Rabu, 31 Januari 2018

10 Metode Daun Bidara untuk KANKER (Semua Jenis Kanker)

Dalam sebuah hasil riset yang telah dilansir dalam Journal of Bone & Mineral Research (JBMR) tahun 2009 telah dinyatakan bahwa, Kegunaan daun bidara sebagai obat herbal dari kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan di dalamnya memiliki kemampuan yang setara dengan ekstrak kulit manggis dalam hal menangkal rangsangan pemicu pertumbuhan sel-sel radikal bebas kanker. Bagi para pasien penderita penyakit kanker (semua jenis kanker), sangat direkomendasikan menerapkan metode penggunaan daun bidara untuk kanker ini sebagai konsumsi obat herbal-alami. Karena memang kemampuan daun bidara secara khusus bisa mengobati dan menentaskan penyakit kanker dalam tingkat kronis sekalipun.


Menurut penelitian tersebut, Banyak orang yang mengenal tanaman daun bidara ini sebagai tanaman biasa yang lazim ditemukan kebun atau pekarangan rumah namun ternyata kegunaan daun bidara ini terbilang sangat menakjubkan bagi kesehatan tubuh, terkhusus bagi para penderita kanker yang sedang dalam masa penyembuhan. Beberapa jenis-jenis penyakit kanker yang bisa diatasi dengan mengonsumsi daun bidara  ini yaitu :

- Kanker Sel Basal
- Kanker Serviks
- Kanker Prostat
- Kanker Melanoma
- Kanker Melanoma
- Leukemia (Kanker Darah)
- Lhympoma (Sistem Limfatik)

Dilanjutkan bahwa, jenis-jenis kanker tersebut bisa secara efektif dan efisien dengan menggunakan daun bidara sebagai asupan obat herbal-alami (dalam bahasa indonesia biasa disebut "jamu"). Hal ini didasari karena kandungan-kandungan nutrisi yang terdapat di dalam daun bidara dipercaya memiliki kemampuan khusus dalam menentaskan serta menyembuhkan penyakit kanker yang memang sangat berbahaya bagi tubuh, sebut saja seperti : Protein, Zat besi, Fosfor, Vitamin C, Vitamin E, Flavonoid, Riboflavin, Thiamin, dan Niasin.

Salah seorang pakar kesehatan dari Beverly Hills, CA, Amerika Serikat Dr. Jennifer Hermann MD FAAD menyatakan menurut penelitiannya bahwa, Daun bidara adalah salah satu jenis dedaunan yang bisa dikonsumsi sebagai asupan makanan bergizi. Hal ini dikarenakan daun bidara memiliki kandungan-kandungan yang sangat beragam, mulai dari Vitamin C, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Kalsium, Magnesium, dan Zat besi. Dimana memang bagi para penderita penyakit kanker sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya sebagai asupan obat herbal-alami. Ia berujar :

"Beberapa penelitian dan hasil riset memang telah menyatakan bahwa metode daun bidara untuk kanker sebagai konsumsi obat herbal-alami tidak bisa diremehkan. Hal ini dikarenakan daun bidara memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin A, Zat besi, Riboflavin, dan Flavonoid yang berkemampuan khusus dalam menetralkan serta mengatasi segala penyakit-penyakit yang berkenaan dengan kanker ini (semua jenis kanker)," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, seorang pakar kesehatan Dietetics & Clinical Nutrition Dr. Shandya Pandev M.Sc mengemukakan bahwa, Kegunaan daun bidara dipercaya sangat bagus bagi para penderita penyakit saraf dan kanker. Karena memang pada hakikatnya daun bidara mampu menyediakan asupan gizi Vitamin dan Mineral yang sangat dibutuhkan dalam penanganan penyakit kanker, sebut saja seperti Zat besi, Thiamin, Riboflavn, Vitamin C, dan Fosfor. Khususnya bagi para penderita kanker, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun bidara untuk kanker sebagai konsumsi obat herbal-alami. Ia berujar :

"Metode daun bidara untuk kanker memang telah terbukti memiliki pengaruh proses percepatan penyembuhan kanker yang cukup signifikan. Maka dari itu tidak heran banyak dari para dokter dan pakar medis yang sangat menekankan penggunaan metode daun bidara untuk kanker, termasuk juga dalam kasus penyakit kanker dalam tingkat kronis yang sudah sangat memabahayakan tubuh," ujarnya.

Adapun seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Sari pati serapan dari daun bidara terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah kanker bagi para orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut (lansia). Dimana memang daun bidara memiliki kandungan Vitamin C dan Fosfor yang dimana keduanya mampu meminimalisir gejala kanker (semua jenis kanker) dan penyakit-penyakit deskriptif sejenisnya. Ia berujar :

“Daun bidara dipercaya sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah terutama dalam kasus penentasan penyakit kanker. Oleh karenanya dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun bidara ini. Terapkanlah metode penggunaan daun bidara untuk kanker sebagai konsumsi obat herbal-alami secara rutin,” ujarnya.

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Daun bidara sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah. Tidak hanya itu, dengan tersedianya kandungan kandungan Zat besi dan Fosfor pada daun bidara juga menjadikan hal tersebut sangat berguna dalam menangkan serangan-serangan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel saraf pembuluh darah.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun bidara yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan jenis daun-dedaunan pada umumnya. Yang dimana kandungan Anti-Oksidan pada daun bidara ini dapat mengobati penyakit kanker. Dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun bidara untuk kanker sebagai konsumsi obat herbal-alami, khususnya bagi para penderita kanker tingkat awal untuk mencegah resiko kesehatan yang lebih buruk. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun bidara ini terbukti memiliki kemampuan yang sangat berguna untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami penentas penyakit kanker. Bahkan dalam kondisi kanker yang kronis sekalipun metode daun bidara untuk kanker adalah satu-satunya solusi kesehatan herbal yang wajib dipilih jika memang penentasan masalah kanker (semuan jenis) dengan obat-obatan kimia tidak bekerja terlalu baik,” ujarnya.

Berikut langkah-langkah terapan metode menggunakan daun bidara untuk kanker sebagai obat herbal-alami menurut hasil riset dari para pakar medis dan fisioterapist.

10 Metode Daun Bidara untuk KANKER (Semua Jenis Kanker)

Langkah-langkah Penerapan :

1.  Siapkan 4-6 helai daun bidara.

2.  Cucilah menggunakan air bersih terlebih dahulu.

3.  Lalu tumbuklah daun bidara hingga halus.

4.  Tambahkan air putih sebanyak 300-400 ml.

Halaman berikutnya...

10 Metode Daun Dewa untuk ASAM URAT (Gouty Arthritis)

Dalam sebuah hasil riset yang telah dilansir dalam Journal of Bone & Mineral Research (JBMR) tahun 2009 telah dinyatakan bahwa, Kegunaan daun dewa sebagai obat herbal dari kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan di dalamnya memiliki kemampuan yang setara dengan ekstrak kulit manggis dalam hal menangkal rangsangan pemicu pertumbuhan sel-sel radikal bebas asam urat. Bagi para pasien penderita penyakit asam urat, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun dewa untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami. Karena memang kemampuan daun dewa secara khusus bisa membersihkan dan menentaskan penyakit asam urat dalam tingkat kronis sekalipun.


Banyak orang yang mengenal tanaman daun dewa ini sebagai tanaman biasa yang lazim ditemukan kebun atau pekarangan rumah namun ternyata kegunaan daun dewa ini terbilang sangat menakjubkan bagi kesehatan tubuh, terkhusus bagi organ-organ dalam manusia. Hal ini didasari karena kandungan-kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, sebut saja seperti : Protein, Zat besi, Fosfor, Vitamin C, Vitamin E, Flavonoid, Thiamin, dan Niasin.

Salah seorang pakar kesehatan dari Beverly Hills, CA, Amerika Serikat Dr. Jennifer Hermann MD FAAD menyatakan menurut penelitiannya bahwa, Daun dewa adalah salah satu jenis dedaunan yang bisa dikonsumsi sebagai asupan makanan bergizi. Hal ini dikarenakan daun dewa memiliki kandungan-kandungan yang sangat beragam, mulai dari Vitamin C, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Kalsium, Magnesium, dan Zat besi. Dimana memang bagi para penderita penyakit asam urat sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya sebagai asupan obat herbal-alami. Ia berujar :

"Beberapa penelitian dan hasil riset memang telah menyatakan bahwa metode daun dewa untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami tidak bisa diremehkan. Hal ini dikarenakan daun dewa memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin A, Zat besi, Riboflavin, dan Flavonoid yang berkemampuan khusus dalam menetralkan serta mengatasi segala penyakit-penyakit yang berkenaan dengan piles ini (asam urat)," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, seorang pakar kesehatan Dietetics & Clinical Nutrition Dr. Shandya Pandev M.Sc mengemukakan bahwa, Kegunaan daun dewa dipercaya sangat bagus bagi para penderita penyakit saraf dan asam urat. Karena memang pada hakikatnya daun dewa mampu menyediakan asupan gizi Vitamin dan Mineral yang sangat dibutuhkan dalam penanganan masalah-masalah kesehatan asam urat, sebut saja seperti Zat besi, Thiamin, Riboflavn, Vitamin C, dan Fosfor. Khususnya bagi para penderita asam urat, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun dewa untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami. Ia berujar :

"Metode daun dewa untuk asam urat memang telah terbukti memiliki pengaruh proses percepetan penyembuhan asam urat yang cukup signifikan. Maka dari itu tidak heran banyak dari para dokter dan pakar medis yang sangat menekankan penggunaan metode daun dewa untuk asam urat, termasuk juga dalam kasus penyakit asam urat dalam tingkat kronis yang sudah sangat memabahayakan," ujarnya.

Adapun seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Sari pati serapan dari daun dewa terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah asam urat bagi para orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut (lansia). Dimana memang daun dewa memiliki kandungan Vitamin C dan Fosfor yang dimana keduanya mampu meminimalisir gejala asam urat dan penyakit-penyakit deskriptif sejenisnya. Ia berujar :

“Daun dewa dipercaya sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah asam urat terutama dalam kasus penentasan penyakit asam urat. Oleh karenanya dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun dewa ini. Terapkanlah metode penggunaan daun dewa untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami secara rutin,” ujarnya.

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Daun dewa sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah. Tidak hanya itu, dengan tersedianya kandungan kandungan Zat besi dan Fosfor pada daun dewa juga menjadikan hal tersebut sangat berguna dalam menangkan serangan-serangan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel saraf pembuluh darah.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun dewa yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan jenis daun-dedaunan pada umumnya. Yang dimana kandungan Anti-Oksidan pada daun dewa ini dapat mengobati penyakit asam urat. Dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun dewa untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami, khususnya bagi para penderita asam urat tingkat awal untuk mencegah resiko kesehatan yang lebih buruk. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun dewa ini terbukti memiliki kemampuan yang sangat berguna untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami penentas penyakit asam urat. Bahkan dalam kondisi asam urat yang kronis sekalipun metode daun dewa untuk asam urat adalah satu-satunya solusi kesehatan herbal yang wajib dipilih jika memang penentasan masalah asam urat dengan obat-obatan kimia tidak bekerja terlalu baik,” ujarnya.

Berikut langkah-langkah terapan metode menggunakan daun dewa untuk asam urat sebagai obat herbal-alami menurut hasil riset dari para pakar medis dan fisioterapist.

10 Metode Daun Dewa untuk ASAM URAT (Gouty Arthritis)

Langkah-langkah Penerapan :

1.  Siapkan 3-5 helai daun dewa.

2.  Cucilah menggunakan air bersih terlebih dahulu.

3.  Lalu tumbuklah daun dewa hingga halus.

4.  Tambahkan air putih sebanyak 300-400 ml.

Halaman berikutnya...

10 Metode Daun Waru untuk TBC (Tuberculosis)

Dalam sebuah hasil riset yang telah dilansir dalam Journal of Bone & Mineral Research (JBMR) tahun 2009 telah dinyatakan bahwa, Kegunaan daun waru sebagai obat herbal dari kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan di dalamnya memiliki kemampuan yang setara dengan ekstrak kulit manggis dalam hal menangkal rangsangan pemicu pertumbuhan sel-sel radikal bebas tbc. Bagi para pasien penderita penyakit tbc, sangat direkomendasikan menerapkan metode penggunaan daun waru untuk tbc ini sebagai konsumsi obat herbal-alami. Karena memang kemampuan daun waru secara khusus bisa mengobati dan menentaskan penyakit tbc dalam tingkat kronis sekalipun.


Menurut penelitian tersebut, Banyak orang yang mengenal tanaman daun waru ini sebagai tanaman biasa yang lazim ditemukan kebun atau pekarangan rumah namun ternyata kegunaan daun waru ini terbilang sangat menakjubkan bagi kesehatan tubuh, terkhusus bagi para penderita tbc yang sedang dalam masa penyembuhan. Tidak hanya itu saja, kegunaan dari kandungan senyawa aktif yang terdapat pada daun waru ini juga bisa mencegah resiko gejala penyakit tbc (tuberculosis) yang memang pada hakikatnya bisa mengancam kesehatan tubuh sewaktu-waktu.

Dilanjutkan bahwa, metode daun temupuyung untuk tbc memiliki dampak penyembuhan yang cukup efektif dan efisien sebagai solusi asupan obat herbal-alami (dalam bahasa indonesia biasa disebut "jamu") jika dikonsumsi secara rutin. Hal ini didasari karena kandungan-kandungan nutrisi yang terdapat di dalam daun waru dipercaya memiliki kemampuan khusus dalam menentaskan serta menyembuhkan penyakit tbc yang memang sangat berbahaya bagi tubuh, sebut saja seperti : Protein, Zat besi, Fosfor, Vitamin C, Vitamin E, Flavonoid, Riboflavin, Thiamin, dan Niasin.

Salah seorang pakar kesehatan dari Beverly Hills, CA, Amerika Serikat Dr. Jennifer Hermann MD FAAD menyatakan menurut penelitiannya bahwa, Daun waru adalah salah satu jenis dedaunan yang bisa dikonsumsi sebagai asupan makanan bergizi. Hal ini dikarenakan daun waru memiliki kandungan-kandungan yang sangat beragam, mulai dari Vitamin C, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Kalsium, Magnesium, dan Zat besi. Dimana memang bagi para penderita penyakit tbc sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya sebagai asupan obat herbal-alami. Ia berujar :

"Beberapa penelitian dan hasil riset memang telah menyatakan bahwa metode daun waru untuk tbc sebagai konsumsi obat herbal-alami tidak bisa diremehkan. Hal ini dikarenakan daun waru memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin A, Zat besi, Riboflavin, dan Flavonoid yang berkemampuan khusus dalam menetralkan serta mengatasi segala penyakit-penyakit yang berkenaan dengan tbc ini," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, seorang pakar kesehatan Dietetics & Clinical Nutrition Dr. Shandya Pandev M.Sc mengemukakan bahwa, Kegunaan daun waru dipercaya sangat bagus bagi para penderita penyakit saraf dan tbc. Karena memang pada hakikatnya daun waru mampu menyediakan asupan gizi Vitamin dan Mineral yang sangat dibutuhkan dalam penanganan penyakit tbc, sebut saja seperti Zat besi, Thiamin, Riboflavn, Vitamin C, dan Fosfor. Khususnya bagi para penderita tbc, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun waru untuk tbc sebagai konsumsi obat herbal-alami. Ia berujar :

"Metode daun waru untuk tbc memang telah terbukti memiliki pengaruh proses percepatan penyembuhan tbc yang cukup signifikan. Maka dari itu tidak heran banyak dari para dokter dan pakar medis yang sangat menekankan penggunaan metode daun waru untuk tbc, termasuk juga dalam kasus penyakit tbc dalam tingkat kronis yang sudah sangat memabahayakan tubuh," ujarnya.

Adapun seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Sari pati serapan dari daun waru terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah pemicu tbc bagi para orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut (lansia). Dimana memang daun waru memiliki kandungan Vitamin C dan Fosfor yang dimana keduanya mampu meminimalisir gejala tbc dan penyakit-penyakit deskriptif sejenisnya. Ia berujar :

“Daun waru dipercaya sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah terutama dalam kasus penentasan penyakit tbc. Oleh karenanya dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun waru ini. Terapkanlah metode penggunaan daun waru untuk tbc sebagai konsumsi obat herbal-alami secara rutin,” ujarnya.

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Daun waru sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah. Tidak hanya itu, dengan tersedianya kandungan kandungan Zat besi dan Fosfor pada daun waru juga menjadikan hal tersebut sangat berguna dalam menangkan serangan-serangan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel saraf pembuluh darah, dalam kasus ini sangat berkaitan erat dengan munculnya gejala penyakit tbc.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun waru yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan jenis daun-dedaunan pada umumnya. Yang dimana kandungan Anti-Oksidan pada daun waru ini dapat mengobati penyakit tbc. Dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun waru untuk tbc sebagai konsumsi obat herbal-alami, khususnya bagi para penderita tbc tingkat awal untuk mencegah resiko kesehatan yang lebih buruk. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun waru ini terbukti memiliki kemampuan yang sangat berguna untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami penentas penyakit tbc. Bahkan dalam kondisi penyakit tbc yang kronis sekalipun metode daun waru untuk tbc adalah satu-satunya solusi kesehatan herbal yang wajib dipilih jika memang penentasan penyakit tbc dengan obat-obatan kimia tidak bekerja terlalu baik,” ujarnya.

Berikut langkah-langkah terapan metode menggunakan daun waru untuk tbc sebagai obat herbal-alami menurut hasil riset dari para pakar medis dan fisioterapist.

10 Metode Daun Waru untuk TBC (Tuberculosis)

Langkah-langkah Penerapan :

1.  Siapkan 4-6 helai daun waru.

2.  Cucilah menggunakan air bersih terlebih dahulu.

3.  Lalu tumbuklah daun waru hingga halus.

4.  Tambahkan air putih sebanyak 300-350 ml.

Halaman berikutnya...

11 Efek Samping Daun DELIMA menurut pakar Nutrisionist

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Pada dasarnya khasiat daun delima sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan jantung, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah jantung yaitu arteri dan vena. Namun jika pengonsumiannya terlalu berlebihan dan tanpa disertakan asumsi yang tepat dari para ahli medis-pengobatan maka hal tersebut malah bisa menimbulkan efek samping kerusakan di bagian organ-organ dalam tubuh. Bahkan efek samping daun delima yang dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu penyakit jantung berbahaya, salah satunya penyakit liver dan serangan jantung.


Selain sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat-obatan herbal atau kimia, daun delima juga bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan makanan-kuliner rumahan, seperti sup, sayur, tumis, bubur, lalapan, oseng, dan masih banyak lagi. Meskipun tidak memiliki rasa selezat daun bayam, daun kelor, daun seledri, kangkung, daun kenikir, dll. namun efek samping daun delima yang dikonsumsi secara berlebihan juga bisa menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang membahayakan bagi tubuh. Oleh karenanya, para pakar medis-nutrisionist menghimbau untuk jeli dan pintar menerapkan metode daun delima ini sebagai obat-obatan herbal alami pada beberapa kasus penyakit tertentu.

Seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Khasiat daun delima dari sari pati serapannya terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf otak. Namun jangan salah, jika pengonsumsiannya terlalu berlebihan maka hal tersebut malah bisa menyebabkan efek samping gejala kesehatan yang serius. Salah satu gejala-penyakit dan efek samping daun delima yang paling sering ditemukan dalam beberapa kasus overdosis penggunaannya yaitu penyakit Alzheimer (kemunduran otak). Dimana memang daun delima memiliki kandungan Asam Askorbat, Zat Pati, dan Betaine yang jika asupannya terlalu banyak maka dapat menimbulkan gejala pikun atau hilang ingatan sesaat, terkhusus bagi para lansia. Ia berujar :

“Khasiat daun delima terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf otak selama pengonsumsiannya dalam jumlah kadar yang wajar. Namun memang pengonsumian dari  dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun delima ini,” ujarnya.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun delima yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jumlahnya terbilang terlalu tinggi dalam jumlah per cup/100 gr. Maka dari itu pengonsumian dari daun delima ini perlu dibatasi supaya tidak malah menimbulkan masalah-masalah kesehatan berbahaya. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun delima ini tidak diragukan lagi memiliki khasiat yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami pereda demam, panas dalam, batuk, dan juga flu. Meskipun begitu, pengonsumiannya juga perlu dibatasi dan diawasi supaya tidak malah menimbulkan masalah-masalah kesehatan lainnya. Karena memang beberapa efek samping daun delima yang dikonsumsi secara berlebihan bisa secara langsung merusak sistem produktifitas jaringan liver dan empedu,” ujarnya.

Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dari Biochemistry NUS Medicine, Singapura Prof. Dr. Christiani Jeyakumar Ph.d, M.D, mengemukakan menurut penelitiannya bahwa, Efek samping daun delima jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Hal ini didasari karena daun delima memiliki kandungan Asam Askorbat yang kadar jumlahnya sangat tinggi, sehingga jika asupannya terlalu berlebihan maka bisa merusak sel-sel dinding lambung yang berujung pada penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Setidak-tidaknya konsumsilah daun delima ini tidak lebih dari 100 gr/ per hari-nya supaya menghindari efek samping yang membahayakan tersebut. Ia berujar :

“Metode pengobatan dengan daun delima ini sejatinya memiliki khasiat yang luarbiasa bagus dalam kasus penyakit-penyakit tertentu. Meskipun begitu, pengonsumsiannya juga tidak boleh terlalu berlebihan karena memang efek samping daun delima ini bisa mengakibatkan penyakit maag dan asam lambung apabila asupannya terlalu berlebihan. Setidaknya berikan batas per harinya 80-100 gr saja,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset yang dipublish di International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2013, telah dinyatakan bahwa, Bebarapa kasus overdosis dalam penggunaan obat-obatan herbal berbahan dasar daun delima ini sebagian besar berujung pada masalah kesehatan tulang yaitu Osteoporosis (tulang keropos). Perlu dipahami bahwa daun delima merupakan salah satu jenis daun-dedaunan yang memiliki kandungan Betain dan Asam Pantotenat yang cukup tinggi. Sehingga jika pengonsumsiannya terlalu berlebihan dapat merusak sel-sel jaringan tulang secara keseluruhan yang mana dengan demikian maka tulang akan bisa sangat mudah mengeropos.

Sedangkan menurut seorang pakar nutrisionist dari The Sackler Institute for Nutrition Science, New York Prof. Dr. Barbara Burlingame Ph.D, M.D, menyebutkan berdasarkan hasil risetnya bahwa, Salah satu efek samping daun delima yang sering timbul pada banyak kasus adalah munculnya resiko pendarahan di otak (penyakit stroke). Bahkan dampak stroke dari pengonsumsian daun temuyung ini bisa sangat mudah muncul bersaaman dengan kepala yang berasa berat dan pusing. Jika sudah demikian maka tindakan pertolongan medis tidak bisa terhindarkan. Ia berujar :

“Daun delima sejatinya memiliki khasiat yang cukup ampuh sebagai penentas penyakit-penyakit tertentu. Namun sayangnya, jika pengonsumsiannya terlalu banyak dan terlalu sering maka hal tersebut malah dapat memicu rangsangan reaksi sel-sel darah merah akan penyakit stroke dan vertigo, yang mana titik terberatnya adalah pada organ otak,” ujarnya.

Salah seorang pakar spesilais kedokteran organ dalam dari Dietetics, Human Nutrition and Health - University of Plymouth Prof. Dr. Marry Hickson Ph.d, mengemukakan bahwa, Bisa dikatakan daun delima memiliki kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan yang cukup bagus namun juga memiliki senyawa asam (zat asam) yang cukup tinggi pula. Sehingga dengan begitu maka dapat memicu resiko gejala asam urat yang berlebihan, maka dari itu pengonsumsiannya perlu dibatasi dan dihitung secara baik. Ia berujar :

“Pastikan pada saat mengonsumsi daun delima entah sebagai makanan atau obat herbal jumlahnya tidak terlalu berlebihan. Karena ditakutkan senyawa-senyawa yang terdapat pada daun delima tersebut bisa memicu masalah kesehatan akut, salah satunya masalah kesehatan kronis asam urat,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset ilmiah yang telah dipublish di Journal of Adolescence Research tahun 2017, telah dinyatakan bahwa, Daun delima adalah salah satu jenis daun-daunan yang kandungan Flavonoid-nya terbilang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan jenis daun-daunan lainnya seperti daun bayam atau daun pepaya. Namun di samping itu, daun delima juga terbukti dapat memicu rangsangan pertumbuhan kanker, yang mana kebanyakan kasus efek samping daun delima ini berakibat secara tidak langsung pada pertumbuhan-penguatan sel kanker prostat.

Sedangkan menurut salah seorang ilmuwan dari Department of Food Safety & Food Quality Prof. Dr. Patrick Kolsteren Ph.d, FACS, menyebutkan berdasarkan penelitiannya bahwa, Kandungan zat-zat aktif yang terdapat pada daun delima seperti Asam Panstotenat, Fosfor, Magnesium, Zat besi, Thiamin dan Riboflavin bisa menjadi berkhasiat bagi tubuh namun juga bisa memicu timbulnya masalah-masalah kesehatan berbahaya. Khususnya pada kandungan Asam Pantotenat di dalamnya yang mana jika dikonsumsi secara berlebihan maka dapat menyebabkan berbagai masalah-masalah  kesehatan organ lambung dan usus, salah satunya yaitu masalah diare (mencret). ia berujar :

“Diare (mencret) merupakan masalah kesehatan yang paling mudah terlihat dampak akibatnya ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi daun delima, entah sebagai makanan atau sebagai obat herbal untuk penyakit tertentu," ujarnya.

"Bahkan efek samping daun delima pada kasus diare ini bisa berujung pada perubahan bentuk feses yang berdarah karena kandungan zat asam-nya yang terlalu berlebihan. Maka dari itu dianjurkan untuk tidak melebihi pengonsumsian daun delima dalam kisaran 80-100 gr per harinya,” pungkasnya.

Adapun berikut beberapa gejala efek samping daun delima menurut penelitian-penelitian dari para pakar medis dan nutrisionist.

11 Efek Samping Daun DELIMA menurut pakar Nutrisionist

1.  Memicu Pernyakit Maag
Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dari Biochemistry NUS Medicine, Singapura Prof. Dr. Christiani Jeyakumar Ph.d, M.D, mengemukakan menurut penelitiannya bahwa, Efek samping daun delima jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Hal ini didasari karena daun delima memiliki kandungan Asam Askorbat yang kadar jumlahnya sangat tinggi, sehingga jika asupannya terlalu berlebihan maka bisa merusak sel-sel dinding lambung yang berujung pada penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Setidak-tidaknya konsumsilah daun delima ini tidak lebih dari 100 gr/ per hari-nya supaya menghindari efek samping yang membahayakan tersebut.

2.  Menyebabkan Diare (Mencret)
Sedangkan menurut salah seorang ilmuwan dari Department of Food Safety & Food Quality Prof. Dr. Patrick Kolsteren Ph.d, FACS, menyebutkan berdasarkan penelitiannya bahwa, Diare (mencret) merupakan masalah kesehatan yang paling mudah terlihat dampak akibatnya ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi daun delima, entah sebagai makanan atau sebagai obat herbal untuk penyakit tertentu. Bahkan efek samping daun delima pada kasus diare ini bisa berujung pada perubahan bentuk feses yang berdarah karena kandungan zat asam-nya yang terlalu berlebihan.

3.  Menyebabkan Anemia
Dalam sebuah hasil riset ilmiah dinyatakan bahwa, Efek samping daun delima karena terlalu tingginya kandungan Betaine dan Asam Askorbat di dalamnya bisa memicu penurunan produktifitas sel-sel darah yang berujung pada tidak stabilnya tingkat kadar jumlah darah di dalam tubuh, sehingga demikian maka resiko penyakit anemia tidak dapat terhindarkan.

4.  Memicu Penyakit Arthritis (Radang Sendi)
Pada hakikatnya, tingginya kandungan senyawa-senyawa yang bersifat asam pada daun delima dapat sangat berkhasiat bagi sistem imun tapi dapat sangat berbahaya bagi kesehatan struktur persendian tulang secara keseluruhan. Meskipun memang dampak dari hal tersebut tergantung pada jumlah pengonsumsiannya saja, oleh karenanya dianjurkan untuk tidak mengonsumsi daun delima lebih dari 80-100 gr per harinya. 

Halaman berikutnya...

11 Efek Samping Daun MENIRAN menurut pakar Nutrisionist

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Pada dasarnya khasiat daun meniran sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan jantung, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah jantung yaitu arteri dan vena. Namun jika pengonsumiannya terlalu berlebihan dan tanpa disertakan asumsi yang tepat dari para ahli medis-pengobatan maka hal tersebut malah bisa menimbulkan efek samping kerusakan di bagian organ-organ dalam tubuh. Bahkan efek samping daun meniran yang dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu penyakit jantung berbahaya, salah satunya penyakit liver dan serangan jantung.


Selain sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat-obatan herbal atau kimia, daun meniran juga bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan makanan-kuliner rumahan, seperti sup, sayur, tumis, bubur, lalapan, oseng, dan masih banyak lagi. Meskipun tidak memiliki rasa selezat daun bayam, daun kelor, daun seledri, kangkung, daun kenikir, dll. namun efek samping daun meniran yang dikonsumsi secara berlebihan juga bisa menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang membahayakan bagi tubuh. Oleh karenanya, para pakar medis-nutrisionist menghimbau untuk jeli dan pintar menerapkan metode daun meniran ini sebagai obat-obatan herbal alami pada beberapa kasus penyakit tertentu.

Seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Khasiat daun meniran dari sari pati serapannya terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf otak. Namun jangan salah, jika pengonsumsiannya terlalu berlebihan maka hal tersebut malah bisa menyebabkan efek samping gejala kesehatan yang serius. Salah satu gejala-penyakit dan efek samping daun meniran yang paling sering ditemukan dalam beberapa kasus overdosis penggunaannya yaitu penyakit Alzheimer (kemunduran otak). Dimana memang daun meniran memiliki kandungan Asam Askorbat, Zat Pati, dan Betaine yang jika asupannya terlalu banyak maka dapat menimbulkan gejala pikun atau hilang ingatan sesaat, terkhusus bagi para lansia. Ia berujar :

“Khasiat daun meniran terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf otak selama pengonsumsiannya dalam jumlah kadar yang wajar. Namun memang pengonsumian dari  dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun meniran ini,” ujarnya.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun meniran yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jumlahnya terbilang terlalu tinggi dalam jumlah per cup/100 gr. Maka dari itu pengonsumian dari daun meniran ini perlu dibatasi supaya tidak malah menimbulkan masalah-masalah kesehatan berbahaya. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun meniran ini tidak diragukan lagi memiliki khasiat yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami pereda demam, panas dalam, batuk, dan juga flu. Meskipun begitu, pengonsumiannya juga perlu dibatasi dan diawasi supaya tidak malah menimbulkan masalah-masalah kesehatan lainnya. Karena memang beberapa efek samping daun meniran yang dikonsumsi secara berlebihan bisa secara langsung merusak sistem produktifitas jaringan liver dan empedu,” ujarnya.

Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dari Biochemistry NUS Medicine, Singapura Prof. Dr. Christiani Jeyakumar Ph.d, M.D, mengemukakan menurut penelitiannya bahwa, Efek samping daun meniran jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Hal ini didasari karena daun meniran memiliki kandungan Asam Askorbat yang kadar jumlahnya sangat tinggi, sehingga jika asupannya terlalu berlebihan maka bisa merusak sel-sel dinding lambung yang berujung pada penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Setidak-tidaknya konsumsilah daun meniran ini tidak lebih dari 100 gr/ per hari-nya supaya menghindari efek samping yang membahayakan tersebut. Ia berujar :

“Metode pengobatan dengan daun meniran ini sejatinya memiliki khasiat yang luarbiasa bagus dalam kasus penyakit-penyakit tertentu. Meskipun begitu, pengonsumsiannya juga tidak boleh terlalu berlebihan karena memang efek samping daun meniran ini bisa mengakibatkan penyakit maag dan asam lambung apabila asupannya terlalu berlebihan. Setidaknya berikan batas per harinya 80-100 gr saja,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset yang dipublish di International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2013, telah dinyatakan bahwa, Bebarapa kasus overdosis dalam penggunaan obat-obatan herbal berbahan dasar daun meniran ini sebagian besar berujung pada masalah kesehatan tulang yaitu Osteoporosis (tulang keropos). Perlu dipahami bahwa daun meniran merupakan salah satu jenis daun-dedaunan yang memiliki kandungan Betain dan Asam Pantotenat yang cukup tinggi. Sehingga jika pengonsumsiannya terlalu berlebihan dapat merusak sel-sel jaringan tulang secara keseluruhan yang mana dengan demikian maka tulang akan bisa sangat mudah mengeropos.

Sedangkan menurut seorang pakar nutrisionist dari The Sackler Institute for Nutrition Science, New York Prof. Dr. Barbara Burlingame Ph.D, M.D, menyebutkan berdasarkan hasil risetnya bahwa, Salah satu efek samping daun meniran yang sering timbul pada banyak kasus adalah munculnya resiko pendarahan di otak (penyakit stroke). Bahkan dampak stroke dari pengonsumsian daun temuyung ini bisa sangat mudah muncul bersaaman dengan kepala yang berasa berat dan pusing. Jika sudah demikian maka tindakan pertolongan medis tidak bisa terhindarkan. Ia berujar :

“Daun meniran sejatinya memiliki khasiat yang cukup ampuh sebagai penentas penyakit-penyakit tertentu. Namun sayangnya, jika pengonsumsiannya terlalu banyak dan terlalu sering maka hal tersebut malah dapat memicu rangsangan reaksi sel-sel darah merah akan penyakit stroke dan vertigo, yang mana titik terberatnya adalah pada organ otak,” ujarnya.

Salah seorang pakar spesilais kedokteran organ dalam dari Dietetics, Human Nutrition and Health - University of Plymouth Prof. Dr. Marry Hickson Ph.d, mengemukakan bahwa, Bisa dikatakan daun meniran memiliki kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan yang cukup bagus namun juga memiliki senyawa asam (zat asam) yang cukup tinggi pula. Sehingga dengan begitu maka dapat memicu resiko gejala asam urat yang berlebihan, maka dari itu pengonsumsiannya perlu dibatasi dan dihitung secara baik. Ia berujar :

“Pastikan pada saat mengonsumsi daun meniran entah sebagai makanan atau obat herbal jumlahnya tidak terlalu berlebihan. Karena ditakutkan senyawa-senyawa yang terdapat pada daun meniran tersebut bisa memicu masalah kesehatan akut, salah satunya masalah kesehatan kronis asam urat,” ujarnya.

Pada sebuah hasil riset ilmiah yang telah dipublish di Journal of Adolescence Research tahun 2017, telah dinyatakan bahwa, Daun meniran adalah salah satu jenis daun-daunan yang kandungan Flavonoid-nya terbilang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan jenis daun-daunan lainnya seperti daun bayam atau daun pepaya. Namun di samping itu, daun meniran juga terbukti dapat memicu rangsangan pertumbuhan kanker, yang mana kebanyakan kasus efek samping daun meniran ini berakibat secara tidak langsung pada pertumbuhan-penguatan sel kanker prostat.

Sedangkan menurut salah seorang ilmuwan dari Department of Food Safety & Food Quality Prof. Dr. Patrick Kolsteren Ph.d, FACS, menyebutkan berdasarkan penelitiannya bahwa, Kandungan zat-zat aktif yang terdapat pada daun meniran seperti Asam Pantotenat, Fosfor, Magnesium, Zat besi, Thiamin dan Riboflavin bisa menjadi berkhasiat bagi tubuh namun juga bisa memicu timbulnya masalah-masalah kesehatan berbahaya. Khususnya pada kandungan Asam Pantotenat di dalamnya yang mana jika dikonsumsi secara berlebihan maka dapat menyebabkan berbagai masalah-masalah  kesehatan organ lambung dan usus, salah satunya yaitu masalah diare (mencret). ia berujar :

“Diare (mencret) merupakan masalah kesehatan yang paling mudah terlihat dampak akibatnya ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi daun meniran, entah sebagai makanan atau sebagai obat herbal untuk penyakit tertentu," ujarnya.

"Bahkan efek samping daun meniran pada kasus diare ini bisa berujung pada perubahan bentuk feses yang berdarah karena kandungan zat asam-nya yang terlalu berlebihan. Maka dari itu dianjurkan untuk tidak melebihi pengonsumsian daun meniran dalam kisaran 80-100 gr per harinya,” pungkasnya.

Adapun berikut beberapa gejala efek samping daun meniran menurut penelitian-penelitian dari para pakar medis dan nutrisionist.

11 Efek Samping Daun MENIRAN menurut pakar Nutrisionist

1.  Memicu Pernyakit Maag
Salah seorang pakar kesehatan nutrisi dari Biochemistry NUS Medicine, Singapura Prof. Dr. Christiani Jeyakumar Ph.d, M.D, mengemukakan menurut penelitiannya bahwa, Efek samping daun meniran jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Hal ini didasari karena daun meniran memiliki kandungan Asam Askorbat yang kadar jumlahnya sangat tinggi, sehingga jika asupannya terlalu berlebihan maka bisa merusak sel-sel dinding lambung yang berujung pada penyakit maag dan asam lambung (gastritis). Setidak-tidaknya konsumsilah daun meniran ini tidak lebih dari 100 gr/ per hari-nya supaya menghindari efek samping yang membahayakan tersebut.

2.  Menyebabkan Diare (Mencret)
Sedangkan menurut salah seorang ilmuwan dari Department of Food Safety & Food Quality Prof. Dr. Patrick Kolsteren Ph.d, FACS, menyebutkan berdasarkan penelitiannya bahwa, Diare (mencret) merupakan masalah kesehatan yang paling mudah terlihat dampak akibatnya ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi daun meniran, entah sebagai makanan atau sebagai obat herbal untuk penyakit tertentu. Bahkan efek samping daun meniran pada kasus diare ini bisa berujung pada perubahan bentuk feses yang berdarah karena kandungan zat asam-nya yang terlalu berlebihan.

3.  Menyebabkan Anemia
Dalam sebuah hasil riset ilmiah dinyatakan bahwa, Efek samping daun meniran karena terlalu tingginya kandungan Betaine dan Asam Askorbat di dalamnya bisa memicu penurunan produktifitas sel-sel darah yang berujung pada tidak stabilnya tingkat kadar jumlah darah di dalam tubuh, sehingga demikian maka resiko penyakit anemia tidak dapat terhindarkan.

4.  Memicu Penyakit Arthritis (Radang Sendi)
Pada hakikatnya, tingginya kandungan senyawa-senyawa yang bersifat asam pada daun meniran dapat sangat berkhasiat bagi sistem imun tapi dapat sangat berbahaya bagi kesehatan struktur persendian tulang secara keseluruhan. Meskipun memang dampak dari hal tersebut tergantung pada jumlah pengonsumsiannya saja, oleh karenanya dianjurkan untuk tidak mengonsumsi daun meniran lebih dari 80-100 gr per harinya. 

Halaman berikutnya...

10 Metode Daun BINAHONG untuk ASAM URAT (Gouty Arthritis)

Dalam sebuah hasil riset yang telah dilansir dalam Journal of Bone & Mineral Research (JBMR) tahun 2009 telah dinyatakan bahwa, Kegunaan daun binahong sebagai obat herbal dari kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan di dalamnya memiliki kemampuan yang setara dengan ekstrak kulit manggis dalam hal menangkal rangsangan pemicu pertumbuhan sel-sel radikal bebas asam urat. Bagi para pasien penderita penyakit asam urat, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun binahong untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami. Karena memang kemampuan daun binahong secara khusus bisa membersihkan dan menentaskan penyakit asam urat dalam tingkat kronis sekalipun.


Banyak orang yang mengenal tanaman daun binahong ini sebagai tanaman biasa yang lazim ditemukan kebun atau pekarangan rumah namun ternyata kegunaan daun binahong ini terbilang sangat menakjubkan bagi kesehatan tubuh, terkhusus bagi organ-organ dalam manusia. Hal ini didasari karena kandungan-kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, sebut saja seperti : Protein, Zat besi, Fosfor, Vitamin C, Vitamin E, Flavonoid, Thiamin, dan Niasin.

Salah seorang pakar kesehatan dari Beverly Hills, CA, Amerika Serikat Dr. Jennifer Hermann MD FAAD menyatakan menurut penelitiannya bahwa, Daun binahong adalah salah satu jenis dedaunan yang bisa dikonsumsi sebagai asupan makanan bergizi. Hal ini dikarenakan daun binahong memiliki kandungan-kandungan yang sangat beragam, mulai dari Vitamin C, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Kalsium, Magnesium, dan Zat besi. Dimana memang bagi para penderita penyakit asam urat sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya sebagai asupan obat herbal-alami. Ia berujar :

"Beberapa penelitian dan hasil riset memang telah menyatakan bahwa metode daun binahong untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami tidak bisa diremehkan. Hal ini dikarenakan daun binahong memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin A, Zat besi, Riboflavin, dan Flavonoid yang berkemampuan khusus dalam menetralkan serta mengatasi segala penyakit-penyakit yang berkenaan dengan piles ini (asam urat)," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, seorang pakar kesehatan Dietetics & Clinical Nutrition Dr. Shandya Pandev M.Sc mengemukakan bahwa, Kegunaan daun binahong dipercaya sangat bagus bagi para penderita penyakit saraf dan asam urat. Karena memang pada hakikatnya daun binahong mampu menyediakan asupan gizi Vitamin dan Mineral yang sangat dibutuhkan dalam penanganan masalah-masalah kesehatan asam urat, sebut saja seperti Zat besi, Thiamin, Riboflavn, Vitamin C, dan Fosfor. Khususnya bagi para penderita asam urat, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun binahong untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami. Ia berujar :

"Metode daun binahong untuk asam urat memang telah terbukti memiliki pengaruh proses percepetan penyembuhan asam urat yang cukup signifikan. Maka dari itu tidak heran banyak dari para dokter dan pakar medis yang sangat menekankan penggunaan metode daun binahong untuk asam urat, termasuk juga dalam kasus penyakit asam urat dalam tingkat kronis yang sudah sangat memabahayakan," ujarnya.

Adapun seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Sari pati serapan dari daun binahong terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah asam urat bagi para orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut (lansia). Dimana memang daun binahong memiliki kandungan Vitamin C dan Fosfor yang dimana keduanya mampu meminimalisir gejala asam urat dan penyakit-penyakit deskriptif sejenisnya. Ia berujar :

“Daun binahong dipercaya sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah asam urat terutama dalam kasus penentasan penyakit asam urat. Oleh karenanya dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun binahong ini. Terapkanlah metode penggunaan daun binahong untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami secara rutin,” ujarnya.

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Daun binahong sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah. Tidak hanya itu, dengan tersedianya kandungan kandungan Zat besi dan Fosfor pada daun binahong juga menjadikan hal tersebut sangat berguna dalam menangkan serangan-serangan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel saraf pembuluh darah.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun binahong yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan jenis daun-dedaunan pada umumnya. Yang dimana kandungan Anti-Oksidan pada daun binahong ini dapat mengobati penyakit asam urat. Dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun binahong untuk asam urat sebagai konsumsi obat herbal-alami, khususnya bagi para penderita asam urat tingkat awal untuk mencegah resiko kesehatan yang lebih buruk. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun binahong ini terbukti memiliki kemampuan yang sangat berguna untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami penentas penyakit asam urat. Bahkan dalam kondisi asam urat yang kronis sekalipun metode daun binahong untuk asam urat adalah satu-satunya solusi kesehatan herbal yang wajib dipilih jika memang penentasan masalah asam urat dengan obat-obatan kimia tidak bekerja terlalu baik,” ujarnya.

Berikut langkah-langkah terapan metode menggunakan daun binahong untuk asam urat sebagai obat herbal-alami menurut hasil riset dari para pakar medis dan fisioterapist.

10 Metode Daun Binahong untuk ASAM URAT (Gouty Arthritis)

Langkah-langkah Penerapan :

1.  Siapkan 3-5 helai daun binahong.

2.  Cucilah menggunakan air bersih terlebih dahulu.

3.  Lalu tumbuklah daun binahong hingga halus.

4.  Tambahkan air putih sebanyak 300-400 ml.

5.  Lalu rebuslah hingga mendidih.

6.  Saring dan tuangkanlah air rebusan daun binahong ke dalam gelas atau cangkir.

7.  Tambahkan sedikit gula sebagai pemanis rasa pahitnya.

8.  Lalu minumlah larutan daun binahong tersebut.

9.  Jika sudah netralkan rasa pahitnya dengan meminum air putih.

10.  Selesai.

# TIPS PENTING : Terapkan metode daun binahong untuk asam urat sebagai obat herbal-alami ini setidaknya 2x sehari supaya mendapatkan hasil yang maksimal.


ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat menurut pakar Medis
-> 10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist
-> 11 Cara Menghilangkan BEKAS CUPANG Menghitam
-> 10 Cara Alami Menebalkan dan Mempercantik ALIS MATA

10 Metode Daun Tempuyung untuk KANKER (Semua Jenis Kanker)

Dalam sebuah hasil riset yang telah dilansir dalam Journal of Bone & Mineral Research (JBMR) tahun 2009 telah dinyatakan bahwa, Kegunaan daun tempuyung sebagai obat herbal dari kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan di dalamnya memiliki kemampuan yang setara dengan ekstrak kulit manggis dalam hal menangkal rangsangan pemicu pertumbuhan sel-sel radikal bebas kanker. Bagi para pasien penderita penyakit kanker (semua jenis kanker), sangat direkomendasikan menerapkan metode penggunaan daun tempuyung untuk kanker ini sebagai konsumsi obat herbal-alami. Karena memang kemampuan daun tempuyung secara khusus bisa mengobati dan menentaskan penyakit kanker dalam tingkat kronis sekalipun.


Menurut penelitian tersebut, Banyak orang yang mengenal tanaman daun tempuyung ini sebagai tanaman biasa yang lazim ditemukan kebun atau pekarangan rumah namun ternyata kegunaan daun tempuyung ini terbilang sangat menakjubkan bagi kesehatan tubuh, terkhusus bagi para penderita kanker yang sedang dalam masa penyembuhan. Beberapa jenis-jenis penyakit kanker yang bisa diatasi dengan mengonsumsi daun tempuyung ini yaitu :

- Kanker Sel Basal
- Kanker Serviks
- Kanker Prostat
- Kanker Melanoma
- Kanker Melanoma
- Leukemia (Kanker Darah)
- Lhympoma (Sistem Limfatik)

Dilanjutkan bahwa, jenis-jenis kanker tersebut bisa secara efektif dan efisien dengan menggunakan daun tempuyung sebagai asupan obat herbal-alami (dalam bahasa indonesia biasa disebut "jamu"). Hal ini didasari karena kandungan-kandungan nutrisi yang terdapat di dalam daun tempuyung dipercaya memiliki kemampuan khusus dalam menentaskan serta menyembuhkan penyakit kanker yang memang sangat berbahaya bagi tubuh, sebut saja seperti : Protein, Zat besi, Fosfor, Vitamin C, Vitamin E, Flavonoid, Riboflavin, Thiamin, dan Niasin.

Salah seorang pakar kesehatan dari Beverly Hills, CA, Amerika Serikat Dr. Jennifer Hermann MD FAAD menyatakan menurut penelitiannya bahwa, Daun tempuyung adalah salah satu jenis dedaunan yang bisa dikonsumsi sebagai asupan makanan bergizi. Hal ini dikarenakan daun tempuyung memiliki kandungan-kandungan yang sangat beragam, mulai dari Vitamin C, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Kalsium, Magnesium, dan Zat besi. Dimana memang bagi para penderita penyakit kanker sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya sebagai asupan obat herbal-alami. Ia berujar :

"Beberapa penelitian dan hasil riset memang telah menyatakan bahwa metode daun tempuyung untuk kanker sebagai konsumsi obat herbal-alami tidak bisa diremehkan. Hal ini dikarenakan daun tempuyung memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin A, Zat besi, Riboflavin, dan Flavonoid yang berkemampuan khusus dalam menetralkan serta mengatasi segala penyakit-penyakit yang berkenaan dengan kanker ini (semua jenis kanker)," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, seorang pakar kesehatan Dietetics & Clinical Nutrition Dr. Shandya Pandev M.Sc mengemukakan bahwa, Kegunaan daun tempuyung dipercaya sangat bagus bagi para penderita penyakit saraf dan kanker. Karena memang pada hakikatnya daun tempuyung mampu menyediakan asupan gizi Vitamin dan Mineral yang sangat dibutuhkan dalam penanganan penyakit kanker, sebut saja seperti Zat besi, Thiamin, Riboflavn, Vitamin C, dan Fosfor. Khususnya bagi para penderita kanker, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun tempuyung untuk kanker sebagai konsumsi obat herbal-alami. Ia berujar :

"Metode daun tempuyung untuk kanker memang telah terbukti memiliki pengaruh proses percepatan penyembuhan kanker yang cukup signifikan. Maka dari itu tidak heran banyak dari para dokter dan pakar medis yang sangat menekankan penggunaan metode daun tempuyung untuk kanker, termasuk juga dalam kasus penyakit kanker dalam tingkat kronis yang sudah sangat memabahayakan tubuh," ujarnya.

Adapun seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Sari pati serapan dari daun tempuyung terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah kanker bagi para orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut (lansia). Dimana memang daun tempuyung memiliki kandungan Vitamin C dan Fosfor yang dimana keduanya mampu meminimalisir gejala kanker (semua jenis kanker) dan penyakit-penyakit deskriptif sejenisnya. Ia berujar :

“Daun tempuyung dipercaya sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah terutama dalam kasus penentasan penyakit kanker. Oleh karenanya dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun tempuyung ini. Terapkanlah metode penggunaan daun tempuyung untuk kanker sebagai konsumsi obat herbal-alami secara rutin,” ujarnya.

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Daun tempuyung sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah. Tidak hanya itu, dengan tersedianya kandungan kandungan Zat besi dan Fosfor pada daun tempuyung juga menjadikan hal tersebut sangat berguna dalam menangkan serangan-serangan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel saraf pembuluh darah.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun tempuyung yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan jenis daun-dedaunan pada umumnya. Yang dimana kandungan Anti-Oksidan pada daun tempuyung ini dapat mengobati penyakit kanker. Dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun tempuyung untuk kanker sebagai konsumsi obat herbal-alami, khususnya bagi para penderita kanker tingkat awal untuk mencegah resiko kesehatan yang lebih buruk. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun tempuyung ini terbukti memiliki kemampuan yang sangat berguna untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami penentas penyakit kanker. Bahkan dalam kondisi kanker yang kronis sekalipun metode daun tempuyung untuk kanker adalah satu-satunya solusi kesehatan herbal yang wajib dipilih jika memang penentasan masalah kanker (semuan jenis) dengan obat-obatan kimia tidak bekerja terlalu baik,” ujarnya.

Berikut langkah-langkah terapan metode menggunakan daun tempuyung untuk kanker sebagai obat herbal-alami menurut hasil riset dari para pakar medis dan fisioterapist.

10 Metode Daun Tempuyung untuk KANKER (Semua Jenis Kanker)

Langkah-langkah Penerapan :

1.  Siapkan 4-6 helai daun tempuyung.

2.  Cucilah menggunakan air bersih terlebih dahulu.

3.  Lalu tumbuklah daun tempuyung hingga halus.

4.  Tambahkan air putih sebanyak 300-400 ml.

5.  Lalu rebuslah hingga mendidih.

6.  Saring dan tuangkanlah air rebusan daun tempuyung ke dalam gelas atau cangkir.

7.  Tambahkan sedikit gula sebagai pemanis rasa pahitnya.

8.  Lalu minumlah larutan daun tempuyung tersebut.

9.  Jika sudah netralkan rasa pahitnya dengan meminum air putih.

10.  Selesai.

# TIPS PENTING : Terapkan metode daun tempuyung untuk kanker sebagai obat herbal-alami ini setidaknya 2x sehari supaya mendapatkan hasil yang maksimal.


ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat menurut pakar Medis
-> 10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist
-> 11 Cara Menghilangkan BEKAS CUPANG Menghitam
-> 10 Cara Alami Menebalkan dan Mempercantik ALIS MATA

Selasa, 30 Januari 2018

10 Metode Daun Ceremai untuk KOLESTEROL (Menurunkan Kolesterol)

Dalam sebuah hasil riset yang telah dilansir dalam Journal of Bone & Mineral Research (JBMR) tahun 2009 telah dinyatakan bahwa, Kegunaan daun ceremai sebagai obat herbal dari kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan di dalamnya memiliki kemampuan yang setara dengan ekstrak kulit manggis dalam hal menangkal rangsangan pemicu pertumbuhan sel-sel radikal bebas kolesterol. Bagi para pasien penderita penyakit kolesterol (kolesterol tinggi / HDL), sangat direkomendasikan menerapkan metode penggunaan daun ceremai untuk kolesterol ini sebagai konsumsi obat herbal-alami. Karena memang kemampuan daun ceremai secara khusus bisa mengobati dan menentaskan penyakit kolesterol dalam tingkat kronis sekalipun.


Banyak orang yang mengenal tanaman daun ceremai ini sebagai tanaman biasa yang lazim ditemukan kebun atau pekarangan rumah namun ternyata kegunaan daun ceremai ini terbilang sangat menakjubkan bagi kesehatan tubuh, terkhusus bagi organ-organ dalam manusia. Hal ini didasari karena kandungan-kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, sebut saja seperti : Protein, Zat besi, Fosfor, Vitamin C, Vitamin E, Flavonoid, Riboflavin, Thiamin, dan Niasin.

Salah seorang pakar kesehatan dari Beverly Hills, CA, Amerika Serikat Dr. Jennifer Hermann MD FAAD menyatakan menurut penelitiannya bahwa, Daun ceremai adalah salah satu jenis dedaunan yang bisa dikonsumsi sebagai asupan makanan bergizi. Hal ini dikarenakan daun ceremai memiliki kandungan-kandungan yang sangat beragam, mulai dari Vitamin C, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Kalsium, Magnesium, dan Zat besi. Dimana memang bagi para penderita penyakit kolesterol sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya sebagai asupan obat herbal-alami. Ia berujar :

"Beberapa penelitian dan hasil riset memang telah menyatakan bahwa metode daun ceremai untuk kolesterol sebagai konsumsi obat herbal-alami tidak bisa diremehkan. Hal ini dikarenakan daun ceremai memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin A, Zat besi, Riboflavin, dan Flavonoid yang berkemampuan khusus dalam menetralkan serta mengatasi segala penyakit-penyakit yang berkenaan dengan kolesterol ini (kolesterol tinggi / HDL)," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, seorang pakar kesehatan Dietetics & Clinical Nutrition Dr. Shandya Pandev M.Sc mengemukakan bahwa, Kegunaan daun ceremai dipercaya sangat bagus bagi para penderita penyakit saraf dan kolesterol. Karena memang pada hakikatnya daun ceremai mampu menyediakan asupan gizi Vitamin dan Mineral yang sangat dibutuhkan dalam penanganan masalah-masalah kesehatan kolesterol, sebut saja seperti Zat besi, Thiamin, Riboflavn, Vitamin C, dan Fosfor. Khususnya bagi para penderita kolesterol, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun ceremai untuk kolesterol sebagai konsumsi obat herbal-alami. Ia berujar :

"Metode daun ceremai untuk kolesterol memang telah terbukti memiliki pengaruh proses percepatan penyembuhan kolesterol yang cukup signifikan. Maka dari itu tidak heran banyak dari para dokter dan pakar medis yang sangat menekankan penggunaan metode daun ceremai untuk kolesterol, termasuk juga dalam kasus penyakit kolesterol dalam tingkat kronis yang sudah sangat memabahayakan tubuh," ujarnya.

Adapun seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Sari pati serapan dari daun ceremai terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah kolesterol bagi para orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut (lansia). Dimana memang daun ceremai memiliki kandungan Vitamin C dan Fosfor yang dimana keduanya mampu meminimalisir gejala kolesterol (kolesterol tinggi / HDL) dan penyakit-penyakit deskriptif sejenisnya. Ia berujar :

“Daun ceremai dipercaya sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah terutama dalam kasus penentasan penyakit kolesterol. Oleh karenanya dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun ceremai ini. Terapkanlah metode penggunaan daun ceremai untuk kolesterol sebagai konsumsi obat herbal-alami secara rutin,” ujarnya.

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Daun ceremai sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah. Tidak hanya itu, dengan tersedianya kandungan kandungan Zat besi dan Fosfor pada daun ceremai juga menjadikan hal tersebut sangat berguna dalam menangkan serangan-serangan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel saraf pembuluh darah.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun ceremai yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan jenis daun-dedaunan pada umumnya. Yang dimana kandungan Anti-Oksidan pada daun ceremai ini dapat mengobati penyakit kolesterol. Dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun ceremai untuk kolesterol sebagai konsumsi obat herbal-alami, khususnya bagi para penderita kolesterol tingkat awal untuk mencegah resiko kesehatan yang lebih buruk. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun ceremai ini terbukti memiliki kemampuan yang sangat berguna untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami penentas penyakit kolesterol. Bahkan dalam kondisi kolesterol yang kronis sekalipun metode daun ceremai untuk kolesterol adalah satu-satunya solusi kesehatan herbal yang wajib dipilih jika memang penentasan masalah kolesterol (kolesterol tinggi / HDL) dengan obat-obatan kimia tidak bekerja terlalu baik,” ujarnya.

Berikut langkah-langkah terapan metode menggunakan daun ceremai untuk kolesterol sebagai obat herbal-alami menurut hasil riset dari para pakar medis dan fisioterapist.

10 Metode Daun Ceremai untuk KOLESTEROL (Kolesterol Tinggi / HDL)

Langkah-langkah Penerapan :

1.  Siapkan 4-6 helai daun ceremai.

2.  Cucilah menggunakan air bersih terlebih dahulu.

3.  Lalu tumbuklah daun ceremai hingga halus.

4.  Tambahkan air putih sebanyak 300-400 ml.

5.  Lalu rebuslah hingga mendidih.

6.  Saring dan tuangkanlah air rebusan daun ceremai ke dalam gelas atau cangkir.

7.  Tambahkan sedikit gula sebagai pemanis rasa pahitnya.

8.  Lalu minumlah larutan daun ceremai tersebut.

9.  Jika sudah netralkan rasa pahitnya dengan meminum air putih.

10.  Selesai.

# TIPS PENTING : Terapkan metode daun ceremai untuk kolesterol sebagai obat herbal-alami ini setidaknya 2x sehari supaya mendapatkan hasil yang maksimal.


ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat menurut pakar Medis
-> 10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist
-> 11 Cara Menghilangkan BEKAS CUPANG Menghitam
-> 10 Cara Alami Menebalkan dan Mempercantik ALIS MATA

10 Metode Daun Kemangi untuk DIABETES (Diabetes Mellitus)

Dalam sebuah hasil riset yang telah dilansir dalam Journal of Bone & Mineral Research (JBMR) tahun 2009 telah dinyatakan bahwa, Kegunaan daun kemangi sebagai obat herbal dari kandungan senyawa Anti-Inflamasi dan Anti-Oksidan di dalamnya memiliki kemampuan yang setara dengan ekstrak kulit manggis dalam hal menangkal rangsangan pemicu pertumbuhan sel-sel radikal bebas diabetes. Bagi para pasien penderita penyakit diabetes, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun kemangi untuk diabetes sebagai konsumsi obat herbal-alami. Karena memang kemampuan daun kemangi secara khusus bisa mengobati dan menentaskan penyakit diabetes dalam tingkat kronis sekalipun.


Banyak orang yang mengenal tanaman daun kemangi ini sebagai tanaman biasa yang lazim ditemukan kebun atau pekarangan rumah namun ternyata kegunaan daun kemangi ini terbilang sangat menakjubkan bagi kesehatan tubuh, terkhusus bagi organ-organ dalam manusia. Hal ini didasari karena kandungan-kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, sebut saja seperti : Protein, Zat besi, Fosfor, Vitamin C, Vitamin E, Flavonoid, Thiamin, dan Niasin.

Salah seorang pakar kesehatan dari Beverly Hills, CA, Amerika Serikat Dr. Jennifer Hermann MD FAAD menyatakan menurut penelitiannya bahwa, Daun kemangi adalah salah satu jenis dedaunan yang bisa dikonsumsi sebagai asupan makanan bergizi. Hal ini dikarenakan daun kemangi memiliki kandungan-kandungan yang sangat beragam, mulai dari Vitamin C, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B12, Kalsium, Magnesium, dan Zat besi. Dimana memang bagi para penderita penyakit diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya sebagai asupan obat herbal-alami. Ia berujar :

"Beberapa penelitian dan hasil riset memang telah menyatakan bahwa metode daun kemangi untuk diabetes sebagai konsumsi obat herbal-alami tidak bisa diremehkan. Hal ini dikarenakan daun kemangi memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin A, Zat besi, Riboflavin, dan Flavonoid yang berkemampuan khusus dalam menetralkan serta mengatasi segala penyakit-penyakit yang berkenaan dengan diabetes ini (diabetes mellitus)," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, seorang pakar kesehatan Dietetics & Clinical Nutrition Dr. Shandya Pandev M.Sc mengemukakan bahwa, Kegunaan daun kemangi dipercaya sangat bagus bagi para penderita penyakit saraf dan diabetes. Karena memang pada hakikatnya daun kemangi mampu menyediakan asupan gizi Vitamin dan Mineral yang sangat dibutuhkan dalam penanganan masalah-masalah kesehatan diabetes, sebut saja seperti Zat besi, Thiamin, Riboflavn, Vitamin C, dan Fosfor. Khususnya bagi para penderita diabetes, dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun kemangi untuk diabetes sebagai konsumsi obat herbal-alami. Ia berujar :

"Metode daun kemangi untuk diabetes memang telah terbukti memiliki pengaruh proses percepetan penyembuhan diabetes yang cukup signifikan. Maka dari itu tidak heran banyak dari para dokter dan pakar medis yang sangat menekankan penggunaan metode daun kemangi untuk diabetes, termasuk juga dalam kasus penyakit diabetes dalam tingkat kronis yang sudah sangat memabahayakan," ujarnya.

Adapun seorang pakar spesialis kesehatan medis dari dari Texas A&M College of Medicine Dr. David P. Huston M.D, mengemukakan bahwa, Sari pati serapan dari daun kemangi terbilang sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah diabetes bagi para orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut (lansia). Dimana memang daun kemangi memiliki kandungan Vitamin C dan Fosfor yang dimana keduanya mampu meminimalisir gejala diabetes dan penyakit-penyakit deskriptif sejenisnya. Ia berujar :

“Daun kemangi dipercaya sangat bagus bagi kesehatan sel-sel saraf pembuluh darah terutama dalam kasus penentasan penyakit diabetes. Oleh karenanya dihimbau untuk para lansia untuk memperbanyak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung Vitamin C dan Fosfor seperti daun kemangi ini. Terapkanlah metode penggunaan daun kemangi untuk diabetes sebagai konsumsi obat herbal-alami secara rutin,” ujarnya.

Menurut hasil uji riset dari The Michigan Journal of Medicine (MJM) tahun 2012, telah dinyatakan bahwa, Daun kemangi sebagai bahan herbal-alami terbilang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama dalam hal upaya menstabilkan optimasi produktifitas dan aktifitas pembuluh darah. Tidak hanya itu, dengan tersedianya kandungan kandungan Zat besi dan Fosfor pada daun kemangi juga menjadikan hal tersebut sangat berguna dalam menangkan serangan-serangan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel saraf pembuluh darah.

Salah seorang pakar spesialis fisioterapist dari University of Queensland Prof. Dr. Geoff McColl Ph.d M.sc, mendapati temuan bahwa, Daun kemangi yang merupakan jenis dedaunan subtropis memiliki kandungan senyawa Anti-Oksidan yang sangat tinggi, bahkan jika dibandingkan jenis daun-dedaunan pada umumnya. Yang dimana kandungan Anti-Oksidan pada daun kemangi ini dapat mengobati penyakit diabetes. Dianjurkan menerapkan metode penggunaan daun kemangi untuk diabetes sebagai konsumsi obat herbal-alami, khususnya bagi para penderita diabetes tingkat awal untuk mencegah resiko kesehatan yang lebih buruk. Ia berujar :

“Jenis dedaun-daunan semacam daun kemangi ini terbukti memiliki kemampuan yang sangat berguna untuk dijadikan sebagai obat herbal-alami penentas penyakit diabetes. Bahkan dalam kondisi diabetes yang kronis sekalipun metode daun kemangi untuk diabetes adalah satu-satunya solusi kesehatan herbal yang wajib dipilih jika memang penentasan masalah diabetes dengan obat-obatan kimia tidak bekerja terlalu baik,” ujarnya.

Berikut langkah-langkah terapan metode menggunakan daun kemangi untuk diabetes sebagai obat herbal-alami menurut hasil riset dari para pakar medis dan fisioterapist.

10 Metode Daun Kemangi untuk DIABETES (Diabetes Mellitus)

Langkah-langkah Penerapan :

1.  Siapkan 1-2 mangkuk penuh daun kemangi.

2.  Cucilah menggunakan air bersih terlebih dahulu.

3.  Lalu tumbuklah daun kemangi hingga halus.

4.  Tambahkan air putih sebanyak 300-400 ml.

5.  Lalu rebuslah hingga mendidih.

6.  Saring dan tuangkanlah air rebusan daun kemangi ke dalam gelas atau cangkir.

7.  Tambahkan sedikit gula sebagai pemanis rasa pahitnya.

8.  Lalu minumlah larutan daun kemangi tersebut.

9.  Jika sudah netralkan rasa pahitnya dengan meminum air putih.

10.  Selesai.

# TIPS PENTING : Terapkan metode daun kemangi untuk diabetes sebagai obat herbal-alami ini setidaknya 2x sehari supaya mendapatkan hasil yang maksimal.


ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat menurut pakar Medis
-> 10 Penyebab CEGUKAN menurut pakar Fisioterapist
-> 11 Cara Menghilangkan BEKAS CUPANG Menghitam
-> 10 Cara Alami Menebalkan dan Mempercantik ALIS MATA