Jumat, 28 September 2018

14 Cara Menghilangkan MINYAK DI WAJAH menurut pakar Dermatologist

Minyak di wajah sebenarnya merupakan reaksi yang wajar dari pori-pori kulit wajah dalam sistem produksi pengeluaran kelenjar keringat yang menghasilkan minyak. Terproduksinya zat-zat minyak di wajah sejatinya dapat bermanfaat bagi kulit dalam menjaga kelembaban, mencegah kulit kering, mencegah iritasi, dll. Namun yang harus kamu khawatirkan adalah saat minyak di wajah kamu terproduksi secara berlebihan atau secara tidak wajar (Oil Over-Productivity).


Dilansir oleh Journal of Investigative Dermatology, beberapa temuan dari para pakar spesialis kulit menemukan bahwa, Pada hakikatnya Terdapat penerapan tradisional atau cara menghilangkan minyak di wajah yang telah teruji secara medis. Meskipun proses sekresi kelenjar minyak di wajah ini dapat memberikan Vitamin E secara nyata yang dimana juga bermanfaat bagi kesehatan kulit wajah itu sendiri. Namun memang jika keluaran minyak di wajah itu terproduksi secara berlebihan dan tidak wajar, maka hal itu perlu diwaspadai.

Salah seorang pakar dermatologist dan cosmetologist dari Max Hospitals, Malviya, New Delhie Dr. Rahul Nagar MBBS, DDV, DNB, mengemukakan bahwa, Produksi minyak di wajah memiliki khasiat unik yang dapat menutrisi sel-sel kulit wajah itu sendiri. Namun, jika produksi minyak di wajah ini terlalu banyak maka malah akan bisa menimbulkan berbagai penyakit kulit wajah, salah satunya jerawat batu (Cystic Acne).

Adapun untuk mengatasi kulit wajah yang sedang terjangkit jerawat batu (Cystic Acne) akibat kelebihan produksi minyak di wajah ini, bisa dengan mudah diatasi dan dicegah jika seseorang rajin untuk mencuci wajah setiap hari setidaknya 2 kali. Karena memang mencuci muka merupakan kebiasaan yang sangat berkhasiat dalam menjaga kesterilan kulit wajah dalam mengsusir minyak wajah (oil face), bakteri, kuman, dan virus penyebab jerawat batu.

Dalam sebuah Journal Science of Medicine & Immunology yang didapat dari hasil penelitian Dr. Richard Gallo, University of California, San Diego menemukan bahwa, Jerawat ialah soal bakteri, minyak di wajah, asam lemak, hormon, dan gen. Disamping mungkin faktor lingkungan mikro yang kedap udara di permukaan kulit. Lingkungan kedap udara akan membuat Propionibacterium acnes, bakteri yang secara alami terdapat pada kulit, mengubah minyak menjadi asam lemak yang memicu peradangan. Meskipun begitu, fokus utamanya tetap pada produksi minyak di wajah. Jika produksi minyak di wajah ini dapat terkontrol dengan baik, maka segala pemicu masalah kesehatan kulit wajah bisa dicegah secara komprehensif.

Bagi setiap orang tentu keluaran minyak di wajah yang berlebihan ini merupakan hal  menjengkelkan, selain mengurangi bagi kecantikan kulit itu sendiri, tapi juga sangat menganggu tingkat kepercayaan diri seseorang, terlebih saat berpas-pasan dengan orang-orang lawan berhadapannya. 

Hal pertama yang harus kamu lakukan dalam mengatasi keluaran minyak berlebih ini yaitu kenali lah penyebab-penyebabnya. Apa saja yang bisa menyebabkan keluaran minyak wajah terlalu berlebihan? Simak ulasan berikut :

Penyebab terjadinya keluaran minyak wajah berlebihan :

-  Genetik
Penyebab utama dalam keluaran minyak berlebih yang tidak bisa  kamu hindari adalah faktor Genetik (keturunan). Seorang pakar Dermatologist Dr. Joshua Zeichner ,M.D, menganggap bahwa, keluaran minyak di wajah ini sangat berkaitan dengan faktor genetik, meskipun tidak 100% sepenuhnya dari faktor genetik. Ia berujar :

“Kadar minyak di wajah sangat dipengaruhi juga oleh faktor Genetik, kondisi yang disebabkan faktor Genetik ini hampir mustahil untuk diubah tapi bisa diminimalisir dengan beberapa penanganan,” uajrnya.

"Namun kamu tidak perlu kuatir, meskipun faktor Genetik ini tidak bisa dirubah, setidaknya kamu bisa meminimalisirnya dengan penerapan-penerapan atau cara menghilangkan minyak di wajah yang dianjurkan para pakar Dermatology," pungkasnya.

-  Perubahan Suhu
Salah seorang dokter spesialis kesehatan kulit (Dermatology) Dr. Tina Wardhani Wisesa MND MPH, dalam workshop media yang diselenggarakan Nivea (2/11) di Jakarta, mengatakan bahwa :

“Ketika seseorang sering melakukan aktivitas yang terpengaruh dengan perubahan suhu panas ke dingin, atau sebaliknya, T-Zone (area dahi dan hidung) inilah yang paling banyak terangsang minyak, sehingga menyebabkan produksi minyak di wajah secara berlebih,” ujarnya

-  Tingkat Stress
Ketika seseorang mengalami guncangan mood maka Hormon Kortisol akan terproduksi secara keluar. Nah, jika seseorang tersebut mengalami tingkat stress yang cukup tinggi, maka Hormon Kortisol tersebut akan terproduksi secara berlebih, hal itu menyebabkan minyak menjadi keluar secara tidak teratur. 

-  Kosmetik
Pemakaian kosmetik yang tidak wajar dan tidak teratur dapat menyebabkan menumpuknya minyak di wajah sembunyi di balik sel-sel jaringan pori-pori wajah, sehingga pada suatu minyak di wajah tersebut akan keluar secara tidak terkendali dan tidak terkontrol. Riasan atau pemakaian Make-up yang tidak wajar ini juga dapat menyebabkan munculnya masalah Jerawat, Jerawat batu (Cystic Acne), Komedo, dll.

-  Perubahan hormon
Khususnya bagi wanita, mereka mengalami beberapa kali perubahan Hormon selama hidupnya, yaitu pada masa menstruasi, kehamilan, dan menopause. Meskipun memang ada juga beberapa penerapan-penerapan atau cara menghilangkan minyak di wajah yang terproduksi secara berlebihan. 

Pada dasarnya, produksi minyak di wajah merupakan proses alami yang tidak mungkin bisa kita hindari, namun ada beberapa cara dalam mencegah supaya keluaran minyak di wajah kita tidak berlebih, atau tepatnya meminimalisir produksi pengeluaran minyak di wajah. Berikut cara dan ulasan lengkapnya dari para pakar spesialis medis dan dermatologist :

14 Cara Menghilangkan Minyak Berlebih Di Wajah

1.   Mencuci Wajah
Seorang pakar Dermatology asal kota Georgia, Amerika serikat Dr. Kennet Ellner, M.D berpendapat bahwa, Kurangnya asupan mineral merupakan salah satu penyebab timbulnya masalah Cystic Acne (jerawat batu). Mencuci muka dengan menggunakan air bersih atau air tawar dipercaya merupakan salah satu cara paling efektif dan paling ekonomis dalam mengatasi masalah kesehatan kulit wajah, salah satunya keluaran minyak di wajah yang berlebih (Over Oil-Productivity). Ia berujar

“Tanpa asupan mineral dari air putih (air tawar) yang cukup, maka kulit kamu akan mengalami Dehidrasi. Dimana hal tersebut akan berdampak berdampak langsung pada reaksi produksi kelenjar minyak di wajah yang keluar secara berlebihan, sehingga hal tersebut menimbulkan masalah-masalah kesehatan kulit lainnya,” ujarnya.

"Mencuci wajah dengan menggunakan air bersih sangat efektif dalam mengurangi keluaran minyak wajah yang terproduksi secara berlebihan. Setidaknya lakukanlah kegiatan mencuci wajah ini 2-3 kali dalam sehari," pungkasnya.

2.   Gunakan Sari Buah Lemon atau Jeruk Nipis
Dalam beberapa uji laboratorium telah dibuktikan bahwa buah lemon atau buah jeruk nipis bisa digunakan sebagai penerapan-penerapan atau cara menghilangkan minyak di wajah berlebih. Kandungan Vitamin C, Vitamin E dan Asam Sitrat yang terdapat pada lemon dan jeruk nipis berperan aktif sebagai Exfoliant alami yang secara nyata mengatasi keluaran minyak berlebih di wajah. Buah-buahan ini memang selain bermanfaat dalam menjaga kesehatan kulit tapi juga bermanfaat dalam menjaga kelembaban pori-pori kulit.

Cara Menggunakannya :
> Siapkan 1-2 buah lemon atau jeruk nipis.
> Kemudian belah menjadi dua bagian menggunakan pisau.
> Ambil sarinya terlebih dahulu atau bisa langsung kamu gosokan sari buah lemon atau jeruk nipis tersebut di wajah secara merata.
> Biarkan selama 20-30 menit hingga sari buah mengering.
> Kemudian bilaslah menggunakan air bersih.
> Terapkan cara ini 2x sehari untuk menghilangkan minyak di wajah secara permanen.

3. Gunakan Krim Pepaya
Para pakar dermatologist menyebutkan bahwa, Buah Pepaya mengandung zat unik berupa Enzim Papain, yang dimana zat tersebut sangat baik dalam meregenerasi kulit, mengangkat sel-sel kulit mati, sekaligus menyingkirkan bakteri yang hinggap di pori-pori wajah. Selain itu, Masker pepaya juga sangat berguna dalam menjaga dan mencegah perkembang biakan bakteri dan mengurangi produksi kelenjar minyak berlebih di wajah.

Cara Menggunakannya :
> Siapkan ½ atau secukupnya buah pepaya, kemudian tumbuk atau blender hingga menyerupai krim.
> Oleskan di bagian komedo atau di wajah secara keseluruhan.
> Diamkan selama 15 menit.
> Kemudian bilas menggunakan air bersih.
> Terapkan cara ini 2x sehari untuk menghilangkan minyak di wajah secara permanen.

Halaman berikutnya...
Sebisa mungkin hindarilah asap, debu dan polusi yang terpapar langsung terhadap wajah kamu. Setidaknya gunakanlah masker wajah, slayer atau juga helm saat kamu sedang diluar tempat yang terkontaminasi oleh Asap, Debu dan Polusi. Menghindari Asap, Debu dan polusi merupakan penerapan atau cara menghilangkan minyak di wajah yang paling efektif dampaknya, karena kuman-bakteri-virus yang hinggap di wajah malah akan mengakibatkan rekasi produksi kelenjar minyak yang berlebihan dan tidak terkontrol.

5.   Gunakan Mentimun
Mentimun memiliki kandungan-kandungan Vitamin E, Vitamin C, dan Asam Askorbat yang sangat tinggi, mentimun sudah lama terbukti sebagai andalan untuk perawatan wajah, salah satunya mengontrol keluaran minyak berlebih di wajah. Banyaknya kandungan Vitamin dan Mineral pada mentimun menjadikannya salah satu bahan alami yang dipercaya sangat ampuh dalam penerapan atau cara menghilangkan minyak di wajah yang terproduksi secara berlebihan.   

Cara Menggunakannya :
> Siapkan 1 buah mentimun dengan panjang sekitar 4-5 cm.
> Kemudian haluskan mentimun dengan menggunakan blender atau dengan cara ditumbuk hingga menyerupai krim.
> Oleskan krim mentimun tersebut di wajah secara merata.
> Biarkan selama 20-30 menit hingga krim mentimun mengering.
> Kemudian bilaslah menggunakan air bersih.
> Terapkan cara ini 2x sehari untuk menghilangkan minyak di wajah secara permanen.

6.   Gunakan Tomat
Tomat memiliki kandungan Vitamin C dan Vitamin E yang sangat baik dalam merawat kesehatan dan kecantikan kulit. Selain itu, kandungan Asam askorbat yang ada pada Tomat juga sangat cocok dalam menyerap atau menghilangkan minyak di wajah yang terproduksi secara berlebihan.

Cara Menggunakannya :
> Siapkan 1-2 buah tomat matang.
> Kemudian haluskan tomat dengan menggunakan blender atau dengan cara ditumbuk hingga menyerupai krim.
> Oleskan krim tomat tersebut di wajah secara merata.
> Biarkan selama 20-30 menit hingga krim tomat mengering.
> Kemudian bilaslah menggunakan air bersih.
> Terapkan cara ini cukup 2x sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

7.   Oleskan Gel Lidah Buaya
Lidah buaya juga memiliki kandungan Anti-Mikroba jahat yang sangat ampuh dalam mengontrol keluaran minyak di wajah, kandungan tersebut juga sangat aktif dalam menyerap dan menghilangkan minyak wajah yang terproduksi secara berlebihan. 

Cara Menggunakannya :
> Siapkan 1 tangkai lidah buaya sepanjang 5-8 cm.
> Kemudian belah kulit luar dari lidah buaya tersebut.
> Ambil gel atau lendirnya terlebih dahulu.
> Kemudian oleskan ke wajah secara merata.
> Biarkan selama 20-30 menit hingga gel lidah buaya tersebut mengering.
> Kemudian bilaslah menggunakan air bersih.
> Terapkan cara ini 2x sehari untuk menghilangkan minyak di wajah secara permanen.

8.   Oleskan Masker Jus Bengkoang
Sudah tidak asing lagi bahwa Bengkoang memiliki banyak sekali kandungan Vitamin E dan Mineral yang sangat cocok dalam menjaga kesehatan wajah. Kandungan Vitamin E dan Mineral yang ada pada bengkoang berfungsi untuk mengecilkan pori-pori di wajah, sehingga produksi keluaran minyak di wajah juga akan berkurang secara signifikan.

Cara Menggunakannya :
> Siapkan ½ atau sekitar 50 gr buah bengkong.
> Kemudian kupas bagian kulit luarnya terlebih dahulu.
> Kemudian haluskan bengkoang dengan menggunakan blender atau dengan cara ditumbuk hingga halus menyerupai krim.
> Oleskan krim bengkoang tersebut di wajah secara merata.
> Biarkan selama 30-45 menit hingga krim bengkoang mengering.
> Kemudian bilaslah menggunakan air bersih.
> Terapkan cara ini 2x sehari untuk menghilangkan minyak di wajah secara permanen.

9.   Oleskan Arang hitam
Pada jaman dahulu orang-orang biasa menggunakan arang sebagai masker wajah untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Kandungan zat-zat anti-oksidan, anti-inflamasi, anti-mikroba, dan anti-bacterial yang terdapat pada Arang memiliki kemampuan untuk membersihkan kulit, meremajakan kulit, dan mensterilkan kulit hingga pori-pori terdalam, oleh karena itu masalah jerawat dan minyak di wajah (Oil face) dipastikan akan hilang secara nyata. Selain ditujukan untuk penerapan atau cara menghilangkan di minyak wajah yang terprosuksi secara berlebihan, arang juga bisa dimanfaatkan dalam menjaga kesterilan dan mencegah peradangan infeksi kulit karena di dalamnya juga mengandung senyawa-senyawa Anti-Oksidan dan Anti-Inflmasi.

10.   Oleskan Lumpur
Penerapan yang satu ini mungkin “sedikit menjijikan”, namun belakangan telah banyak muncul facial-facial perawatan wajah yang mengandalkan lumpur sebagai masker. Ini bukan tanpa alasan, lumpur atau tanah liat dapat membersihkan wajah hingga ke pori-pori, mengurangi produksi minyak di wajah yang berlebihan, sekaligus menyerap racun yang ada pada sel-sel kulit wajah.

11.   Bersihkan Make-up / Riasan sebelum tidur
Khususnya wanita, sangat perlunya bagi kalian membersihkan make-up sebelum kamu akan tidur. Hal ini dilakukan karena pada waktu tidur, kulit wajah kamu membutuhkan istirahat setelah seharian beraktivitas. Selain ditujukan dalam penerapan atau cara menghilangkan minyak di wajah yang terproduksi secara berlebihan, membersihkan make-up atau riasan di wajah juga bertujuan untuk mensterilkan kulit hingga pori-pori wajah secara menyeluruh.  

12.   Pilihlah Kosmetik yang cocok dengan kulit wajah kamu
Para pakar dermatologist sendiri menekankan bahwa, Penggunaan kosmetik-kosmetik yang menggunakan bahan kimia ada baiknya dihindari atau setidaknya dikurangi, karena memang akibatnya bisa menyebabkan masalah kesehatan kulit yang sangat serius seperti kanker kulit atau semacamnya. Banyak dari para wanita yang masih salah dalam memilih kosmetik mereka, namun sepertinya hal ini tidak begitu dihiraukan. Padahal setiap kulit wajah seseorang memiliki tingkat sensitifitas-nya masing-masing

13.   Rajin-rajin berolahraga
Dengan berolahraga, produksi kelenjar kulit di wajah akan menjadi lebih terkontrol. Tentunya hal ini dapat langsung berdampak dalam mengurangi keluaran minyak secara berlebih. Berolahraga merupakan cara menghilangkan minyak di wajah yang bisa diterpkan dengan sangat mudah.

14.   Gunakan Toner
Penggunaan Toner setelah mencuci muka juga dapat mengurangi minyak di wajah yang berlebihan. Ada berbagai jenis Toner dari berbagai produk kecantikan yang bisa kamu pilih, pilihlah Toner yang sesuai dan cocok dengan sensitifitas kulit kamu.


ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Menghilangkan KOMEDO dengan bahan Tradisional
-> 10 Cara Menghaluskan TELAPAK TANGAN menurut pakar Dermatologist
-> 12 Cara Memutihkan KETIAK HITAM (Black's Armpit)
-> 11 Manfaat MASKER TOMAT menurut pakar Dermatologist

Minggu, 23 September 2018

11 Efek Samping Masker INNISFREE menurut pakar Dermatologist

Masker innisfree adalah salah satu produk kosmetik kecantikan kulit wajah yang bahan-bahan dasar pembuatannya berasal dari kombinasi zat kimia dan zat alami. Meskipun masker innisfree ini sejatinya diperuntukkan menyehatkan kulit wajah, namun faktanya tidak sedikit dari para testimoner-testimoner yang mengeluhkan produk masker innisfree ini. Kebanyakan dari para testimoner-testimoner yang mengemukakan efek samping masker innisfree palsu sangat membahayakan bagi kesehatan kulit wajah, bahkan dalam beberapa kasus penggunaan masker innisfree palsu ini bisa sampai menimbulkan peradangan kulit wajah.


Perlu dipahami bahwa, Sejatinya penggunaan produk-produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya boleh digunakan, tapi harus disertai dengan catatan dan anjuran dari pakar spesialis kulit wajah. Terkhusus pada kasus masker innisfree palsu ini, pemasaran dari produknya sama sekali tanpa anjuran para pakar spesialis kulit wajah dan juga tanpa disertakan sertifikasi badan BPOM. Maka dari itu, banyak dari pakar dermatologist yang menyatakan bahwa efek samping masker innisfree palsu ini bisa menyebabkan masalah-masalah kesehatan bagi kulit wajah dan dianjurkan untuk memberhentikan penggunaannya.

Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, efek samping masker innisfree palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker innisfree palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker innisfree palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset yang dipublish The American Journal of Clinical Dermatology di tahun 2011, telah dinyatakan bahwa, Pertumbuhan sel-sel kanker adalah salah satu efek samping masker innisfree palsu yang telah terbukti identifikasinya secara ilmiah. Bahkan pertumbuhan sel-sel kanker yang disebabkan oleh pemakaian masker innisfree palsu ini terbilang sangat fluktuatif dampaknya. Sehingga akan sangat sulit tratasi dalam jangka waktu yang pendek.

Sementara itu, The American Cleaning Institute memberikan data kepada U.S. Food and Drug Adminstration’s (FDA) yang menunjukkan bahwa, Sejatinya masker wajah memiliki fungsi utama dalam mensterilkan kuman, bakteri, jamur, dan mikroba jahat lainnya yang hinggap di kulit seseorang. Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit.

"Triclosan adalah salah satu bahan yang paling sering diteliti dalam produk perawatan kesehatan," ujar Brian Sansoni, juru bicara The American Cleaning Institute.

“Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit. Gunakanlah produk masker berbahan dasarkan kimia ini dengan jeda waktu 1x sehari, dianjurkan untuk tidak boleh lebih,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah triclosan bisa dikatakan cukup aman dan efektif untuk digunakan oleh masyarakat umum, namun FDA masih mengungkapkan kemungkinan munculnya risiko kesehatan yang dibawa oleh jenis-jenis masker tertentu.

Menurut penelitian mereka, Terlalu sering menggunakan zat antibakteri, seperti triclosan, yang ditemukan dalam produk masker-masker tertentu, juga dapat menyebabkan gangguan endokrin. Triclosan dianggap salah satu agen sistetis antibakteri paling umum yang ditemukan dalam produk dan dikaitkan dengan munculnya dampak sistem hormonal pada individu.

The Endocrine Society, sekelompok dokter dan ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam sistem hormon, melabelkan triclosan sebagai bahan yang mengubah kadar hormon tiroid dan hormon reproduksi seperti testosteron dan estrogen, oleh karenanya sangat perlu dibatasi dan dihitung jumlah pemakaiannya, tidak boleh sembarangan.

Sedangkan menurut seorang pakar kesehatan medis-dermatologist dari Vitiligo clinical care and research, Alopecia Areata, India Dr. John E. Harris M.D, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Penggunaan masker innisfree palsu pada banyak kasus sering yang mengaluahkan mengenai efek yang menjadikan kulit nampak kering, kusam, kasar, dan bersisik. Padahal seharusnya masker innisfree palsu ini mampu menghaluskan dan mengenyalkan kulit wajah, sesuai indeks kegunaannnya. Ia berujar :

“Dampak efek samping masker innisfree palsu yang paling mendasar adalah dari efeknya terhadap kulit menjadi kasar, kering, kusam, dan bersisik. Padahal sesuai indeks kegunaannya produk masker innisfree palsu ini menawarkan kesehatan kulit halus, mulus, dan kenyal,” ujarnya.

Adapun berikut beberapa dampak efek samping masker innisfree palsu berdasarkan penelitian-penelitian dari para pakar dermatologist.

11 Efek Samping MASKER INNISFREE menurut pakar Dermatologist

1.  Menyebabkan Infeksi Kulit 
Menurut hasil riset dari The U.S Food and Drug Administration (FDA) tahun 2012, masalah infeksi kulit selain bisa disebabkan oleh kurangnya kebersihan kulit tapi juga karena pemakaian kosmetik ber-sulfut tinggi, salah satunya seperti produk masker innisfree palsu ini yang. Efek samping masker innisfree palsu ini didasari karena kandungan sodium laureth sulfate yang terlampau tinggi, sehingga jika pemakaiannya sedikit saja berlebihan maka akan menimbulkan efek infeksi yang berlanjut pada peradangan kulit.

2.  Menyebabkan Iritasi Kulit 
Pada dasarnya pemakaian kosmetik wajah apapun tidak mengapa. Namun fakta dilapangan membuktikan bahwa, Kosmetik kecantikan seperti Moisturizing (pelembab), Day masker, Night masker, Foundation, Cleansing masker, dll dapat mengakibatkan penyumbatan pori-pori dan kelenjar minyak kulit yang tentunya akan menimbulkan masalah Jerawat di wajah, tidak terkecuali produk masker innisfree palsu ini.

3.  Menyebabkan Jerawat Batu (cystic acne)
Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, Efek samping masker innisfree palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker innisfree palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker innisfree palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

4.  Menyumbat Pori-pori Kulit Wajah
Proses sekresi kelenjar keringat dan minyak di kulit wajah pada hakikatnya memiliki fungsi untuk menghasilkan zat-zat alami yang dimana dapat memberikan asupan Vitamin E pada pori-pori kulit wajah. Jika kulit wajah terlalu sering mendapatkan zat-zat kimia seperti zat sodium sulfur pada produk masker innisfree palsu ini maka hal tersebut malah bisa menyumbat pori-pori kulit wajah, sehingga kelenjar keringat-minyak di kulit wajah tidak bisa terproduksi secara baik.

Halaman berikutnya...

Sabtu, 22 September 2018

11 Efek Samping Masker FOOD A HOLIC menurut pakar Dermatologist

Masker food a holic adalah salah satu produk kosmetik kecantikan kulit wajah yang bahan-bahan dasar pembuatannya berasal dari kombinasi zat kimia dan zat alami. Meskipun masker food a holic ini sejatinya diperuntukkan menyehatkan kulit wajah, namun faktanya tidak sedikit dari para testimoner-testimoner yang mengeluhkan produk masker food a holic ini. Kebanyakan dari para testimoner-testimoner yang mengemukakan efek samping masker food a holic palsu sangat membahayakan bagi kesehatan kulit wajah, bahkan dalam beberapa kasus penggunaan masker food a holic palsu ini bisa sampai menimbulkan peradangan kulit wajah.


Perlu dipahami bahwa, Sejatinya penggunaan produk-produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya boleh digunakan, tapi harus disertai dengan catatan dan anjuran dari pakar spesialis kulit wajah. Terkhusus pada kasus masker food a holic palsu ini, pemasaran dari produknya sama sekali tanpa anjuran para pakar spesialis kulit wajah dan juga tanpa disertakan sertifikasi badan BPOM. Maka dari itu, banyak dari pakar dermatologist yang menyatakan bahwa efek samping masker food a holic palsu ini bisa menyebabkan masalah-masalah kesehatan bagi kulit wajah dan dianjurkan untuk memberhentikan penggunaannya.

Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, efek samping masker food a holic palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker food a holic palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker food a holic palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset yang dipublish The American Journal of Clinical Dermatology di tahun 2011, telah dinyatakan bahwa, Pertumbuhan sel-sel kanker adalah salah satu efek samping masker food a holic palsu yang telah terbukti identifikasinya secara ilmiah. Bahkan pertumbuhan sel-sel kanker yang disebabkan oleh pemakaian masker food a holic palsu ini terbilang sangat fluktuatif dampaknya. Sehingga akan sangat sulit tratasi dalam jangka waktu yang pendek.

Sementara itu, The American Cleaning Institute memberikan data kepada U.S. Food and Drug Adminstration’s (FDA) yang menunjukkan bahwa, Sejatinya masker wajah memiliki fungsi utama dalam mensterilkan kuman, bakteri, jamur, dan mikroba jahat lainnya yang hinggap di kulit seseorang. Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit.

"Triclosan adalah salah satu bahan yang paling sering diteliti dalam produk perawatan kesehatan," ujar Brian Sansoni, juru bicara The American Cleaning Institute.

“Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit. Gunakanlah produk masker berbahan dasarkan kimia ini dengan jeda waktu 1x sehari, dianjurkan untuk tidak boleh lebih,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah triclosan bisa dikatakan cukup aman dan efektif untuk digunakan oleh masyarakat umum, namun FDA masih mengungkapkan kemungkinan munculnya risiko kesehatan yang dibawa oleh jenis-jenis masker tertentu.

Menurut penelitian mereka, Terlalu sering menggunakan zat antibakteri, seperti triclosan, yang ditemukan dalam produk masker-masker tertentu, juga dapat menyebabkan gangguan endokrin. Triclosan dianggap salah satu agen sistetis antibakteri paling umum yang ditemukan dalam produk dan dikaitkan dengan munculnya dampak sistem hormonal pada individu.

The Endocrine Society, sekelompok dokter dan ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam sistem hormon, melabelkan triclosan sebagai bahan yang mengubah kadar hormon tiroid dan hormon reproduksi seperti testosteron dan estrogen, oleh karenanya sangat perlu dibatasi dan dihitung jumlah pemakaiannya, tidak boleh sembarangan.

Sedangkan menurut seorang pakar kesehatan medis-dermatologist dari Vitiligo clinical care and research, Alopecia Areata, India Dr. John E. Harris M.D, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Penggunaan masker food a holic palsu pada banyak kasus sering yang mengaluahkan mengenai efek yang menjadikan kulit nampak kering, kusam, kasar, dan bersisik. Padahal seharusnya masker food a holic palsu ini mampu menghaluskan dan mengenyalkan kulit wajah, sesuai indeks kegunaannnya. Ia berujar :

“Dampak efek samping masker food a holic palsu yang paling mendasar adalah dari efeknya terhadap kulit menjadi kasar, kering, kusam, dan bersisik. Padahal sesuai indeks kegunaannya produk masker food a holic palsu ini menawarkan kesehatan kulit halus, mulus, dan kenyal,” ujarnya.

Adapun berikut beberapa dampak efek samping masker food a holic palsu berdasarkan penelitian-penelitian dari para pakar dermatologist.

11 Efek Samping MASKER FOOD A HOLICmenurut pakar Dermatologist

1.  Menyebabkan Infeksi Kulit 
Menurut hasil riset dari The U.S Food and Drug Administration (FDA) tahun 2012, masalah infeksi kulit selain bisa disebabkan oleh kurangnya kebersihan kulit tapi juga karena pemakaian kosmetik ber-sulfut tinggi, salah satunya seperti produk masker food a holic palsu ini yang. Efek samping masker food a holic palsu ini didasari karena kandungan sodium laureth sulfate yang terlampau tinggi, sehingga jika pemakaiannya sedikit saja berlebihan maka akan menimbulkan efek infeksi yang berlanjut pada peradangan kulit.

2.  Menyebabkan Iritasi Kulit 
Pada dasarnya pemakaian kosmetik wajah apapun tidak mengapa. Namun fakta dilapangan membuktikan bahwa, Kosmetik kecantikan seperti Moisturizing (pelembab), Day masker, Night masker, Foundation, Cleansing masker, dll dapat mengakibatkan penyumbatan pori-pori dan kelenjar minyak kulit yang tentunya akan menimbulkan masalah Jerawat di wajah, tidak terkecuali produk masker food a holic palsu ini.

3.  Menyebabkan Jerawat Batu (cystic acne)
Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, Efek samping masker food a holic palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker food a holic palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker food a holic palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

4.  Menyumbat Pori-pori Kulit Wajah
Proses sekresi kelenjar keringat dan minyak di kulit wajah pada hakikatnya memiliki fungsi untuk menghasilkan zat-zat alami yang dimana dapat memberikan asupan Vitamin E pada pori-pori kulit wajah. Jika kulit wajah terlalu sering mendapatkan zat-zat kimia seperti zat sodium sulfur pada produk masker food a holic palsu ini maka hal tersebut malah bisa menyumbat pori-pori kulit wajah, sehingga kelenjar keringat-minyak di kulit wajah tidak bisa terproduksi secara baik.

5.  Mengurangi Kelembaban Wajah
Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa, Ancaman efek samping masker food a holic palsu sebagai produk kosmetik kecantikan wajah bisa memicu penurunan aktifitas kolagen kulit wajah. Dengan pasifnya atau menurunnya kinerja dari kolagen maka hal tersebut juga akan bereaksi terhadap fungsi sistemik jaringan sel-sel wajah secara keseluruhan yang kemudian akan menimbulkan berbagai masalah-masalah kesehatan kulit seperti : Berkurangnya tingkat kelembaban kulit, Eksim, Kulit kering, Kulit kusam, Kulit keriput, dll.

6.  Memicu Pertumbuhan Sel-sel Kanker
Pada sebuah hasil riset yang dipublish The American Journal of Clinical Dermatology di tahun 2011, telah dinyatakan bahwa, Pertumbuhan sel-sel kanker adalah salah satu efek samping masker food a holic palsu yang telah terbukti identifikasinya secara ilmiah. Bahkan pertumbuhan sel-sel kanker yang disebabkan oleh pemakaian masker food a holic palsu ini terbilang sangat fluktuatif dampaknya. Sehingga akan sangat sulit tratasi dalam jangka waktu yang pendek.

7.  Menyebabkan Pertumbuhan Komedo
Perlu dipahami bahwa, Pemakaian produk-produk kecantikan saat ini menjadi perhatian khusus karena efek jangka panjangnya bagi kesehatan kulit. Selama pemakaiannya dalam kadar wajar maka produk-produk kecantikan seperti masker food a holic palsu ini bisa memberikan kegunaan bagi kesterilan kulit wajah, namun jika pemakaiannya dalam kadar berlebihan-tidak wajar maka malah bisa mengakibatkan berbagai masalah-masalah kesehatan kulit wajah, salah satu contohnya seperti komedo.

8.  Menimbulkan Masalah Peradangan Kulit
Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa, Ancaman efek samping masker food a holic palsu sebagai salah satu produk kecantikan berbahan dasar kimia bisa memicu penurunan aktifitas kolagen kulit wajah. Dengan pasifnya atau menurunnya kinerja dari kolagen maka hal tersebut juga akan bereaksi terhadap fungsi sistemik jaringan sel-sel wajah secara keseluruhan yang kemudian akan menimbulkan berbagai masalah-masalah inflamasi (peradangan) kulit wajah, sebut saja seperti : Eksim, Kulit kering, Kulit kusam, Kulit keriput, dll.

9.  Memicu Pertumbuhan Sel-sel Kanker
Efek samping dari produk kecantikan berbahan dasar kimia seperti pada kasus efek samping masker food a holic palsu ini bisa mengakibatkan masalah kesehatan kulit wajah yang sangat serius, antara lain : produksi minyak berlebih, jerawat batu, komedo, iritasi-infeksi kulit wajah, dan masih banyak lagi. Bahkan dalam beberapa kasus efek samping produk-produk kecantikan berbahan dasar kimia bisa mengakibatkan masalah kanker sel basal jika penggunaannya terlalu berlebihan.

10.  Menyebabkan Keriput-Kerutan Wajah
Kasus-kasus produk kecantikan palsu (termasuk produk masker food a holic palsu) sebagian besar dikarenakan kurangnya perhatian dari para pengguna. Padahal efek samping dari produk-produk kecantikan ini bisa menimbulkan efek inflamasi yang sangat merusak jaringan sel-sel saraf kulit, salah satunya keriput-kerutan di wajah.

11.  Menimbulkan Efek Kulit Kasar, Kering, Kusam, dan Bersisik
Sedangkan menurut seorang pakar kesehatan medis-dermatologist dari Vitiligo clinical care and research, Alopecia Areata, India Dr. John E. Harris M.D, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Penggunaan masker food a holic palsu pada banyak kasus sering yang mengaluahkan mengenai efek yang menjadikan kulit nampak kering, kusam, kasar, dan bersisik. Padahal seharusnya masker food a holic palsu ini mampu menghaluskan dan mengenyalkan kulit wajah, sesuai indeks kegunaannnya. Ia berujar :

“Dampak efek samping masker food a holic palsu yang paling mendasar adalah adalah dari efeknya terhadap reaksi kulit menjadi kasar, kering, kusam, dan bersisik. Padahal sesuai indeks kegunaannya produk masker food a holic palsu ini menawarkan efek kulit halus, mulus, dan kenyal,” ujarnya.


ARTIKEL TERKAIT :
-> 14 Manfaat BIJI SELASIH menurut pakar Nutrisionist
-> 14 Manfaat BIJI MAHONI menurut pakar Nutrisionist
-> 11 Manfaat CHIA SEED menurut pakar Nutrisionist
-> 11 Manfaat BUAH SALAK Bagi Kesehatan Tubuh

Senin, 17 September 2018

14 Manfaat BUBUR AYAM Bagi Kesehatan Tubuh

Bubur ayam atau “Buryam” adalah salah satu kuliner-makanan khas asli indonesia yang sangat familiar di telinga masyarakat umum, sama halnya bubur kacang hijau. Rasa dari bubur ayam sendiri memiliki cita rasa sangat khas ala indonesia yang kaya akan rasa gurih-asin dari bumbu rempah-rempahnya dan memiliki tekstur lembut. Selain memiliki rasa yang lezat, bubur ayam juga memiliki segudang kandungan gizi dan nutrisi yang bisa bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Para pakar nutrisionist sendiri menyebutkan bahwa, manfaat Makanan “Chicken congee” (bubur ayam) dari indonesia ini dipercaya dapat meningkatkan kinerja fungsi otak, mata, stamina fisik, dan sel-sel jaringan tubuh lainnya.


Bubur ayam biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat dengan disertakan irisan daging ayam dan juga beberapa bumbu-perasa lainnya  seperti : Seledri, bawang goreng, kecap asin, kecap manis, merica, garam, dan juga diberi kaldu ayam sebagai kuah pembasahnya. Dengan tersedianya bahan-bahan tersebut tidak heran jika bubur ayam mampu memberikan asupan gizi dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun kandungan-kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat di dalam satu mangkuk (per cup/220 gram) bubur ayam antara lain : Protein, Karbohidrat, Zat besi, Serat, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Kalium, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin K, Omega-3, Omega-6, Niasin, Kolin, dan Asam folat.

Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dan dietetics Dr. Joel H. Fuhrmann M.D mengemukakan bahwa, Pengonsumsian sup bubur ayam terbiklang sangat berpengaruh pada percepatan penyembuhan penyakit pilek, flu atau infeksi virus lainnya. Karena pada dasarnya kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada sup bubur ayam bisa memperpendek durasi penekanan aliran mukosa dan gerakan sel darah putih, sehingga penyembuhan penyakit yang diakibatkan oleh virus-virus tertentu bisa ditangkal dengan cepat.

Seorang profesor spesialis penyakit dalam dari Royal College of Surgeons, Irlandia Prof. Dr. Alice Stanton, MB, BSc, PhD, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Sup bubur ayam adalah salah satu makanan olahan yang bisa berguna bagi para penderita penyakit jantung, stroke, diabetes, alzheimer, dan lain sejenisnya. Meskipun memang cara pengolahan dan kadar pengonsumsiannya perlu juga untuk diperhatikan. Ia berujar :

"Konsumsi makanan-makanan yang mengandung Omega-3 dan Omega-6 seperti sup bubur ayam dapat dipastikan mampu memberikan reaksi penurunan insiden serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker dan meningkatkan kesehatan otak, penglihatan, otot dan kesehatan sendi," ujarnya.

Menurut data dari USDA SR-12 Food Nutrition (United State Department of Agriculture) disebutkan bahwa, Dalam tiap 220 gr Sup bubur ayam memiliki kandungan Fosfor 31 mg dan Potassium  35 mg di dalamnya. Yang dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat ideal bagi asupan nutrisi sel-sel pembuluh darah, khususnya di bagian Arteri dan Vena.

Sedangkan menurut temuan dari American Heart Association (AHA) disebutkan bahwa, Kandungan Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) di dalam pakan sup bubur ayam dapat memberikan manfaat kesehatan bagi manusia, salah satunya bagi kesehatan otak dalam meningkatkan kemampuan daya ingat dan meningkatkan kemampuan kecerdasan berfikir.

Selain itu, mengonsumsi makanan-makanan seperti sup bubur ayam, sup jagung ayam, cornflek ayam, dll. secara alami dapat meningkatkan indeks Omega-6 dan Omega-3 manusia yang sama artinya dapat merendahkan tingkat risiko serangan jantung, stroke, demensia, dan depresi.

Berikut beberapa khasiat dan manfaat mengonsumsi makanan bubur ayam bagi kesehatan tubuh berdasarkan penelitian-penelitian dari para pakar nutrisionist.

14 Manfaat BUBUR AYAM Bagi Kesehatan Tubuh

1.  Menyehatkan Jantung
Seorang profesor spesialis penyakit dalam dari Royal College of Surgeons, Irlandia Prof. Dr. Alice Stanton, MB, BSc, PhD, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Sup bubur ayam adalah salah satu makanan olahan yang bisa berguna bagi para penderita penyakit jantung, stroke, diabetes, alzheimer, dan lain sejenisnya. Meskipun memang cara pengolahan dan kadar pengonsumsiannya perlu juga untuk diperhatikan. Ia berujar :

"Konsumsi makanan-makanan yang mengandung Omega-3 dan Omega-6 seperti sup bubur ayam dapat dipastikan mampu memberikan reaksi penurunan insiden serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker dan meningkatkan kesehatan otak, penglihatan, otot dan kesehatan sendi," ujarnya.

2.  Mengobati Penyakit Flu (Influenza)
Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dan dietetics Dr. Joel H. Fuhrmann M.D mengemukakan bahwa, Pengonsumsian sup bubur ayam terbilang sangat berpengaruh pada percepatan penyembuhan penyakit pilek, flu atau infeksi virus lainnya. Karena pada dasarnya kandungan gizi dan nutrisi yang terdapat pada sup bubur ayam seperti Protein, Zat besi, Serat, Niasin, Omega-6, Vitamin K, dan Asam folat bisa memperpendek durasi penekanan aliran mukosa dan gerakan sel darah putih, sehingga penyembuhan penyakit yang diakibatkan oleh virus RNA-ribonucleic acid (virus utama penyebab influenza) bisa ditangkal dengan cepat.

3.  Mencerdaskan Otak
Selain dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung, kandungan Omega-3 dan Omega-6 yang terdapat pada makanan bubur ayam juga sangat bermanfaat dalam menutrisi se-sel saraf otak. Sehingga dengan demikian maka fungsi kinerja otak dalam hal berfikir dan tingkat kecerdasan (intelegency) menjadi lebih meningkat.

4.  Memperlancar Sirkulasi Darah
Menurut data dari USDA SR-12 Food Nutrition (United State Department of Agriculture) disebutkan bahwa, Dalam tiap 220 gr Sup bubur ayam memiliki kandungan Fosfor 31 mg dan Potassium  35 mg di dalamnya. Yang dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat ideal bagi asupan nutrisi sel-sel pembuluh darah, khususnya di bagian Arteri dan Vena. Dengan ternutrisinya sel-sel pembuluh darah secara baik maka hal tersebut akan berdampak pada lancarnya proses sirkulasi darah dalam upaya menopang sistem motorik organ-organ tubuh secara keseluruhan.

Halaman berikutnya...

11 Efek Samping Masker JAFRA menurut pakar Dermatologist

Masker jafra adalah salah satu produk kosmetik kecantikan kulit wajah yang bahan-bahan dasar pembuatannya berasal dari kombinasi zat kimia dan zat alami. Meskipun masker jafra ini sejatinya diperuntukkan menyehatkan kulit wajah, namun faktanya tidak sedikit dari para testimoner-testimoner yang mengeluhkan produk masker jafra ini. Kebanyakan dari para testimoner-testimoner yang mengemukakan efek samping masker jafra palsu sangat membahayakan bagi kesehatan kulit wajah, bahkan dalam beberapa kasus penggunaan masker jafra palsu ini bisa sampai menimbulkan peradangan kulit wajah.


Perlu dipahami bahwa, Sejatinya penggunaan produk-produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya boleh digunakan, tapi harus disertai dengan catatan dan anjuran dari pakar spesialis kulit wajah. Terkhusus pada kasus masker jafra palsu ini, pemasaran dari produknya sama sekali tanpa anjuran para pakar spesialis kulit wajah dan juga tanpa disertakan sertifikasi badan BPOM. Maka dari itu, banyak dari pakar dermatologist yang menyatakan bahwa efek samping masker jafra palsu ini bisa menyebabkan masalah-masalah kesehatan bagi kulit wajah dan dianjurkan untuk memberhentikan penggunaannya.

Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, efek samping masker jafra palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker jafra palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker jafra palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset yang dipublish The American Journal of Clinical Dermatology di tahun 2011, telah dinyatakan bahwa, Pertumbuhan sel-sel kanker adalah salah satu efek samping masker jafra palsu yang telah terbukti identifikasinya secara ilmiah. Bahkan pertumbuhan sel-sel kanker yang disebabkan oleh pemakaian masker jafra palsu ini terbilang sangat fluktuatif dampaknya. Sehingga akan sangat sulit tratasi dalam jangka waktu yang pendek.

Sementara itu, The American Cleaning Institute memberikan data kepada U.S. Food and Drug Adminstration’s (FDA) yang menunjukkan bahwa, Sejatinya masker wajah memiliki fungsi utama dalam mensterilkan kuman, bakteri, jamur, dan mikroba jahat lainnya yang hinggap di kulit seseorang. Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit.

"Triclosan adalah salah satu bahan yang paling sering diteliti dalam produk perawatan kesehatan," ujar Brian Sansoni, juru bicara The American Cleaning Institute.

“Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit. Gunakanlah produk masker berbahan dasarkan kimia ini dengan jeda waktu 1x sehari, dianjurkan untuk tidak boleh lebih,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah triclosan bisa dikatakan cukup aman dan efektif untuk digunakan oleh masyarakat umum, namun FDA masih mengungkapkan kemungkinan munculnya risiko kesehatan yang dibawa oleh jenis-jenis masker tertentu.

Menurut penelitian mereka, Terlalu sering menggunakan zat antibakteri, seperti triclosan, yang ditemukan dalam produk masker-masker tertentu, juga dapat menyebabkan gangguan endokrin. Triclosan dianggap salah satu agen sistetis antibakteri paling umum yang ditemukan dalam produk dan dikaitkan dengan munculnya dampak sistem hormonal pada individu.

The Endocrine Society, sekelompok dokter dan ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam sistem hormon, melabelkan triclosan sebagai bahan yang mengubah kadar hormon tiroid dan hormon reproduksi seperti testosteron dan estrogen, oleh karenanya sangat perlu dibatasi dan dihitung jumlah pemakaiannya, tidak boleh sembarangan.

Sedangkan menurut seorang pakar kesehatan medis-dermatologist dari Vitiligo clinical care and research, Alopecia Areata, India Dr. John E. Harris M.D, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Penggunaan masker jafra palsu pada banyak kasus sering yang mengaluahkan mengenai efek yang menjadikan kulit nampak kering, kusam, kasar, dan bersisik. Padahal seharusnya masker jafra palsu ini mampu menghaluskan dan mengenyalkan kulit wajah, sesuai indeks kegunaannnya. Ia berujar :

“Dampak efek samping masker jafra palsu yang paling mendasar adalah dari efeknya terhadap kulit menjadi kasar, kering, kusam, dan bersisik. Padahal sesuai indeks kegunaannya produk masker jafra palsu ini menawarkan kesehatan kulit halus, mulus, dan kenyal,” ujarnya.

Adapun berikut beberapa dampak efek samping masker jafra palsu berdasarkan penelitian-penelitian dari para pakar dermatologist.

11 Efek Samping MASKER JAFRA menurut pakar Dermatologist

1.  Menyebabkan Infeksi Kulit 
Menurut hasil riset dari The U.S Food and Drug Administration (FDA) tahun 2012, masalah infeksi kulit selain bisa disebabkan oleh kurangnya kebersihan kulit tapi juga karena pemakaian kosmetik ber-sulfut tinggi, salah satunya seperti produk masker jafra palsu ini yang. Efek samping masker jafra palsu ini didasari karena kandungan sodium laureth sulfate yang terlampau tinggi, sehingga jika pemakaiannya sedikit saja berlebihan maka akan menimbulkan efek infeksi yang berlanjut pada peradangan kulit.

2.  Menyebabkan Iritasi Kulit 
Pada dasarnya pemakaian kosmetik wajah apapun tidak mengapa. Namun fakta dilapangan membuktikan bahwa, Kosmetik kecantikan seperti Moisturizing (pelembab), Day masker, Night masker, Foundation, Cleansing masker, dll dapat mengakibatkan penyumbatan pori-pori dan kelenjar minyak kulit yang tentunya akan menimbulkan masalah Jerawat di wajah, tidak terkecuali produk masker jafra palsu ini.

3.  Menyebabkan Jerawat Batu (cystic acne)
Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, Efek samping masker jafra palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker jafra palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker jafra palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

4.  Menyumbat Pori-pori Kulit Wajah
Proses sekresi kelenjar keringat dan minyak di kulit wajah pada hakikatnya memiliki fungsi untuk menghasilkan zat-zat alami yang dimana dapat memberikan asupan Vitamin E pada pori-pori kulit wajah. Jika kulit wajah terlalu sering mendapatkan zat-zat kimia seperti zat sodium sulfur pada produk masker jafra palsu ini maka hal tersebut malah bisa menyumbat pori-pori kulit wajah, sehingga kelenjar keringat-minyak di kulit wajah tidak bisa terproduksi secara baik.

5.  Mengurangi Kelembaban Wajah
Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa, Ancaman efek samping masker jafra palsu sebagai produk kosmetik kecantikan wajah bisa memicu penurunan aktifitas kolagen kulit wajah. Dengan pasifnya atau menurunnya kinerja dari kolagen maka hal tersebut juga akan bereaksi terhadap fungsi sistemik jaringan sel-sel wajah secara keseluruhan yang kemudian akan menimbulkan berbagai masalah-masalah kesehatan kulit seperti : Berkurangnya tingkat kelembaban kulit, Eksim, Kulit kering, Kulit kusam, Kulit keriput, dll.

6.  Memicu Pertumbuhan Sel-sel Kanker
Pada sebuah hasil riset yang dipublish The American Journal of Clinical Dermatology di tahun 2011, telah dinyatakan bahwa, Pertumbuhan sel-sel kanker adalah salah satu efek samping masker jafra palsu yang telah terbukti identifikasinya secara ilmiah. Bahkan pertumbuhan sel-sel kanker yang disebabkan oleh pemakaian masker jafra palsu ini terbilang sangat fluktuatif dampaknya. Sehingga akan sangat sulit tratasi dalam jangka waktu yang pendek.

7.  Menyebabkan Pertumbuhan Komedo
Perlu dipahami bahwa, Pemakaian produk-produk kecantikan saat ini menjadi perhatian khusus karena efek jangka panjangnya bagi kesehatan kulit. Selama pemakaiannya dalam kadar wajar maka produk-produk kecantikan seperti masker jafra palsu ini bisa memberikan kegunaan bagi kesterilan kulit wajah, namun jika pemakaiannya dalam kadar berlebihan-tidak wajar maka malah bisa mengakibatkan berbagai masalah-masalah kesehatan kulit wajah, salah satu contohnya seperti komedo.

8.  Menimbulkan Masalah Peradangan Kulit
Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa, Ancaman efek samping masker jafra palsu sebagai salah satu produk kecantikan berbahan dasar kimia bisa memicu penurunan aktifitas kolagen kulit wajah. Dengan pasifnya atau menurunnya kinerja dari kolagen maka hal tersebut juga akan bereaksi terhadap fungsi sistemik jaringan sel-sel wajah secara keseluruhan yang kemudian akan menimbulkan berbagai masalah-masalah inflamasi (peradangan) kulit wajah, sebut saja seperti : Eksim, Kulit kering, Kulit kusam, Kulit keriput, dll.

9.  Memicu Pertumbuhan Sel-sel Kanker
Efek samping dari produk kecantikan berbahan dasar kimia seperti pada kasus efek samping masker jafra palsu ini bisa mengakibatkan masalah kesehatan kulit wajah yang sangat serius, antara lain : produksi minyak berlebih, jerawat batu, komedo, iritasi-infeksi kulit wajah, dan masih banyak lagi. Bahkan dalam beberapa kasus efek samping produk-produk kecantikan berbahan dasar kimia bisa mengakibatkan masalah kanker sel basal jika penggunaannya terlalu berlebihan.

10.  Menyebabkan Keriput-Kerutan Wajah
Kasus-kasus produk kecantikan palsu (termasuk produk masker jafra palsu) sebagian besar dikarenakan kurangnya perhatian dari para pengguna. Padahal efek samping dari produk-produk kecantikan ini bisa menimbulkan efek inflamasi yang sangat merusak jaringan sel-sel saraf kulit, salah satunya keriput-kerutan di wajah.

11.  Menimbulkan Efek Kulit Kasar, Kering, Kusam, dan Bersisik
Sedangkan menurut seorang pakar kesehatan medis-dermatologist dari Vitiligo clinical care and research, Alopecia Areata, India Dr. John E. Harris M.D, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Penggunaan masker jafra palsu pada banyak kasus sering yang mengaluahkan mengenai efek yang menjadikan kulit nampak kering, kusam, kasar, dan bersisik. Padahal seharusnya masker jafra palsu ini mampu menghaluskan dan mengenyalkan kulit wajah, sesuai indeks kegunaannnya. Ia berujar :

“Dampak efek samping masker jafra palsu yang paling mendasar adalah adalah dari efeknya terhadap reaksi kulit menjadi kasar, kering, kusam, dan bersisik. Padahal sesuai indeks kegunaannya produk masker jafra palsu ini menawarkan efek kulit halus, mulus, dan kenyal,” ujarnya.


ARTIKEL TERKAIT :
-> 14 Manfaat BIJI SELASIH menurut pakar Nutrisionist
-> 14 Manfaat BIJI MAHONI menurut pakar Nutrisionist
-> 11 Manfaat CHIA SEED menurut pakar Nutrisionist
-> 11 Manfaat BUAH SALAK Bagi Kesehatan Tubuh

11 Efek Samping Masker EPOCH menurut pakar Dermatologist

Masker epoch adalah salah satu produk kosmetik kecantikan kulit wajah yang bahan-bahan dasar pembuatannya berasal dari kombinasi zat kimia dan zat alami. Meskipun masker epoch ini sejatinya diperuntukkan menyehatkan kulit wajah, namun faktanya tidak sedikit dari para testimoner-testimoner yang mengeluhkan produk masker epoch ini. Kebanyakan dari para testimoner-testimoner yang mengemukakan efek samping masker epoch palsu sangat membahayakan bagi kesehatan kulit wajah, bahkan dalam beberapa kasus penggunaan masker epoch palsu ini bisa sampai menimbulkan peradangan kulit wajah.


Perlu dipahami bahwa, Sejatinya penggunaan produk-produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya boleh digunakan, tapi harus disertai dengan catatan dan anjuran dari pakar spesialis kulit wajah. Terkhusus pada kasus masker epoch palsu ini, pemasaran dari produknya sama sekali tanpa anjuran para pakar spesialis kulit wajah dan juga tanpa disertakan sertifikasi badan BPOM. Maka dari itu, banyak dari pakar dermatologist yang menyatakan bahwa efek samping masker epoch palsu ini bisa menyebabkan masalah-masalah kesehatan bagi kulit wajah dan dianjurkan untuk memberhentikan penggunaannya.

Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, efek samping masker epoch palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker epoch palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker epoch palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset yang dipublish The American Journal of Clinical Dermatology di tahun 2011, telah dinyatakan bahwa, Pertumbuhan sel-sel kanker adalah salah satu efek samping masker epoch palsu yang telah terbukti identifikasinya secara ilmiah. Bahkan pertumbuhan sel-sel kanker yang disebabkan oleh pemakaian masker epoch palsu ini terbilang sangat fluktuatif dampaknya. Sehingga akan sangat sulit tratasi dalam jangka waktu yang pendek.

Sementara itu, The American Cleaning Institute memberikan data kepada U.S. Food and Drug Adminstration’s (FDA) yang menunjukkan bahwa, Sejatinya masker wajah memiliki fungsi utama dalam mensterilkan kuman, bakteri, jamur, dan mikroba jahat lainnya yang hinggap di kulit seseorang. Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit.

"Triclosan adalah salah satu bahan yang paling sering diteliti dalam produk perawatan kesehatan," ujar Brian Sansoni, juru bicara The American Cleaning Institute.

“Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit. Gunakanlah produk masker berbahan dasarkan kimia ini dengan jeda waktu 1x sehari, dianjurkan untuk tidak boleh lebih,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah triclosan bisa dikatakan cukup aman dan efektif untuk digunakan oleh masyarakat umum, namun FDA masih mengungkapkan kemungkinan munculnya risiko kesehatan yang dibawa oleh jenis-jenis masker tertentu.

Menurut penelitian mereka, Terlalu sering menggunakan zat antibakteri, seperti triclosan, yang ditemukan dalam produk masker-masker tertentu, juga dapat menyebabkan gangguan endokrin. Triclosan dianggap salah satu agen sistetis antibakteri paling umum yang ditemukan dalam produk dan dikaitkan dengan munculnya dampak sistem hormonal pada individu.

The Endocrine Society, sekelompok dokter dan ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam sistem hormon, melabelkan triclosan sebagai bahan yang mengubah kadar hormon tiroid dan hormon reproduksi seperti testosteron dan estrogen, oleh karenanya sangat perlu dibatasi dan dihitung jumlah pemakaiannya, tidak boleh sembarangan.

Sedangkan menurut seorang pakar kesehatan medis-dermatologist dari Vitiligo clinical care and research, Alopecia Areata, India Dr. John E. Harris M.D, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Penggunaan masker epoch palsu pada banyak kasus sering yang mengaluahkan mengenai efek yang menjadikan kulit nampak kering, kusam, kasar, dan bersisik. Padahal seharusnya masker epoch palsu ini mampu menghaluskan dan mengenyalkan kulit wajah, sesuai indeks kegunaannnya. Ia berujar :

“Dampak efek samping masker epoch palsu yang paling mendasar adalah dari efeknya terhadap kulit menjadi kasar, kering, kusam, dan bersisik. Padahal sesuai indeks kegunaannya produk masker epoch palsu ini menawarkan kesehatan kulit halus, mulus, dan kenyal,” ujarnya.

Adapun berikut beberapa dampak efek samping masker epoch palsu berdasarkan penelitian-penelitian dari para pakar dermatologist.

11 Efek Samping MASKER EPOCH menurut pakar Dermatologist

1.  Menyebabkan Infeksi Kulit 
Menurut hasil riset dari The U.S Food and Drug Administration (FDA) tahun 2012, masalah infeksi kulit selain bisa disebabkan oleh kurangnya kebersihan kulit tapi juga karena pemakaian kosmetik ber-sulfut tinggi, salah satunya seperti produk masker epoch palsu ini yang. Efek samping masker epoch palsu ini didasari karena kandungan sodium laureth sulfate yang terlampau tinggi, sehingga jika pemakaiannya sedikit saja berlebihan maka akan menimbulkan efek infeksi yang berlanjut pada peradangan kulit.

2.  Menyebabkan Iritasi Kulit 
Pada dasarnya pemakaian kosmetik wajah apapun tidak mengapa. Namun fakta dilapangan membuktikan bahwa, Kosmetik kecantikan seperti Moisturizing (pelembab), Day masker, Night masker, Foundation, Cleansing masker, dll dapat mengakibatkan penyumbatan pori-pori dan kelenjar minyak kulit yang tentunya akan menimbulkan masalah Jerawat di wajah, tidak terkecuali produk masker epoch palsu ini.

3.  Menyebabkan Jerawat Batu (cystic acne)
Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, Efek samping masker epoch palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker epoch palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker epoch palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

4.  Menyumbat Pori-pori Kulit Wajah
Proses sekresi kelenjar keringat dan minyak di kulit wajah pada hakikatnya memiliki fungsi untuk menghasilkan zat-zat alami yang dimana dapat memberikan asupan Vitamin E pada pori-pori kulit wajah. Jika kulit wajah terlalu sering mendapatkan zat-zat kimia seperti zat sodium sulfur pada produk masker epoch palsu ini maka hal tersebut malah bisa menyumbat pori-pori kulit wajah, sehingga kelenjar keringat-minyak di kulit wajah tidak bisa terproduksi secara baik.

Halaman berikutnya...

Sabtu, 15 September 2018

11 Efek Samping Masker HIMALAYA menurut pakar Dermatologist

Masker himalaya adalah salah satu produk kosmetik kecantikan kulit wajah yang bahan-bahan dasar pembuatannya berasal dari kombinasi zat kimia dan zat alami. Meskipun masker himalaya ini sejatinya diperuntukkan menyehatkan kulit wajah, namun faktanya tidak sedikit dari para testimoner-testimoner yang mengeluhkan produk masker himalaya ini. Kebanyakan dari para testimoner-testimoner yang mengemukakan efek samping masker himalaya palsu sangat membahayakan bagi kesehatan kulit wajah, bahkan dalam beberapa kasus penggunaan masker himalaya palsu ini bisa sampai menimbulkan peradangan kulit wajah.


Perlu dipahami bahwa, Sejatinya penggunaan produk-produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya boleh digunakan, tapi harus disertai dengan catatan dan anjuran dari pakar spesialis kulit wajah. Terkhusus pada kasus masker himalaya palsu ini, pemasaran dari produknya sama sekali tanpa anjuran para pakar spesialis kulit wajah dan juga tanpa disertakan sertifikasi badan BPOM. Maka dari itu, banyak dari pakar dermatologist yang menyatakan bahwa efek samping masker himalaya palsu ini bisa menyebabkan masalah-masalah kesehatan bagi kulit wajah dan dianjurkan untuk memberhentikan penggunaannya.

Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, efek samping masker himalaya palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker himalaya palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker himalaya palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset yang dipublish The American Journal of Clinical Dermatology di tahun 2011, telah dinyatakan bahwa, Pertumbuhan sel-sel kanker adalah salah satu efek samping masker himalaya palsu yang telah terbukti identifikasinya secara ilmiah. Bahkan pertumbuhan sel-sel kanker yang disebabkan oleh pemakaian masker himalaya palsu ini terbilang sangat fluktuatif dampaknya. Sehingga akan sangat sulit tratasi dalam jangka waktu yang pendek.

Sementara itu, The American Cleaning Institute memberikan data kepada U.S. Food and Drug Adminstration’s (FDA) yang menunjukkan bahwa, Sejatinya masker wajah memiliki fungsi utama dalam mensterilkan kuman, bakteri, jamur, dan mikroba jahat lainnya yang hinggap di kulit seseorang. Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit.

"Triclosan adalah salah satu bahan yang paling sering diteliti dalam produk perawatan kesehatan," ujar Brian Sansoni, juru bicara The American Cleaning Institute.

“Namun memang penggunaannya perlu dihitung dan tidak dilebih-lebihkan karena bisa malah menyebabkan efek iritasi pada kulit. Gunakanlah produk masker berbahan dasarkan kimia ini dengan jeda waktu 1x sehari, dianjurkan untuk tidak boleh lebih,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah triclosan bisa dikatakan cukup aman dan efektif untuk digunakan oleh masyarakat umum, namun FDA masih mengungkapkan kemungkinan munculnya risiko kesehatan yang dibawa oleh jenis-jenis masker tertentu.

Menurut penelitian mereka, Terlalu sering menggunakan zat antibakteri, seperti triclosan, yang ditemukan dalam produk masker-masker tertentu, juga dapat menyebabkan gangguan endokrin. Triclosan dianggap salah satu agen sistetis antibakteri paling umum yang ditemukan dalam produk dan dikaitkan dengan munculnya dampak sistem hormonal pada individu.

The Endocrine Society, sekelompok dokter dan ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam sistem hormon, melabelkan triclosan sebagai bahan yang mengubah kadar hormon tiroid dan hormon reproduksi seperti testosteron dan estrogen, oleh karenanya sangat perlu dibatasi dan dihitung jumlah pemakaiannya, tidak boleh sembarangan.

Sedangkan menurut seorang pakar kesehatan medis-dermatologist dari Vitiligo clinical care and research, Alopecia Areata, India Dr. John E. Harris M.D, menyebutkan dalam penelitiannya bahwa, Penggunaan masker himalaya palsu pada banyak kasus sering yang mengaluahkan mengenai efek yang menjadikan kulit nampak kering, kusam, kasar, dan bersisik. Padahal seharusnya masker himalaya palsu ini mampu menghaluskan dan mengenyalkan kulit wajah, sesuai indeks kegunaannnya. Ia berujar :

“Dampak efek samping masker himalaya palsu yang paling mendasar adalah dari efeknya terhadap kulit menjadi kasar, kering, kusam, dan bersisik. Padahal sesuai indeks kegunaannya produk masker himalaya palsu ini menawarkan kesehatan kulit halus, mulus, dan kenyal,” ujarnya.

Adapun berikut beberapa dampak efek samping masker himalaya palsu berdasarkan penelitian-penelitian dari para pakar dermatologist.

11 Efek Samping MASKER HIMALAYA menurut pakar Dermatologist

1.  Menyebabkan Infeksi Kulit 
Menurut hasil riset dari The U.S Food and Drug Administration (FDA) tahun 2012, masalah infeksi kulit selain bisa disebabkan oleh kurangnya kebersihan kulit tapi juga karena pemakaian kosmetik ber-sulfut tinggi, salah satunya seperti produk masker himalaya palsu ini yang. Efek samping masker himalaya palsu ini didasari karena kandungan sodium laureth sulfate yang terlampau tinggi, sehingga jika pemakaiannya sedikit saja berlebihan maka akan menimbulkan efek infeksi yang berlanjut pada peradangan kulit.

2.  Menyebabkan Iritasi Kulit 
Pada dasarnya pemakaian kosmetik wajah apapun tidak mengapa. Namun fakta dilapangan membuktikan bahwa, Kosmetik kecantikan seperti Moisturizing (pelembab), Day masker, Night masker, Foundation, Cleansing masker, dll dapat mengakibatkan penyumbatan pori-pori dan kelenjar minyak kulit yang tentunya akan menimbulkan masalah Jerawat di wajah, tidak terkecuali produk masker himalaya palsu ini.

3.  Menyebabkan Jerawat Batu (cystic acne)
Salah seorang pakar dermatologist dari NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat Dr. Elizabeth K. Hale MPH, MND, mengemukakan dalam penelitiannya bahwa, Efek samping masker himalaya palsu yang merupakan produk kosmetik kecantikan wajah sejatinya sangat bergantung pada bahan kimianya. Dimana memang bahan-bahan kimia dari masker himalaya palsu merupakan zat sulfur yang terlalu tinggi yang tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan jerawat batu (cystic acne) di wajah. Ia berujar :

“Komposisi zat sulfur yang sangat tinggi kadarnya malah bisa menyebabkan masalah jerawat batu batu di wajah. Inilah kesalahan yang mendasari mengapa efek samping masker himalaya palsu ini banyak dialami para testimoner-testimoner mereka,” ujarnya.

4.  Menyumbat Pori-pori Kulit Wajah
Proses sekresi kelenjar keringat dan minyak di kulit wajah pada hakikatnya memiliki fungsi untuk menghasilkan zat-zat alami yang dimana dapat memberikan asupan Vitamin E pada pori-pori kulit wajah. Jika kulit wajah terlalu sering mendapatkan zat-zat kimia seperti zat sodium sulfur pada produk masker himalaya palsu ini maka hal tersebut malah bisa menyumbat pori-pori kulit wajah, sehingga kelenjar keringat-minyak di kulit wajah tidak bisa terproduksi secara baik.

Halaman berikutnya...