Senin, 26 Agustus 2019

11 Efek Samping Daun SINGKONG menurut pakar Nutrisionist

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Pada dasarnya khasiat daun singkong sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan jantung, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah jantung yaitu arteri dan vena. Namun jika pengonsumiannya terlalu berlebihan dan tanpa disertakan asumsi yang tepat dari para ahli medis-pengobatan maka hal tersebut malah bisa menimbulkan efek samping kerusakan di bagian organ-organ dalam tubuh. Bahkan efek samping daun singkong yang dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu penyakit jantung berbahaya, salah satunya penyakit liver dan serangan jantung.


Selain sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat-obatan herbal atau kimia, daun singkong juga bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan makanan-kuliner rumahan, seperti sup, sayur, tumis, bubur, lalapan, oseng, dan masih banyak lagi. Meskipun tidak memiliki rasa selezat daun bayam, daun kelor, daun seledri, kangkung, daun kenikir, dll. namun efek samping daun singkong yang dikonsumsi secara berlebihan juga bisa menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang membahayakan bagi tubuh. Oleh karenanya, para pakar medis-nutrisionist menghimbau untuk jeli dan pintar menerapkan metode daun singkong ini sebagai obat-obatan herbal alami pada beberapa kasus penyakit tertentu.

Seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Khasiat daun singkong dari sari pati serapannya terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf otak. Namun jangan salah, jika pengonsumsiannya terlalu berlebihan maka hal tersebut malah bisa menyebabkan efek samping gejala kesehatan yang serius. Salah satu gejala-penyakit dan efek samping daun singkong yang paling sering ditemukan dalam beberapa kasus overdosis penggunaannya yaitu penyakit Alzheimer (kemunduran otak). Dimana memang daun singkong memiliki kandungan Asam Askorbat, Zat Pati, dan Betaine yang jika asupannya terlalu banyak maka dapat menimbulkan gejala pikun atau hilang ingatan sesaat, terkhusus bagi para lansia. Ia berujar :

“Khasiat daun singkong terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf otak selama pengonsumsiannya dalam jumlah kadar yang wajar. Namun memang pengonsumian dari  dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun singkong ini,” ujarnya.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun singkong yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jumlahnya terbilang terlalu tinggi dalam jumlah per cup/100 gr. Maka dari itu pengonsumian dari daun singkong ini perlu dibatasi supaya tidak malah menimbulkan masalah-masalah kesehatan berbahaya. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun singkong ini tidak diragukan lagi memiliki khasiat yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami pereda demam, panas dalam, batuk, dan juga flu. Meskipun begitu, pengonsumiannya juga perlu dibatasi dan diawasi supaya tidak malah menimbulkan masalah-masalah kesehatan lainnya. Karena memang beberapa efek samping daun singkong yang dikonsumsi secara berlebihan bisa secara langsung merusak sistem produktifitas jaringan liver dan empedu,” ujarnya.

Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dari Biochemistry NUS Medicine, Singapura Prof. Dr. Christiani Jeyakumar Ph.d, M.D, mengemukakan menurut penelitiannya bahwa, Efek samping daun singkong jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Hal ini didasari karena daun singkong memiliki kandungan Asam Askorbat yang kadar jumlahnya sangat tinggi, sehingga jika asupannya terlalu berlebihan maka bisa merusak sel-sel dinding lambung yang berujung pada penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Setidak-tidaknya konsumsilah daun singkong ini tidak lebih dari 100 gr/ per hari-nya supaya menghindari efek samping yang membahayakan tersebut. Ia berujar :

“Metode pengobatan dengan daun singkong ini sejatinya memiliki khasiat yang luarbiasa bagus dalam kasus penyakit-penyakit tertentu. Meskipun begitu, pengonsumsiannya juga tidak boleh terlalu berlebihan karena memang efek samping daun singkong ini bisa mengakibatkan penyakit maag dan asam lambung apabila asupannya terlalu berlebihan. Setidaknya berikan batas per harinya 80-100 gr saja,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset yang dipublish di International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2013, telah dinyatakan bahwa, Bebarapa kasus overdosis dalam penggunaan obat-obatan herbal berbahan dasar daun singkong ini sebagian besar berujung pada masalah kesehatan tulang yaitu Osteoporosis (tulang keropos). Perlu dipahami bahwa daun singkong merupakan salah satu jenis daun-dedaunan yang memiliki kandungan Betain dan Asam Pantotenat yang cukup tinggi. Sehingga jika pengonsumsiannya terlalu berlebihan dapat merusak sel-sel jaringan tulang secara keseluruhan yang mana dengan demikian maka tulang akan bisa sangat mudah mengeropos.

Sedangkan menurut seorang pakar nutrisionist dari The Sackler Institute for Nutrition Science, New York Prof. Dr. Barbara Burlingame Ph.D, M.D, menyebutkan berdasarkan hasil risetnya bahwa, Salah satu efek samping daun singkong yang sering timbul pada banyak kasus adalah munculnya resiko pendarahan di otak (penyakit stroke). Bahkan dampak stroke dari pengonsumsian daun temuyung ini bisa sangat mudah muncul bersaaman dengan kepala yang berasa berat dan pusing. Jika sudah demikian maka tindakan pertolongan medis tidak bisa terhindarkan. Ia berujar :

“Daun singkong sejatinya memiliki khasiat yang cukup ampuh sebagai penentas penyakit-penyakit tertentu. Namun sayangnya, jika pengonsumsiannya terlalu banyak dan terlalu sering maka hal tersebut malah dapat memicu rangsangan reaksi sel-sel darah merah akan penyakit stroke dan vertigo, yang mana titik terberatnya adalah pada organ otak,” ujarnya.

Salah seorang pakar spesilais kedokteran organ dalam dari Dietetics, Human Nutrition and Health - University of Plymouth Prof. Dr. Marry Hickson Ph.d, mengemukakan bahwa, Bisa dikatakan daun singkong memiliki kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan yang cukup bagus namun juga memiliki senyawa asam (zat asam) yang cukup tinggi pula. Sehingga dengan begitu maka dapat memicu resiko gejala asam urat yang berlebihan, maka dari itu pengonsumsiannya perlu dibatasi dan dihitung secara baik. Ia berujar :

“Pastikan pada saat mengonsumsi daun singkong entah sebagai makanan atau obat herbal jumlahnya tidak terlalu berlebihan. Karena ditakutkan senyawa-senyawa yang terdapat pada daun singkong tersebut bisa memicu masalah kesehatan akut, salah satunya masalah kesehatan kronis asam urat,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset ilmiah yang telah dipublish di Journal of Adolescence Research tahun 2017, telah dinyatakan bahwa, Daun singkong adalah salah satu jenis daun-daunan yang kandungan Flavonoid-nya terbilang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan jenis daun-daunan lainnya seperti daun bayam atau daun pepaya. Namun di samping itu, daun singkong juga terbukti dapat memicu rangsangan pertumbuhan kanker, yang mana kebanyakan kasus efek samping daun singkong ini berakibat secara tidak langsung pada pertumbuhan-penguatan sel kanker prostat.

Sedangkan menurut salah seorang ilmuwan dari Department of Food Safety & Food Quality Prof. Dr. Patrick Kolsteren Ph.d, FACS, menyebutkan berdasarkan penelitiannya bahwa, Kandungan zat-zat aktif yang terdapat pada daun singkong seperti Asam Panstotenat, Fosfor, Magnesium, Zat besi, Thiamin dan Riboflavin bisa menjadi berkhasiat bagi tubuh namun juga bisa memicu timbulnya masalah-masalah kesehatan berbahaya. Khususnya pada kandungan Asam Pantotenat di dalamnya yang mana jika dikonsumsi secara berlebihan maka dapat menyebabkan berbagai masalah-masalah  kesehatan organ lambung dan usus, salah satunya yaitu masalah diare (mencret). ia berujar :

“Diare (mencret) merupakan masalah kesehatan yang paling mudah terlihat dampak akibatnya ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi daun singkong, entah sebagai makanan atau sebagai obat herbal untuk penyakit tertentu," ujarnya.

"Bahkan efek samping daun singkong pada kasus diare ini bisa berujung pada perubahan bentuk feses yang berdarah karena kandungan zat asam-nya yang terlalu berlebihan. Maka dari itu dianjurkan untuk tidak melebihi pengonsumsian daun singkong dalam kisaran 80-100 gr per harinya,” pungkasnya.

Adapun berikut beberapa gejala efek samping daun singkong menurut penelitian-penelitian dari para pakar medis dan nutrisionist.

11 Efek Samping Daun SINGKONG menurut pakar Nutrisionist

1.  Memicu Pernyakit Maag
Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dari Biochemistry NUS Medicine, Singapura Prof. Dr. Christiani Jeyakumar Ph.d, M.D, mengemukakan menurut penelitiannya bahwa, Efek samping daun singkong jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Hal ini didasari karena daun singkong memiliki kandungan Asam Askorbat yang kadar jumlahnya sangat tinggi, sehingga jika asupannya terlalu berlebihan maka bisa merusak sel-sel dinding lambung yang berujung pada penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Setidak-tidaknya konsumsilah daun singkong ini tidak lebih dari 100 gr/ per hari-nya supaya menghindari efek samping yang membahayakan tersebut.

2.  Menyebabkan Diare (Mencret)
Sedangkan menurut salah seorang ilmuwan dari Department of Food Safety & Food Quality Prof. Dr. Patrick Kolsteren Ph.d, FACS, menyebutkan berdasarkan penelitiannya bahwa, Diare (mencret) merupakan masalah kesehatan yang paling mudah terlihat dampak akibatnya ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi daun singkong, entah sebagai makanan atau sebagai obat herbal untuk penyakit tertentu. Bahkan efek samping daun singkong pada kasus diare ini bisa berujung pada perubahan bentuk feses yang berdarah karena kandungan zat asam-nya yang terlalu berlebihan.

3.  Menyebabkan Anemia
Dalam sebuah hasil riset ilmiah dinyatakan bahwa, Efek samping daun singkong karena terlalu tingginya kandungan Betaine dan Asam Askorbat di dalamnya bisa memicu penurunan produktifitas sel-sel darah yang berujung pada tidak stabilnya tingkat kadar jumlah darah di dalam tubuh, sehingga demikian maka resiko penyakit anemia tidak dapat terhindarkan.

4.  Memicu Penyakit Arthritis (Radang Sendi)
Pada hakikatnya, tingginya kandungan senyawa-senyawa yang bersifat asam pada daun singkong dapat sangat berkhasiat bagi sistem imun tapi dapat sangat berbahaya bagi kesehatan struktur persendian tulang secara keseluruhan. Meskipun memang dampak dari hal tersebut tergantung pada jumlah pengonsumsiannya saja, oleh karenanya dianjurkan untuk tidak mengonsumsi daun singkong lebih dari 80-100 gr per harinya. 

5.  Memicu Resiko Stroke dan Serangan Jantung
Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Pada dasarnya khasiat daun singkong sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan jantung, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah jantung yaitu arteri dan vena. Namun jika pengonsumiannya terlalu berlebihan dan tanpa disertakan asumsi yang tepat dari para ahli medis-pengobatan maka hal tersebut malah bisa menimbulkan efek samping kerusakan di bagian organ-organ dalam tubuh. Bahkan efek samping daun singkong yang dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu penyakit jantung berbahaya, salah satunya penyakit liver dan serangan jantung.

6.  Menurunnya Sistem Metabolisme
Sama halnya seperti jenis daun-dedaunan lainnya, Kandungan senyawa-senyawa aktif yang bersifat asam bisa menjadi berkhasiat saat konsumsinya dalam jumlah yang cukup namun juga bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan saat konsumsinya dalam julah yang berlebihan dan tidak wajar. Karena memang zat asam yang terlalu tinggi bisa mengurangi pengoptimalan fungsi-kinerja sistem metabolisme dalam tubuh saat mengaliri zat-zat sari pati makanan yang berada di lambung.

7.  Menimbulkan Gejala Asam Urat
Salah seorang pakar spesilais kedokteran organ dalam dari Dietetics, Human Nutrition and Health - University of Plymouth Prof. Dr. Marry Hickson Ph.d, mengemukakan bahwa, Bisa dikatakan daun singkong memiliki kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan yang cukup bagus namun juga memiliki senyawa asam (zat asam) yang cukup tinggi pula. Sehingga dengan begitu maka dapat memicu resiko gejala asam urat yang berlebihan, maka dari itu pengonsumsiannya perlu dibatasi dan dihitung secara baik. Ia berujar :

“Pastikan pada saat mengonsumsi daun singkong entah sebagai makanan atau obat herbal jumlahnya tidak terlalu berlebihan. Karena ditakutkan senyawa-senyawa yang terdapat pada daun singkong tersebut bisa memicu masalah kesehatan akut, salah satunya masalah kesehatan kronis asam urat,” ujarnya.

8.  Merusak Selaput Dinding Ginjal
Daun singkong adalah salah satu jenis daun-dedaunan yang mampu menyediakan kandungan Betain, Zat Pati, dan Asam Askorbat dalam jumlah cukup tinggi. Sehingga dapat dipastikan jika pengonsumsiannya terlalu sering dengan jumlah kadar yang berlebihan maka hak tersebut secara langsung akan merusak selaput dinding ginjal. Adapun solusinya adalah dengan memberikan selingan makanan ber-protein tinggi (seperti : kentang, jagung, nasi, daging-dagingan merah, ikan , dll) supaya sel-sel jaringan selaput dinding dapat menahan resiko efek samping daun singkong dari ketiga kandungan tersebut.

9.  Menghambatnya Sistem Sirkulasi Darah
Selain dapat berefek pada penurunan produktifitas sel-sel darah merah, efek samping daun singkong juga dapat mengakibatkan inkonsistenitas pada siste sirkulasi darah di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan kandungan Asam Askorbat dan Asam Pantotenat yang jumlah kadarnya terbilang sangat tinggi. Maka dari itu, dianjurkan untuk mengonsumsi daun temupuyung ini (sebagai makanan atau sebagai obat) tidak lebih dari 80-100 gr per harinya supaya sistem sirkulasi darah dapat berjalan secara stabil dan lancar.

10.  Tidak Stabilnya Sistem Endokrin Tubuh
Menurunnya dan tidak stabilnya sistem endokrin dalam tubuh biasanya dapat dikarenakan kelebihan produksi kadar insulin yang berasal dari asupan-asupan. Dimana pada kebanyakan kasus hal tersebut dikarenakan asupan sayur-sayuran dan daun-daunan hijau yang tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan protein di dalam tubuh, salah satu jenis dedaun-daunan yang paling bisa menyebabkan gejala tersebut adalah daun singkong. Bahkan gejala efek samping daun singkong sangat berkaitan erat pada dampak bahaya pengurangan jumlah endokrin (produksi hormon) pada organ-organ struktural tubuh, salah satunya contohnya penurunan akan kebutuhan produksi hormon androgen bagi tulang dan gigi-gusi.

11.  Menyebabkan Osteoporosis (Tulang Keropos)
Pada sebuah hasil riset yang dipublish di International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2013, telah dinyatakan bahwa, Bebarapa kasus overdosis dalam penggunaan obat-obatan herbal berbahan dasar daun singkong ini sebagian besar berujung pada masalah kesehatan tulang yaitu Osteoporosis (tulang keropos). Perlu dipahami bahwa daun singkong merupakan salah satu jenis daun-dedaunan yang memiliki kandungan Betain dan Asam Pantotenat yang cukup tinggi. Sehingga jika pengonsumsiannya terlalu berlebihan dapat merusak sel-sel jaringan tulang secara keseluruhan yang mana dengan demikian maka tulang akan bisa sangat mudah mengeropos.


ARTIKEL TERKAIT :
-> 14 Manfaat BIJI SELASIH menurut pakar Nutrisionist
-> 14 Manfaat BIJI MAHONI menurut pakar Nutrisionist
-> 11 Manfaat CHIA SEED menurut pakar Nutrisionist
-> 11 Manfaat BUAH SALAK Bagi Kesehatan Tubuh



Demikian Info lengkap mengenai 11 Efek Samping Daun SINGKONG menurut pakar Nutrisionist dari Bang-Isman. Silahkan SHARE (Bagikan) artikel ini supaya lebih bermanfaat, Terima kasih.

0 comments

Posting Komentar