Header Ads Widget

Responsive Advertisement

10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist

Cegukan (hiccup-singultus) adalah kondisi dimana organ tenggorokan tepatnya diafragma bereaksi mengeluarkan suara “beep” secara konstan terus-menerus. Normalnya, efek cegukan ini hanya di alami orang-orang selama 5-10 menit, namun dalam kasus-kasus tertentu seperti alergi malah bisa juga menyebabkan efek cegukan selama hampi 1-2 jam. Penyebab cegukan yang paling utama sendiri biasanya didasari oleh faktor asupan-asupan makanan, suhu-cuaca di lingkungan sekitar, kontaminan udara-polusi, dan masih banyak lagi.


Meskipun pada umumnya cegukan tidak mengindikasikan gejala penyakit apapun, namun jika efek cegukan ini terjadi terus menerus maka hal tersebut tidak boleh didiamkan begitu saja. Karena memang pada kasus-kasus kronis penyebab dari cegukan ini bisa dikarenakan oleh keracunan zat-zat makanan yang dikonsumsinya, dan salah satu kasus.

Seorang pakar kesehatan fisio-saraf otot dari Foot Rehahilitation Specialist From Ebfa (Founder & CEO , EBFA ), New York, USA, Dr. Emily Splichal MND, Ms.c, mengemukakan berdasarkan penelitiannya bahwa, Penyebab cegukan biasanya dikarenakan oleh kurangnya pemenuhan kebutuhan hidrasi seseorang. Karena memang pada dasarnya kebutuhan hidrasi (kebutuhan asupan air) bisa memberikan reaksi rangsangan pada diafragma yang menimbulkan efek suara “beep”.

Menurut hasil riset yang telah dipublish pada Journal of Neurology & Neurophysiology tahun 2006, disebutkan bahwa, Makanan-makanan asam maupun pedas adalah salah satu penyebab cegukan yang paling beralasan. Hal ini disebabkan karena makanan asam dan pedas yang dalam kadar tertentu ternyata dapat merangsang pergerakan efek kejut pada diafragma, sehingga suara unik dari cegukan sangat mudah terbentuk.

Sedangkan menurut salah seorang pakar kedokteran terkenal dari Horizon Medical Group Dr. Sidney K Stein M.D, mengemukakan beradasarkan penelitiannya bahwa, Hiccup-singultus (cegukan) adalah kondisi reaktif dari difragama yang terangasang efek kejut-menggetar sehingga terbentuklah suara “beep” yang unik. Gejala dari terjadinya cegukan sendiri tidak bisa teridentifikasi secara pasti karena memang penyebab cegukan ini bisa dikarenakan oleh macam-macam faktor seperti faktor lingkungan, suhu-cuaca, kesterilan atau kersihan lingkungan sekitar, udara-polusi, alergi, dan masih banyak lagi. Yang pasti adalah efek cegukan ini bisa diredakan dengan cara-cara pijatan simpel yang berfokus pada dada dan punggung.

Adapun berikut beberapa penyebab cegukan menurut penelitian-penelitian dan hasil riset dari para pakar fisioterpist.

10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist

1.  Kurangnya Aupan Air
Seorang pakar kesehatan fisio-saraf otot dari Foot Rehahilitation Specialist From Ebfa (Founder & CEO , EBFA ), New York, USA, Dr. Emily Splichal MND, Ms.c, mengemukakan berdasarkan penelitiannya bahwa, Penyebab cegukan biasanya dikarenakan oleh kurangnya pemenuhan kebutuhan hidrasi seseorang. Karena memang pada dasarnya kebutuhan hidrasi (kebutuhan asupan air) bisa memberikan reaksi rangsangan pada diafragma yang menimbulkan efek suara “beep”.

2.  Makanan Pedas dan Asam
Menurut hasil riset yang telah dipublish pada Journal of Neurology & Neurophysiology tahun 2006, disebutkan bahwa, Makanan-makanan asam maupun pedas adalah salah satu penyebab cegukan yang paling beralasan. Hal ini disebabkan karena makanan asam dan pedas yang dalam kadar tertentu ternyata dapat merangsang pergerakan efek kejut pada diafragma, sehingga suara unik dari cegukan sangat mudah terbentuk.

3.  Stress dan Depresi
Salah seorang pakar kesehatan pangan dan gizi dari Brain Food Research-Neuronnutrition Food, NYU School of Medicine, New York Dr. Lisa Mosconi Ph.D, mengemukakan melalui penelitiannya yang menyebutkan bahwa, Pendekatan inovatif dalam upaya penelitian efek cegukan sangat kejiwaan ternyata sangat berkaitan dengan tingkat emosi dan kejiwaan seseorang. Karena memang pada dasarnya kinerja otak yang bercabang-cabang akan memecah fokus dan konsentrasi terhadap satu poin tertentu bisa merangsang produktifitas sel-sel tenggorokkan yang tidak stabil, sehingga diafragma akan sangat mudah mengalami efek kejang-kejut. Kejang-kejut pada diafragma inilah yang dinamakan sebagai cegukan (bahasa lating : Singultus).

4.  Makanan-minuman Manis
Pada tahun 2012, para peneliti yang berasal dari University of Potchestroom, Afrika Selatan menemukan hasil riset yang menunjukkan bahwa, Efek cegukan adalah gejala normal tubuh yang pada dasarnya terjadi dari reaksi proses regenerasi, revitalisai, atau reboot sel-sel tenggorokkan, tepatnya diafragma yang terkejut dengan adanya zat pemanis masuk melewaqti tenggorokkan.

Halaman berikutnya...
1 2 FULL

Posting Komentar

0 Komentar