Apakah Penggunaan kemasan Styrofoam pada Makanan itu Berbahaya?

Styrofoam adalah bahan kemasan berjenis Polymer yang terbuat dari 3 komponen utama yaitu Benzena, Carsinogen dan Styrene. Penggunaan kemasan Styrofoam ini mulai dikenalkan dan dipopulerkan pada tahun 1940-an dan sering dimanfaatkan dalam hal pengemasaan minuman, makanan, properti (patung, foto, dll), elektronik dan masih banyak lagi. Penggunaan kemasan Styrofoam ini memang begitu populer karena memang sangat handal dalam menjaga suhu agar tetap stabil, mencegah kebocoran cairan, harganya yang relatif murah, dan juga praktis dibawa kemana-mana. Di samping itu, banyak dari orang awam yang mempertanyakan tentang apakah penggunaan kemasan styrofoam pada makanan itu berbahaya? lalu bagaimana pendapat para pakar medis, klinis dan nutrisionist mengenai anggapan-anggapan semacam ini.


Meskipun begitu, kandungan-kandungan seperti Benzena, Carsinogen, Styrene dan sifat sampahnya yang sangat sukar terurai dari kemasan Styrofoam itu-lah yang justru menjadi kekurangan tersendiri bagi masalah-masalah kesehatan tubuh manusia dan juga masalah kebersihan lingkungan (Alam).

Apakah Penggunaan kemasan Styrofoam pada Makanan itu Berbahaya?

Penggunaan kemasan Styrofoam ini belakangan menjadi perbincangan hangat, ada beberapa tanggapan yang Pro terhadap pengguanaan kemasan Styrofoam dan juga ada yang Kontra dengan beredarnya penggunaan kemasan Styrofoam. Padahal jika kita mengkaji secara detail menurut fakta dan bukti yang ada dari berbagai penelitian, tidak ada satupun studi ilmiah yang setuju mengenai penggunaan Styrofoam, bisa dipastikan mayoritas dari mereka menolak penggunaan Styrofoam ini.

A. Bagi Kesehatan Tubuh
Dalam sudut pandang kesehatan tubuh, berkali-kali para pakar, dokter dan ahli menghimbau untuk memberhentikan penggunaan kemasan Styrofoam ini.

Kandungan Benzana pada kemasan Styrofoam memang telah terbukti dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi tubuh kita, seperti : Gangguan sistem saraf, Tyroid, Anemia, Menimbulkan kerusakan sum-sum tulang belakang, Hiperaktiv Jantung, Berkurangnya sistem imun, Badan menjadi lebih sering gemetar, dan masih banyak lagi.

Halaman berikutnya...
WHO (World Health Organization) dan EPA (Environmental Protection Agency) sendiri secara tegas telah mengumumkan bahwa Styrofoam merupakan salah satu Carsinogen, yaitu bahan penyebab timbulnya Kanker. Bahkan pembuatannya saja menimbulkan pencemaran udara yang mengakibatkan gangguan pernapasan, menimbulkan bau tak sedap, dan penyebaran zat-zat yang membahayakan bagi tumbuhan sekitar.

Seorang Pakar persampahan yang berasal dari ITB (Institusi Teknologi Bandung) Enri Damanhuri juga mengemukakan bahwa Styrofoam mengandung bahan Polymer yang paling bermasalah di antara jenis plastik lainnya karena membahayakan kesehatan dan lingkungan. 

“BTEX (kandungan yang berada di Styrofoam) itu adalah top ranking atas yang ditakuti karena sudah terbukti menyebabkan kanker pada manusia,” lanjutnya.

B. Bagi Lingkungan (Alam)   
Pada awal mula kemunculan di daerah asalnya saja (negara-negara Amerika dan Eropa), Styrofoam sudah sangat mencemarkan kebersihan lingkungan mereka pada saat. Sifatnya yang sukar sekali terurai membuatnya menjadikan “musuh utama” dalam krisis kebersihan di tahun 1940-an.

Bahkan di negara maju seperti Jepang juga ikut tercemar dengan munculnya pengadaan kemasan Styrofoam ini, yang mengakibatkan Jepang dilanda permasalahan serius mengenai masalah sampah di tahun 1945-1950. Sungai-sungai dipenuhi oleh genangan sampah yang bahkan hingga meluber-luber ke pantai-pantai, dan penyebab terbesarnya diakibatkan oleh plastik sampah plastik dan juga sampah Styrofoam.

Namun untungnya para ilmuwan mereka menemukan solusi daur ulang sampah yang sangat efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Manajemen sampah inilah yang sangat nyata terlihat bagaimana efeknya terhadap lingkungan Jepang yang saat ini diakui sebagai salah satu negara paling bersih di dunia.

Memang faktanya, penggunaan kemasan Styrofoam ini amat sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh seseorang. Tidak hanya itu, pengadaan kemasan Styrofoam juga membahayakan bagi lingkungan karena memang sampahnya yang sangat sukar terurai dan juga terbukti dapat menyebabkan banjir, bahkan di beberapa negara maju penggunaan kemasan Styrofoam ini sudah dilarang.

Oleh karena itu, bagi para penikmat dan juga penyedia (pengusaha) makanan ada baiknya kalian berhenti menggunakan kemasan Styrofoam ini supaya kita dapat menjaga kesehatan diri kita sendiri sekaligus juga tidak merugikan kebersihan lingkungan sekitar kita. 


ARTIKEL TERKAIT :
-> 11 Manfaat PARE menurut pakar Nutrisionist
-> 14 Manfaat BIJI SELASIH menurut pakar Nutrisionist
-> 11 Manfaat MASKER TOMAT Bagi Kulit Wajah
-> 11 Manfaat BUAH SALAK Bagi Kesehatan Tubuh


Demikian info lengkap mengenai Apakah Penggunaan kemasan Styrofoam pada Makanan itu Berbahaya? dari Bang isman, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian pemirsa.
1 2 FULL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar