah pepaya memiliki tiga zat Anti-Karsinogen, yaitu : Afliatoksin B1, 4-nitroquinoline-N-oksida, Phenylpropionate(a)pyrene. Ketiganya dipercaya memiliki kemampuan khusus yang dapat berfungsi menghambat kanker secara signifikan.

Tidak hanya itu saja, buah pepaya juga memiliki kandungan Magnesium yang cukup tinggi. Perlu dipahami bahwa Magnesium terbukti secara ilmiah memiliki khasiat luar biasa dalam mencegah Kanker. Berdasarkan penelitian para ilmuwan Jepang juga telah mengakuinya. Mereka telah melakukan penelitian terhadap sisi aspek dari segi manfaat buah pepaya, yang mana hasilnya mereka menemukan bahwa zat kandungan pada buah pepaya memiliki efek Anti-Kanker.

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan para ilmuwan dari Institute of Psychology Austrian, Austria menemukan bahwa, Manfaat buah pepaya memiliki kemampuan khusus dalam menstabilkan tekanan darah pada tubuh setara dengan seperti coklat dan keripik kentang. Selain itu, dari 5.000 relawan yang mengalami tekanan darah tinggi, para ilmuwan menemukan bahwa manfaat buah pepaya dapat secara aktif mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh sebanyak 80% sehingga hal tersebut akan berdampak terhadap kestabilan tingkat tekanan darah supaya tetap dalam tingkatan konstan.

Sedangkan laporan dari para pakar nutrisionist di Michigan State University (MSU), Michigan, Amerika Serikat menemukan bahwa, Pada seseorang yang sedang berada diusia produktif 25-30 tahun ada baiknya banyak-banyak mengonsumsi sumber makanan buah-buahan, salah satunya seperti buah pepaya ini. Karena dalam temuannya disebutkan bahwa manfaat buah pepaya dapat mengatasi berbagai macam penyakit-penyakit kronis seperti Kanker, Penyakit jantung, Diabetes dan Obesitas. Dimana memang penyakit-penyakit tersebut sering muncul pada seseorang yang sedang dalam masa proiduktif.

Seorang profesor dan pakar di bidang gizi-nutrisi Dr. Maurice Bennink, mengemukakan bahwa, Seseorang yang mengonsumsi rutin buah-buahan seperti buah pepaya setidaknya empat kali seminggu memiliki resiko terkena penyakit jantung 22% lebih rendah daripada dari mereka yang tidak rutin atau tidak pernah sama sekali mengonsumsinya. Hasil penelitian ini didapatkan dari temuannya di 41 negara, yang dimana para warganya rutin mengonsumsi buah-buahan seperti buah pepaya ini. Dimana dalam temuannya juga didapati bahwa mengonsumsi buah pepaya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dalam kemampuan mencegah sekaligus mengatasi masalah penyakit jantung, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.

Dalam studi ilmiah yang telah dilansir dalam Journal of Microbiology Research disebutkan bahwa, Manfaat buah pepaya bagi kesehatan gigi dan tulang sama seperti segelas susu dan kurma. Dimana kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada buah pepaya dapat memberikan rangsangan aktifitas bagi Growth Hormone dalam memperbaiki, meregenerasi serta meningkatkan fungsi kognitif sel-sel tulang secara keseluruhan.

Menurut peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, New Zealand Dr. Peter C Molan MBE, mengemukakan bahwa, Manfaat buah pepaya telah terbukti mengandung zat-zat Antibiotik alami yang sangat aktif melawan serangan-serangan radikal bebas dari berbagai jenis virus-bakteri berbahaya, salah satunya Patogen. Dimana Patogen ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit-penyakit dan masalah-masalah kesehatan kronis berbahaya.

Berikut beberapa khasiat dan manfaat buah pepaya menurut penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

15 Manfaat BUAH PEPAYA menurut pakar Nutrisionist

1.  Mencegah dan Melawan Kanker
Para pakar spesialis saraf dan kanker melansir temuan ilmiah mereka di dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 yang menyatakan bahwa, buah pepaya kaya akan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan di dalamnya. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada buah pepaya ini dipercaya sangat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan jaringan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya sel-sel kanker.

2.  Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan-kandungan seperti Zat besi, Potasium, Magnesium dan Fosfor yang terdapat pada buah pepaya adalah komponen penting dalam sel yang berfungsi membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, tingginya kandungan Potasium pada buah pepaya juga dapat berguna melindungi sel-sel saraf jantung di Arteri dan Vena agar terhindar dari masalah stroke dan penyakit jantung koroner.

3.  Meningkatkan Kecerdasan Otak
Beberapa ilmuwan dari University of Utah, Amerika Serikat bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Pengonsumsian susu dan buah pepaya pada saat sarapan pagi memiliki khasiat yang luar biasa dalam meningkatkan kecerdasan otak seseorang, khususnya bagi anak-anak yang sedang dalam usia pertumbuhan (remaja-dewasa).

Bahkan pengonsumsian ini (susu dan buah pepaya) di menu sarapan pagi hari telah banyak diterapkan oleh masyarakat-masyarakat di negara-negara dan juga diikuti oleh masyarakat di negara-negara berkembang lainnya yang memang dimana pada hakikatnya terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan.

4.  Memperkuat dan Menutrisi Tulang
Dalam setiap 100 gr, buah pepaya mampu menyediakan kandungan Kalsium 35 mg, Fosfor 55 mg dan Magnesium 0,25 gr. Dimana jumlah tersebut setara dengan Bayam (setiap 100 gr) dan Susu (setiap 450 ml). Tingginya kandungan Kalsium, Fosfor dan Magnesium pada buah pepaya tersebut tentu sangat bermanfaat dalam menguatkan dan memperkokoh struktur tulang, sehingga tulang akan terhindar dari masalah-masalah pengeroposan tulang seperti Osteoporosis.

Halaman berikutnya...

12 Manfaat OATMEAL menurut pakar Nutrisionist

Oatmeal adalah salah satu kuliner-makanan rumahan yang sangat familiar di telinga masyarakat umum, sama halnya seperti bubur merah. Oatmeal sendiri memiliki cita khas tekstur yang lembut sehingga lebih cocok dijadikan sebagi desert (hidangan pelengkap) ataupun hidangan di pagi dan sore hari. Selain memiliki rasa yang enak dan lezat, oatmeal nyatanya juga memiliki segudang kandungan gizi dan nutrisi yang bisa bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Para pakar nutrisionist sendiri menyebutkan bahwa, manfaat oatmeal ini dipercaya dapat meningkatkan kinerja fungsi otak, mata, stamina fisik, sel-sel jaringan dan manfaat-manfaat lainnya.


Oatmeal paling sedap disajikan dalam suhu panas atau hangat dengan disertakan beberapa toping atau tambahan pelengkap sesuai selera kesukaan masing-masing. Dengan tersedianya bahan-bahan yang terdiri dari pembuatan oatmeal tersebut tidak heran jika oatmeal ini disebut-sebut mampu memberikan asupan gizi dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh di setiap harinya. Adapun kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat di dalam satu mangkuk (per cup/220 gram) oatmeal antara lain : Protein, Karbohidrat, Zat besi, Serat, Fosfor, Magnesium, Kalsium, dan masih banyak lagi.

Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dan dietetics Dr. Joel H. Fuhrmann M.D, mengemukakan bahwa, pengonsumsian oatmeal terbilang sangat berpengaruh pada percepatan penyembuhan penyakit pilek, flu atau infeksi virus lainnya. Karena pada dasarnya kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada oatmeal bisa memperpendek durasi penekanan aliran mukosa dan gerakan sel darah putih, sehingga penyembuhan penyakit yang diakibatkan oleh virus-virus tertentu bisa ditangkal dengan cepat.

Seorang profesor spesialis penyakit dalam dari Royal College of Surgeons, Irlandia Prof. Dr. Alice Stanton, MB, BSc, PhD, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, oatmeal adalah salah satu makanan olahan yang bisa berguna bagi para penderita penyakit jantung, stroke, diabetes, alzheimer, dan lain sejenisnya. Meskipun memang cara pengolahan dan kadar pengonsumsiannya perlu juga untuk diperhatikan. Ia berujar :

"Konsumsi makanan-makanan yang mengandung protein dan karbohidrat seperti pada oatmeal dapat dipastikan mampu memberikan reaksi penurunan insiden serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker dan meningkatkan kesehatan otak, penglihatan, otot dan kesehatan sendi," ujarnya.

Menurut data dari USDA SR-12 Food Nutrition (United State Department of Agriculture) disebutkan bahwa, Dalam tiap 220 gr oatmeal memiliki kandungan Fosfor 31 mg dan Potassium  35 mg di dalamnya. Yang dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat ideal bagi asupan nutrisi sel-sel pembuluh darah, khususnya di bagian Arteri dan Vena.

Sedangkan menurut temuan dari American Heart Association (AHA) disebutkan bahwa, Kandungan Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) di dalam pakan oatmeal dapat memberikan manfaat kesehatan bagi manusia, salah satunya bagi kesehatan otak dalam meningkatkan kemampuan daya ingat dan meningkatkan kemampuan kecerdasan berfikir.

Selain itu, mengonsumsi makanan-makanan seperti sup bubur merah, sup ayam, sup oatmeal, cornflek, dll di pagi hari secara alami dapat meningkatkan indeks asam lemak manusia yang sama artinya dapat merendahkan tingkat resiko serangan jantung, stroke, demensia, dan depresi.

Hasil temuan ilmiah dari The Arthritis Foundation di tahun 2014 menunjukkan bahwa, oatmeal sangat bermanfaat bagi para penderita Osteoarthritis dalam upaya mengurangi pembengkakan dan intensitas nyeri sendi. Hasil penelitian ini didasari dari hasil uji medis yang menemukan bahwa, Orang yang mengambil dua porsi harian oatmeal (setara dengan sekitar 3 mangkuk sedang per hari) dengan disertai minuman seduhan susu sapi bisa berefek pada perbaikan gejala kerusakan sel-sel persendian dan juga sel-sel tulang rawan.

Dengan segudang kandungan di dalam minuman oatmeal inilah yang menjadikan makanan oatmeal sebagai salah satu sumber makanan olahan (dari olahan bahan-bahan dasar pembuatan oatmeal) dengan kandungan gizi dan nutrisi terkomplit di antara makanan-makanan olahan jenis lainnya. Sehingga dengan demikian manfaat oatmeal bagi kesehatan tubuh sudah tidak perlu diragukan lagi.

Salah seorang ahli kesehatan gizi dan nutrisi (nutrisionist) yang sering melakukan perjalanan kesehatannya di berbagai pedesaan dan pesisir pantai di indonesia berpendapat bahwa, Manfaat oatmeal dan bubur merah mampu menyediakan berbagai zat-zat alami bermanfaat yang sangat bagus bagi kesehatan tubuh. Ia berujar :

“Beragam nutrisi, vitamin, dan mineral seperti asam folat, magnesium, karbohidrat ada dalam makanan-kuliner rumahan satu ini sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, manfaat oatmeal dengan karakter rendah Lemak serta kaya Serat bisa dijadikan sebagai menu berdiet (Diet Menu's) yang sangat komplek," ujarnya.

Himpunan gizi dan nutrisi dari kota Chi Feng, Daerah Otonom Nei Monggol juga mengemukakan bahwa : Sup kacang hijau, sup ayam, air seduhan jahe ronde (wedang ronde), dan juga oatmeal bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, khususnya sebagai penangkal atau penurun suhu tubuh akibat panas. Dan khasiat ajaib lainnya yaitu dapat secara aktif menetralisir toxin (racun dalam tubuh) dan menurunkan demam yang dipicu oleh racun dan virus.

Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dan dietetics Dr. Joel H. Fuhrmann M.D mengemukakan bahwa, Pengonsumsian makanan olahan yang berasal dari bahan pembuatan oatmeal ini terbilang sangat berpengaruh pada percepatan penyembuhan penyakit pilek, flu atau infeksi virus lainnya. Karena pada dasarnya kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada oatmeal bisa memperpendek durasi penekanan aliran mukosa dan gerakan sel darah putih, sehingga penyembuhan penyakit yang diakibatkan oleh virus-virus tertentu bisa ditangkal dengan cepat.

Seorang profesor spesialis penyakit dalam dari Royal College of Surgeons, Irlandia Prof. Dr. Alice Stanton, MB, BSc, PhD, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Manfaat oatmeal sebagai  obat-minuman herbal bisa sangat berguna bagi para penderita penyakit jantung, stroke, diabetes, alzheimer, dan lain sejenisnya. Kandungan Zat besi, Fosfor, Vitamin A, Vitamin C, Kalium, Potassium dan Magnesium yang terdapat pada segelas oatmeal (150 ml) memiliki khasiat yang sangat baik bagi fungsi kinerja pembuluh darah, sehingga secara langsung dapat menjaga kesehatan Jantung. Selain itu manfaat oatmeal dari kandungan Flavonoid dan Antioksidan di dalamnya juga memiliki sifat Anti-inflamasi tertentu yang terbukti sangat aktif dalam mencegah resiko pembekuan darah di Arteri dan Vena. Ia berujar :

"Konsumsi makanan-minuman yang mengandung Flavonoid, Niasin, Riboflavin, Omega-3 dan Omega-6 seperti hidangan oatmeal ini dapat dipastikan mampu memberikan reaksi penurunan insiden serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker dan meningkatkan kesehatan fungsi otak, penglihatan mata, sel-sel otot dan kesehatan persendian tulang," ujarnya.

Menurut data dari USDA SR-12 Food Nutrition (United State Department of Agriculture) disebutkan bahwa, Dalam tiap 1-2 mangkuk (70 gram) oatmeal memiliki kandungan Fosfor 7 mg dan Potassium 15 mg di dalamnya. Yang dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat ideal bagi asupan nutrisi sel-sel pembuluh darah, khususnya di bagian Arteri dan Vena. Dengan ternutrisinya sel-sel pembuluh darah secara baik maka hal tersebut akan berdampak pada lancarnya proses sirkulasi darah dalam upaya menopang sistem motorik organ-organ tubuh secara keseluruhan.

Menurut temuan dari American Heart Association (AHA) disebutkan bahwa, Kandungan Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) di dalam hidangan oatmeal terdapat beberapa kandungan senyawa Anti-Oksidan yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi manusia, salah satunya bagi kesehatan otak dalam upaya meningkatkan kemampuan daya ingat atau memory ability.

Berikut beberapa khasiat dan manfaat mengonsumsi makanan oatmeal bagi kesehatan tubuh berdasarkan penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

12 Manfaat OATMEAL menurut pakar Nutrisionist

1.  Menyehatkan Jantung
Seorang profesor spesialis penyakit dalam dari Royal College of Surgeons, Irlandia Prof. Dr. Alice Stanton, MB, BSc, PhD, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, oatmeal adalah salah satu makanan olahan yang bisa berguna bagi para penderita penyakit jantung, stroke, diabetes, alzheimer, dan lain sejenisnya. Meskipun memang cara pengolahan dan kadar pengonsumsiannya perlu juga untuk diperhatikan. Ia berujar :

"Konsumsi makanan-makanan yang mengandung protein dan karbohidrat seperti pada oatmeal dapat dipastikan mampu memberikan reaksi penurunan insiden serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker dan meningkatkan kesehatan otak, penglihatan, otot dan kesehatan sendi," ujarnya.

2.  Mengobati Penyakit Flu (Influenza)
Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dan dietetics Dr. Joel H. Fuhrmann M.D mengemukakan bahwa, Pengonsumsian oatmeal terbilang sangat berpengaruh pada percepatan penyembuhan penyakit pilek, flu atau infeksi virus lainnya. Karena pada dasarnya kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada sup oatmeal seperti Protein, Zat besi, Serat, Niasin, Omega-6, Vitamin K, dan Asam folat bisa memperpendek durasi penekanan aliran mukosa dan gerakan sel darah putih, sehingga penyembuhan penyakit yang diakibatkan oleh virus RNA-ribonucleic acid (virus utama penyebab influenza) bisa ditangkal dengan cepat.

3.  Mencerdaskan Otak
Selain dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung, kandungan Omega-3 dan Omega-6 yang terdapat pada makanan oatmeal juga sangat bermanfaat dalam menutrisi se-sel saraf otak. Sehingga dengan demikian maka fungsi kinerja otak dalam hal berfikir dan tingkat kecerdasan (intelegency) menjadi lebih meningkat.

4.  Memperlancar Sirkulasi Darah
Menurut data dari USDA SR-12 Food Nutrition (United State Department of Agriculture) disebutkan bahwa, Dalam tiap 220 gr oatmeal memiliki kandungan Fosfor 31 mg dan Potassium  35 mg di dalamnya. Yang dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat ideal bagi asupan nutrisi sel-sel pembuluh darah, khususnya di bagian Arteri dan Vena. Dengan ternutrisinya sel-sel pembuluh darah secara baik maka hal tersebut akan berdampak pada lancarnya proses sirkulasi darah dalam upaya menopang sistem motorik organ-organ tubuh secara keseluruhan.

Halaman berikutnya...

14 Manfaat DAGING RUSA menurut pakar Nutrisionist

Dalam sebuah hasil riset dari AHA (America Heart Association) tahun 2012, dinyatakan bahwa, daging rusa merupakan salah satu jenis daging yang memiliki gizi cukup lengkap dan cukup tinggi di antara dengan daging-dagingan maupun makanan-makanan hewani pada umumnya. Karena di dalamnya mengandung segudang macam Vitamin serta Mineral antara lain Omega-3, Omega-6,Vitamin C, Vitamin B Komplek, Vitamin B6, Seorotonin aktif, Magnesium, dan masih banyak lagi. Di samping itu, daging rusa juga kaya akan mineral seperti Kalium, Magnesium, Fosfor, Zat Besi, dan juga Kalsium.


Daging daging rusa sendiri memiliki rasa dasar gurih-lezat dan memiliki tekstur yang mulus di bagian luaran mentah-nya. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada daging rusa antara lain : Protein, Karbohidrat, Serat, Omega-3, Omega-6,Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Vitamin B12, Thiamin, Riboflavin, Niasin, Zat besi, Kalsium, Potasium, Magnesium dan Sodium.

Beberapa pakar peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi pengonsumsian susu dan daging rusa di setiap sarapan pagi hari memiliki manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan kecerdasan otak seseorang yang sedang dalam masa pertumbuhan, khususnya anak-anak yang sedang dalam usia remaja. Pengonsumsian ini bahkan telah diterapkan masyarakat di berbagai negara-negara maju dan diikuti oleh masyarakat negara-negara berkembang yang memang pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan.

Sedangkan menurut hasil riset yang dilansir dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 telah dinyatakan bahwa, Manfaat daging rusa yang mana mengandung beberapa nutrisi dapat secara aktif membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi) sekaligus mengoptimalkan fungsi imun tubuh. Selain itu, manfaat daging rusa juga dapat menyediakan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan dalam kadar jumlah yang cukup tinggi. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada daging rusa inilah yang dapat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya kanker.

Yang mana juga hal tersebut telah disepakati oleh para pakar nutrisionist mereka bahwasanya khasiat dan manfaat daging rusa terbukti sangat baik bagi kesehatan saraf otak, hati, jantung, jaringan sel-sel darah, mata dan organ tubuh lainnya. Ini dikarenakan tersedianya beberapa gizi dan nutrisi yang terdapat dalam daging rusa. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang dimaksudkan terdapat pada daging rusa tersebut antara lain : Protein, Karbohidrat, Omega-3, Omega-6, Kalium, Kalsium, Magnesium, Potasium, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 1986, Cancer Research Instituite of Chinese Academy of Medical Sciences mengemukakan penemuan bahwa minyak daging rusa memiliki tiga zat Anti-Karsinogen, yaitu : Afliatoksin B1, 4-nitroquinoline-N-oksida, Phenylpropionate(a)pyrene. Ketiganya dipercaya memiliki kemampuan khusus yang dapat berfungsi menghambat kanker secara signifikan.

Tidak hanya itu saja, daging rusa juga memiliki kandungan Magnesium yang cukup tinggi. Perlu dipahami bahwa Magnesium terbukti secara ilmiah memiliki khasiat luar biasa dalam mencegah kanker. Berdasarkan penelitian para ilmuwan Jepang juga telah mengakuinya. Mereka telah melakukan penelitian terhadap sisi aspek dari segi manfaat daging rusa, yang mana hasilnya mereka menemukan bahwa zat kandungan pada daging rusa memiliki efek Anti-Kanker.

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan para ilmuwan dari Institute of Psychology Austrian, Austria menemukan bahwa, Manfaat daging rusa memiliki kemampuan khusus dalam menstabilkan tekanan darah pada tubuh setara dengan seperti coklat dan keripik kentang. Selain itu, dari 5.000 relawan yang mengalami tekanan darah tinggi, para ilmuwan menemukan bahwa manfaat daging rusa dapat secara aktif mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh sebanyak 80% sehingga hal tersebut akan berdampak terhadap kestabilan tingkat tekanan darah supaya tetap dalam tingkatan konstan.

Sedangkan laporan dari para pakar nutrisionist di Michigan State University (MSU), Michigan, Amerika Serikat menemukan bahwa, Pada seseorang yang sedang berada diusia produktif 25-30 tahun ada baiknya banyak-banyak mengonsumsi sumber makanan daging-dagingan, salah satunya seperti daging rusa ini. Karena dalam temuannya disebutkan bahwa manfaat daging rusa dapat mengatasi berbagai macam penyakit-penyakit kronis seperti Kanker, Penyakit jantung, Diabetes dan Obesitas jika takarannya disesuaikan dengan pola diet yang benar. Dimana memang seperti yang dikethaui dampaknya dari penyakit-penyakit tersebut lebih banyak dijangkiti pada seseorang yang sedang dalam masa produktif.

Seorang profesor dan pakar di bidang gizi-nutrisi Dr. Maurice Bennink, mengemukakan bahwa, Seseorang yang mengonsumsi rutin daging-dagingan seperti daging rusa setidaknya empat kali seminggu memiliki resiko terkena penyakit jantung 22% lebih rendah daripada dari mereka yang tidak rutin atau tidak pernah sama sekali mengonsumsinya. Hasil penelitian ini didapatkan dari temuannya di 41 negara, yang dimana para warganya rutin mengonsumsi daging-dagingan seperti daging rusa ini. Dimana dalam temuannya juga didapati bahwa mengonsumsi daging rusa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dalam kemampuan mencegah sekaligus mengatasi masalah penyakit jantung, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.

Dalam studi ilmiah yang telah dilansir dalam Journal of Microbiology Research disebutkan bahwa, Manfaat daging rusa bagi kesehatan gigi dan tulang sama seperti segelas susu dan kurma. Dimana kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada daging rusa dapat memberikan rangsangan aktifitas bagi Growth Hormone dalam memperbaiki, meregenerasi serta meningkatkan fungsi kognitif sel-sel tulang secara keseluruhan.

Menurut peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, New Zealand Dr. Peter C Molan MBE, mengemukakan bahwa, Manfaat daging rusa telah terbukti mengandung zat-zat Antibiotik alami yang sangat aktif melawan serangan-serangan radikal bebas dari berbagai jenis virus-bakteri berbahaya, salah satunya Patogen. Dimana Patogen ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit-penyakit dan masalah-masalah kesehatan kronis berbahaya.

Berikut beberapa khasiat dan manfaat daging rusa menurut penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

14 Manfaat DAGING RUSA menurut pakar Nutrisionist

1.  Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan-kandungan seperti Omega-3, Omega-6, Zat besi, Potasium, Magnesium dan Fosfor yang terdapat pada daging rusa adalah komponen penting dalam sel yang berfungsi membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, tingginya kandungan Potasium pada daging rusa juga dapat berguna melindungi sel-sel saraf jantung di Arteri dan Vena agar terhindar dari masalah stroke dan penyakit jantung koroner.

2.  Meningkatkan Kecerdasan Otak
Beberapa ilmuwan dari University of Utah, Amerika Serikat bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Pengonsumsian susu dan daging rusa pada saat sarapan pagi memiliki khasiat yang luar biasa dalam meningkatkan kecerdasan otak seseorang, khususnya bagi anak-anak yang sedang dalam usia pertumbuhan (remaja-dewasa).

Bahkan pengonsumsian ini (susu dan daging rusa) di menu sarapan pagi hari telah banyak diterapkan oleh masyarakat-masyarakat di negara-negara dan juga diikuti oleh masyarakat di negara-negara berkembang lainnya yang memang dimana pada hakikatnya terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan.

3.  Mencegah dan Melawan Kanker
Para pakar spesialis saraf dan kanker melansir temuan ilmiah mereka di dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 yang menyatakan bahwa, daging rusa kaya akan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan di dalamnya. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada daging rusa ini dipercaya sangat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan jaringan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya sel-sel kanker.

4.  Memperkuat dan Menutrisi Tulang
Dalam setiap 100 gr, daging rusa mampu menyediakan kandungan Kalsium 35 mg, Fosfor 55 mg dan Magnesium 0,25 gr. Dimana jumlah tersebut setara dengan Bayam (setiap 100 gr) dan Susu (setiap 450 ml). Tingginya kandungan Kalsium, Fosfor dan Magnesium pada daging rusa tersebut tentu sangat bermanfaat dalam menguatkan dan memperkokoh struktur tulang, sehingga tulang akan terhindar dari masalah-masalah pengeroposan tulang seperti Osteoporosis.

Halaman berikutnya...

15 Manfaat PISANG RANGGAP menurut pakar Nutrisionist

Dalam sebuah hasil riset dari AHA (America Heart Association) tahun 2012, dinyatakan bahwa, pisang ranggap merupakan salah satu buah yang memiliki gizi cukup lengkap dan cukup tinggi di antara dengan buah-buahan tropis maupun sub-tropis pada umumnya. Karena di dalamnya mengandung segudang macam Vitamin serta Mineral antara lain Vitamin C, Vitamin B Komplek, Vitamin B6, Seorotonin aktif, Magnesium, dan masih banyak lagi. Di samping itu, pisang ranggap juga kaya akan mineral seperti Kalium, Magnesium, Fosfor, Zat Besi, dan juga Kalsium.


Daging dari pisang ranggap sendiri memiliki rasa manis-legit-asam dan memiliki tekstur yang mulus di bagian luaran-nya. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada pisang ranggap antara lain : Protein, Karbohidrat, Serat, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Vitamin B12, Thiamin, Riboflavin, Niasin, Zat besi, Kalsium, Potasium, Magnesium dan Sodium.

Beberapa pakar peneliti dari University of Utah bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Kombinasi pengonsumsian susu dan pisang ranggap di setiap sarapan pagi hari memiliki manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan kecerdasan otak seseorang yang sedang dalam masa pertumbuhan, khususnya anak-anak yang sedang dalam usia remaja. Pengonsumsian ini bahkan telah diterapkan masyarakat di berbagai negara-negara maju dan diikuti oleh masyarakat negara-negara berkembang yang memang pada hakikatnya telah terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan.

Sedangkan menurut hasil riset yang dilansir dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 telah dinyatakan bahwa, Manfaat pisang ranggap yang mana mengandung beberapa nutrisi dapat secara aktif membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi) sekaligus mengoptimalkan fungsi imun tubuh. Selain itu, manfaat pisang ranggap juga dapat menyediakan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan dalam kadar jumlah yang cukup tinggi. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada pisang ranggap inilah yang dapat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya kanker.

Yang mana juga hal tersebut telah disepakati oleh para pakar nutrisionist mereka bahwasanya khasiat dan manfaat pisang ranggap terbukti sangat baik bagi kesehatan saraf otak, hati, jantung, jaringan sel-sel darah, mata dan organ tubuh lainnya. Ini dikarenakan tersedianya beberapa gizi dan nutrisi yang terdapat dalam pisang ranggap. Beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang dimaksudkan terdapat pada pisang ranggap tersebut antara lain : Protein, Karbohidrat, Kalium, Kalsium, Magnesium, Potasium, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 1986, Cancer Research Instituite of Chinese Academy of Medical Sciences mengemukakan penemuan bahwa ekstrak pisang ranggap memiliki tiga zat Anti-Karsinogen, yaitu : Afliatoksin B1, 4-nitroquinoline-N-oksida, Phenylpropionate(a)pyrene. Ketiganya dipercaya memiliki kemampuan khusus yang dapat berfungsi menghambat kanker secara signifikan.

Tidak hanya itu saja, pisang ranggap juga memiliki kandungan Magnesium yang cukup tinggi. Perlu dipahami bahwa Magnesium terbukti secara ilmiah memiliki khasiat luar biasa dalam mencegah Kanker. Berdasarkan penelitian para ilmuwan Jepang juga telah mengakuinya. Mereka telah melakukan penelitian terhadap sisi aspek dari segi manfaat pisang ranggap, yang mana hasilnya mereka menemukan bahwa zat kandungan pada pisang ranggap memiliki efek Anti-Kanker.

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan para ilmuwan dari Institute of Psychology Austrian, Austria menemukan bahwa, Manfaat pisang ranggap memiliki kemampuan khusus dalam menstabilkan tekanan darah pada tubuh setara dengan seperti coklat dan keripik kentang. Selain itu, dari 5.000 relawan yang mengalami tekanan darah tinggi, para ilmuwan menemukan bahwa manfaat pisang ranggap dapat secara aktif mengatur kadar glukosa darah dalam tubuh sebanyak 80% sehingga hal tersebut akan berdampak terhadap kestabilan tingkat tekanan darah supaya tetap dalam tingkatan konstan.

Sedangkan laporan dari para pakar nutrisionist di Michigan State University (MSU), Michigan, Amerika Serikat menemukan bahwa, Pada seseorang yang sedang berada diusia produktif 25-30 tahun ada baiknya banyak-banyak mengonsumsi sumber makanan buah-buahan, salah satunya seperti pisang ranggap ini. Karena dalam temuannya disebutkan bahwa manfaat pisang ranggap dapat mengatasi berbagai macam penyakit-penyakit kronis seperti Kanker, Penyakit jantung, Diabetes dan Obesitas. Dimana memang penyakit-penyakit tersebut sering muncul pada seseorang yang sedang dalam masa proiduktif.

Seorang profesor dan pakar di bidang gizi-nutrisi Dr. Maurice Bennink, mengemukakan bahwa, Seseorang yang mengonsumsi rutin buah-buahan seperti pisang ranggap setidaknya empat kali seminggu memiliki resiko terkena penyakit jantung 22% lebih rendah daripada dari mereka yang tidak rutin atau tidak pernah sama sekali mengonsumsinya. Hasil penelitian ini didapatkan dari temuannya di 41 negara, yang dimana para warganya rutin mengonsumsi buah-buahan seperti pisang ranggap ini. Dimana dalam temuannya juga didapati bahwa mengonsumsi pisang ranggap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dalam kemampuan mencegah sekaligus mengatasi masalah penyakit jantung, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.

Dalam studi ilmiah yang telah dilansir dalam Journal of Microbiology Research disebutkan bahwa, Manfaat pisang ranggap bagi kesehatan gigi dan tulang sama seperti segelas susu dan kurma. Dimana kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada pisang ranggap dapat memberikan rangsangan aktifitas bagi Growth Hormone dalam memperbaiki, meregenerasi serta meningkatkan fungsi kognitif sel-sel tulang secara keseluruhan.

Menurut peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, New Zealand Dr. Peter C Molan MBE, mengemukakan bahwa, Manfaat pisang ranggap telah terbukti mengandung zat-zat Antibiotik alami yang sangat aktif melawan serangan-serangan radikal bebas dari berbagai jenis virus-bakteri berbahaya, salah satunya Patogen. Dimana Patogen ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit-penyakit dan masalah-masalah kesehatan kronis berbahaya.

Berikut beberapa khasiat dan manfaat pisang ranggap menurut penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

15 Manfaat PISANG RANGGAP menurut pakar Nutrisionist

1.  Mencegah dan Melawan Kanker
Para pakar spesialis saraf dan kanker melansir temuan ilmiah mereka di dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine, tahun 2015 yang menyatakan bahwa, pisang ranggap kaya akan kandungan senyawa Polyphenol dan Anti-Oksidan di dalamnya. Kandungan Polyphenol dan Anti-Oksidan pada pisang ranggap ini dipercaya sangat berguna dalam menangkal serangan-serangan radikal bebas pemicu kerusakan jaringan sel-sel tubuh dan pemicu timbulnya sel-sel kanker.

2.  Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan-kandungan seperti Zat besi, Potasium, Magnesium dan Fosfor yang terdapat pada pisang ranggap adalah komponen penting dalam sel yang berfungsi membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, tingginya kandungan Potasium pada pisang ranggap juga dapat berguna melindungi sel-sel saraf jantung di Arteri dan Vena agar terhindar dari masalah stroke dan penyakit jantung koroner.

3.  Meningkatkan Kecerdasan Otak
Beberapa ilmuwan dari University of Utah, Amerika Serikat bernama Prof. Gregory Cochran dan Prof. Henry Harpending Ph.D, mendapati dalam temuannya di tahun 2005 bahwa, Pengonsumsian susu dan pisang ranggap pada saat sarapan pagi memiliki khasiat yang luar biasa dalam meningkatkan kecerdasan otak seseorang, khususnya bagi anak-anak yang sedang dalam usia pertumbuhan (remaja-dewasa).

Bahkan pengonsumsian ini (susu dan pisang ranggap) di menu sarapan pagi hari telah banyak diterapkan oleh masyarakat-masyarakat di negara-negara dan juga diikuti oleh masyarakat di negara-negara berkembang lainnya yang memang dimana pada hakikatnya terbukti nyata dapat meningkatkan fungsi kinerja otak secara signifikan.

4.  Memperkuat dan Menutrisi Tulang
Dalam setiap 100 gr, pisang ranggap mampu menyediakan kandungan Kalsium 35 mg, Fosfor 55 mg dan Magnesium 0,25 gr. Dimana jumlah tersebut setara dengan Bayam (setiap 100 gr) dan Susu (setiap 450 ml). Tingginya kandungan Kalsium, Fosfor dan Magnesium pada pisang ranggap tersebut tentu sangat bermanfaat dalam menguatkan dan memperkokoh struktur tulang, sehingga tulang akan terhindar dari masalah-masalah pengeroposan tulang seperti Osteoporosis.

Halaman berikutnya...